Hana penasaran dengan salah satu ruangan di rumahnya. Pintu kamar itu selalu terkunci. Sedari kecil ia selalu ingin melihat isi kamar itu.
Sampai akhirnya saat kedua orang tuanya pergi, ia mengambil kunci di kamar kerja ayahnya. Hana lalu membuka kamar itu.
Ia melihat foto wanita yang mirip dengannya. Siapa wanita itu? Kenapa wajahnya mirip denganku?
Hana lalu melihat isi laci. Ia menemukan sebuah diary. Air matanya menetes. Kisah cinta pemilik diary itu sangat tragis. Sebulan sebelum pernikahannya, sang calon suami meninggal.
Diary ...
Saat ini perutku sudah membesar. Kata dokter bayiku perempuan. Nama apa yang bagus untuknya?
Dulu Joshua bilang ia ingin menamai putri kami dengan Hana.
Hana ...
Mama nggak sabar ingin ketemu Hana.
Wanita ini hamil? Siapa suaminya? ~ Hana membaca lagi diary itu. Air matanya menetes.
Apa aku anaknya?
Hana meminta penjelasan dari kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya akhirnya mengaku kalau Hana bukan anak mereka, tapi cucu mereka. Putri mereka yang merupakan ibu kandung Hana meninggal saat melahirkan Hana.