Yeeun tengah asik chatting dengan temannya di grup. Yeeun tertawa sendiri bahkan sampai mengoceh sendiri.
"J."
Yeeun sesaat terdiam. J adalah nama panggilan dari teman-teman terdekat Yeeun.
"Ah, paling salah dengar." Yeeun mengabaikan panggilan tersebut. Ia kembali fokus pada ponsel.
"J!"
Yeeun kembali terdiam. Ternyata telinganya memang tak salah dengar. Bukannya datang menghampiri sumber suara, Yeeun malah menarik selimut hingga menutupi seluruh bagian tubuhnya. Jantungnya bekerja lebih cepat dari biasanya. Kemudian Yeeun membuka grup keluarga dan mengetik sesuatu.
Yeeun : Ayah dan Ibu sudah pulang?
Ibu : Belum, Sayang. Kami terjebak macet di jalan.
Yeeun beralih ke grup chat bersama teman-temannya.
Yeeun : Ada yang datang ke rumah ku?"
Sumin : Aku sedang berada di rumah nenek ku.
Sieun : Aku dan Yoon sedang berbelanja ~
Isa : Isa di rumah.
Seeun : Sama, aku pun sedang bersantai di rumah.
Tak mungkin jika yang memanggilnya barusan adalah kakak atau adiknya. Yeeun ini adalah anak tunggal. Lagi pula semua pintu sudah dikunci dan suara terdengar seperti dari dalam rumah. Dan di rumah hanya ada Yeeun seorang diri, sendirian di dalam kamar.