Ada pasangan muda-mudi, mereka sangatlah romantis dan bahkan sangat romantis melewati pasangan suami istri. Nama si cowok adalah Tiyo dan nama si cewek adalah Santi.
Mereka setiap malam selalu ketemuan dan tidak pernah bertemu saat siang hari. Santi memaksa Tiyo pacarnya, untuk bertemu di siang hari dan jangan hanya di malam hari saja.
"Bang, aku pengen ketemu sama kamu di siang hari juga, aku udah bosen bertemu di malam hari. Kerjanya hanya makan bakso doang dipinggir jalan. Bosan bang bosan!" ucap Santi pada Tiyo.
"Maafkan Abang sayang, Abang benar-benar tidak bisa ketemu kalau di siang hari," ungkap Tiyo.
"Emang kenapa Bang? Apa Abang selingkuh?" Tatap Santi curiga.
"Mana mungkin Abang selingkuh Neng! Abang nggak menduakanmu, kan Abang udah bilang kamu wanita yang sangat spesial buat Abang," Tiyo berusaha menyakinkan Santi.
"Kalau memang benar begitu, kita harus ketemuan sekaliiii aja Bang di siang hari!" ajak Santi.
"Nggak bisa sayang! Abang sibuk!"
"Yaudah deh kalau gitu, kita ketemuan aja di malam harinya." Santi mengalah demi mempertahankan hubungan mereka.
"Nah gitu dong! Kan Abang makin tambah sayang sama Neng Santi." Tiyo mencubit hidung mancung sang kekasih.
"Gombal," ucap Santi merona.
Setelah pertemuan di malam hari kemarin, siang harinya mereka tidak bertemu karena si cowoknya sibuk.
Sekitar jam 10 pagi bertepatan dengan hari minggu, Santi dan salah satu teman perempuannya yang bernama Erika, sedang jogging di kompleks perumahan mereka. Tiba-Tiba Erika tidak sengaja melihat Tiyo membonceng cewek lain dengan motor matic miliknya.
"San,San,San! Loe lihat ke sana, itu pacar Loe bukan sih!?" Tunjuk Erika pada orang yang sedang mengendarai motor.
"Eh iya, itu beneran bang Tiyo, pacarku."
"Apa dia selingkuh?" tanya Erika.
"Ah, nggak mungkin, gue percaya padanya. Mungkin itu saudaranya kali." Santi dengan yakinnya percaya dengan kekasihnya.
"Yaudah kalau begitu, kita lanjut lagi joggingnya!" ajak Erika.
"Oke!"
Sejak kejadian itu hubungan mereka masih baik-baik saja, dan bahkan mereka juga terus ketemuan di malam hari, biasa ... dinner terus di warung bakso.
Tapi Santi sudah memergoki pacarnya itu berulang kali, dia sering membonceng cewek yang berbeda-beda setiap harinya, membuat Santi tidak yakin dan percaya lagi dengan perkataan Tiyo padanya.
Malam ini mereka ketemuan lagi, Santi sudah menyiapkan serangan kemarahannya yang dia kumpul selama beberapa hari ini kepada Tiyo.
"Abang sebaiknya jujur sama aku, siapa wanita-wanita yang Abang tumpangi sehari-hari itu? Sehari Abang membonceng cewek lain besoknya lagi dengan yang lain dan besoknya lagi dengan yang lain?"
"Hah?" Tiyo pun kaget dengan apa yang di ucapkan kekasih tercintanya.
"Jadi ini, yang Abang katakan kalau aku sangat spesial?"
"Dengarkan penjelaskan Abang dulu Neng!"
"Pantesan setiap di ajak ketemuan di siang hari abang selalu menolaknya. Jadi ini yang Abang lakukan di belakangku?"
"Dengarkan penjelasan Abang dulu! Ini semua tidak seperti yang Neng fikirkan, percaya deh sama Abang!" Tiyo berusaha menyakinkan Santi.
"Cukup Bang!! Awalnya aku tidak percaya tapi semakin lama Abang semakin menjadi! Sebenarnya siapa wanita-wanita itu!"
"Mereka bukan siapa-siapanya Abang!"
"Abang bohong! Jawab dengan jujur Bang, jawab!!"
"Beneran mereka bukan siapa-siapanya Abang!"
"Abang pasti bohong. Please Bang katakan dengan jujur!"
"Baiklah-baiklah! Jadi, Neng mau tahu wanita-wanita itu siapa?"
"Ya, jika Abang tidak memberitahukan mereka itu siapa, maka hubungan kita berakhir sampai di sini saja!"
"Sebenarnya ... sebenarnya ...."
"Sebenarnya apa Bang!?"
"Sebenarnya ...."
"Jawab Bang jawab!?" Santi sudah naik pitam.
Dengan penuh keberanian dan dengan penuh berat hati akhirnya Tiyo mengatakan yang sebenarnya.
"SEBENARNYA ABANG HANYALAH TUKANG OJEK NENG! DAN MEREKA SEMUA ADALAH PENUMPANG ABANG!"
TAMAT