Di sebuah restoran yang besar, terdapat meja dengan jumlah kursi yang berbeda-beda. Ada meja dengan 50 kursi, 20 kursi, 5 kursi, 2 kursi, dan 1 kursi. Suatu hari, meja-meja tersebut membahas, siapakah yang paling hebat di antara mereka. Tuan lampu menjadi ketua perlombaan ini. Perlombaan ini akan dilakukan selama tiga hari.
Keesokan harinya, saat restoran tutup, Tuan lampu meminta setiap meja untuk menceritakan kehebatan mereka hari itu.
"Mejaku selalu didatangi para pejabat dan orang-orang terhormat. Mereka memesan makanan yang paling mahal. Mereka berbicara tentang bisnis. Laptop, handphone, dan barang yang mahal juga diletakkan di atas mejaku. Aku adalah meja yang penuh kehormatan." Begitulah cerita meja dengan 50 kursi. "Hari ini, mejaku didatangi anak-anak yang ikut pesta ulang tahun. Banyak makanan warna-warni dan manis. Mereka tertawa dan senang. Mejaku adalah meja penuh tawa. Ha ha ha...." Meja dengan 20 kursi meneriakkan kesenangannya.
"Hari ini mejaku didatangi papa, mama, dan anak-anaknya. Mereka tampak bahagia. Papa dan mama tampak sayang dan memerhatikan anak-anaknya. Aku adalah meja yang penuh kasih sayang." Meja dengan 5 kursi merasa bangga. "Hari ini ada 2 orang yang datang ke mejaku. Mereka makan bersama. Mereka saling bercerita dan berbagi. Mejaku penuh dengan kebaikan." Meja dengan 2 kursi menceritakan dengan bangga.
Meja dengan 1 kursi berbicara pelan,"Kalian adalah meja-meja yang hebat, meja yang penuh kehormatan, penuh tawa, penuh ilmu, penuh kasih sayang dan kebaikan. Dalam minggu ini, tidak ada yang datang ke mejaku. Terkadang, mereka mengatakan mejaku terlalu kecil atau kursiku hanya satu." Begitulah cerita meja dengan 1 kursi.
Semua meja telah menceritakan kehebatan mereka. Tuan lampu menyatakan bahwa lomba akan dilanjutkan besok.
Keesokan harinya, setelah restoran tutup, Tuan lampu kembali memimpin lomba tersebut.
"Ceritakan apa yang kalian alami hari ini!" Ucap Tuan lampu.
Meja dengan 50 kursi terlihat kesal,"Hari ini aku kecewa melihat para pejabat. Makanan mereka bersisa. Mereka tidak menghargai pendapat orang lain."
Meja dengan 20 kursi terlihat sedih,"Hari ini, anak-anak itu ribut, bertengkar, saling melempar makanan kemudian menangis. Meja dan kursiku kotor dan berantakan."
Meja dengan 5 kursi huga terlihat sedih,"Hari ini, anak-anak bertengkar, menangis dan tidak mau makan. Papa dan mamanya marah."
Meja dengan 2 kursi berkata,"Hari ini, dua orang yang datang ke mejaku bertengkar karena sesuatu. Aku kecewa."
Meja dengan 50 kursi, 20 kursi, 5 kursi, dan 2 kursi menatap meja dengan 1 kursi. Meja tersebut tersenyum dan kemudian berbicara dengan tenang."Hari ini, ada berbagai kejadian terjadi di mejaku. Tadi, seorang pejabat pindah ke mejaku. Aku mendengar dia bertekad membuka bisnis baru. Ia akan berusaha sendiri, karena teman-teman bisnisnya meninggalkannya. Ia berkata, ia senang berada sendirian di mejaku. Ia menjadi tenang dan bisa memikirkan rencana baru.
Saat ada anak yang menangis, ia membawa makanan dan pindah ke mejaku. Ia mengatakan bahwa ia merasa lebih tenang dan dapat menikmati makanannya."Semua meja menatap meja dengan 1 kursi tersebut."Oh, iya, ketika anak-anak dari keluarga itu bertengkar, Mama dan anak yang menangis itu pindah sementara ke mejaku. Karena kursiku hanya satu, maka, mama itu memangku anaknya. Ia menyuapi makanan dan menasihati anaknya. Aku senang sekali, karena anak itu menghabiskan makanannya." Meja dengan satu kursi kembali tersenyum.
"Dan sore tadi, ada seorang wanita pindah ke mejaku. Ia menangis dan air matanya membasahi mejaku. Aku tidak dapat berbuat apa-apa. Tetapi, setelah selesai menangis, wanita itu ternyata menjadi lega. Ia memesan es krim, lalu pulang. Aku jadi ikut bahagia."
Semua meja dan kursi terdiam. Tuan lampu juga ikut terharu.
"Baiklah, besok adalah hari terakhir lomba. Kita akan lihat, siapakah meja terhebat." Kata Tuan Lampu. Akan tetapi, meja dengan 50 kursi, 20 kursi, 5 kursi, dan 2 kursi berkata,"Tidak! Kami sangat terharu dengan cerita meja dengan 1 kursi. Kami terlalu sombong. Saat ada yang kecewa, sedih, menangis, meja dengan 1 kursi sangat berguna bagi mereka."
Tuan Lampu memutuskan bahwa perlombaan meja terhebat dihapuskan."Kalian semua adalah meja-meja yang hebat. Setiap meja punya kelebihan masing-masing. Tidak ada yang tidak berguna. Jika sudah waktunya, semua akan terlihat kegunaannya."