Hari ini adalah hari yang mendebarkan untuk Fira, tentu saja karna hari ini hari valentine.
kemarin malam Fira menghabiskan berjam jam untuk mencetak coklat nya dan membungkusnya dengan kotak kecil yang terlihat indah.
"ku harap aku bisa memberikan coklat ini untuknya" dengan perasaan yang berbunga bunga melangkah pelan menuju kelasnya.
namun perasaan itu langsung di hancurkan ketika melihat tumpukan coklat di meja pria yang di sukai ya dan lagi pria itu sedang berbicara sambil tertawa dengan seorang gadis.
lalu temannya mengagetkan Fira dari belakang.
"fir, pagi!" teman nya yang di menggagetkannya tidak menyadari bahwa wajah Fira yang berseri seri tadi sudah hilang dan sedang menatap kosong ke arah pria yang di sukai ya.
"oh? si Rido? dia katany sedang dekat dengan anak kelas sebelah bernama Nanda yang sedang mengobrol sama dia itu" temannya menjelaskan dan memperburuk wajah Fira.
temannya itu sama sekali tidak sadar kalau dia telah memperburuk mood temannya itu.
Fira duduk dengan tenang di kursinya tanpa memperdulikan rasa kecewanya dan melirik sedikit ke arah Rido.
kagetnya Fira karna dia melihat Rido juga menatapnya.
'hm? mungkin dia melihat ke arah lain bukan? aku terlalu PD' Fira memalingkan wajahnya dan mulai mengobrol dengan temannya tadi.
beberapa menit kemudian Nanda meninggalkan kelas nya dan tersisa Rido yang duduk dengan tenang menatap Fira dari kejauhan.
merasakan tatapan Rido Fira menatap tajam kearah Rido dengan jengkel.
'astaga dia mau bikin aku tambah jengkel? hmph' Fira berdiri dari kursinya dan keluar kelas menuju toilet.
dan tanpa sepengetahuannya Rido juga mengikutinya.
lingkungan menuju ke WC memang sepi dan Rido memanggil Fira.
"Fira! tunggu" Rido mengejer Fira yang dengan jengkelnya melangkah cepat menuju ke WC Cewe.
"ha?" Fira mendengar suara yang familiar dan menoleh ke belakang melihat Rido yang sudah berada selangkah di belakangnya.
"eh? kamu ngikutin aku?" Fira kaget.
"tentu" Rido mendekat dan berkata pelan.
"cemburu?" lanjut Rido.
"siapa? aku gk peduli kamu gimana" Fira berbalik dan ingin berjalan menuju WC.
namun tangannya di genggam Rido.
"oke kalo gk cemburu ngapain bawa Coklat ke WC? mau di makan sendiri? aku minta boleh?" Rido melirik kotak coklat yang di sembunyikan Fira di saku roknya.
"kamu sudah punya banyak coklat!" Fira mendengus dan mencoba melepaskan tangan Rido.
"aku gk mau yang lain" Rido menatap Fira.
"Cih! Kenapa gk minta sama si Nanda anak kelas sebelah?" Fira dengan jengkel.
"Nanda? puft" Rido ingin tertawa namun di tahannya.
"cemburu sama Nanda? gk usah deh fir nanti kamu mau tunggu aku di belakang? Di bawah pohon besar itu?" Rido.
"buat?" Fira menaikan satu alisnya dengan penasaran serta wajah jengkel yang tak di tutup tutupi.
"udah gk usah nanya nanti aku kasih tau" Rido melangkah pergi meninggalkan Fira yang masih berdiri dengan bingung.
'kenapa sih tu cowo?' Fira tak memperdulikannya lagi dan masuk ke dalam WC namun tidak untuk memakan coklat dia hanya duduk berpikir di kursi depan pintu toilet sebentar.
tanpa terasa bel pulang berbunyi dan Fira dengan patuh berjalan ke tempat yang di janjikan walau hatinya merasa sangat jengkel, tadi Rido sama sekali tidak masuk kelas untuk belajar dan membolos di semua pelajaran.
berjalan dan duduk di bawah pohon yang rindang Fira menggerutu.
"kemana sih dia?" Setelah menunggu lima menit penuh Kesabaran Fira sudah hilang namun siapa sangka suara Rido terdengar dari atas pohon.
"Fira? mau kemana?" Rido turun dan tersenyum senang melihat di kantong tas Fira masih ada kotak coklat yang tadi pagi nyaris gk bisa dia makan.
"buat apa? mau bikin aku tambah jengkel?" Fira hampir mengamuk.
"gk tuh" Rido mengambil coklat dari kantong tas Fira tanpa permisi dan membukanya dengan penasaran.
di dalamnya ada 3 buah coklat berbentuk hati yang tersusun rapi.
wajah Fira memerah antara malu dan marah.
"Rido?! kembaliin" Fira berusaha mengambil kembali namun tinggi badannya tidak bisa membantunya untuk mengambil kembali kotak coklat dari tangan Rido.
lalu satu coklat melayang dan jatuh ke tanah.
pupil mataFira dan Rido tiba tiba membasar melihat coklat yang jatuh ketanah.
mata Fira sontak berair dan dan wajahnya sangat sedih.
"Fira... maaf" Rido melihat Fira dengan tatapan memohon dan sedih.
"oke udah, kamu cuman mau bikin aku malu kan?" Fira terisak.
"gk Fira" Rido menaruh kedua coklat di tanah dan memegang kedua pipi Fira.
"aku minta maaf" Rido.
"Nanda itu kakak sepupu aku dan... aku suka sama kamu Fira gk niat sama sekali aku buat bikin kamu nangis itu tadi gk sengaja Fira" Rido mengusap air mata Fira dengan lembut dan menariknya untuk duduk di bawah pohon.
"oke karna kamu udah bikin ini jadi kamu juga makan satu gih" Rido mengambil kedua coklat dan memberikannya pada Fira satu.
Fira diam dan mengambil coklatnya.
"oke, liat deh coklat yang jatuh tadi dah di kerumunin semut cepat banget kan ? itu artinya coklatnya manis, boleh ku makan?" Rido bertanya sambil menunjuk Coklat yang jatuh ke tanah.
"hm, makan aj" Fira ikut melihat ke arah para semut yang terlihat begitu sibuk dengan makanan mereka.
"jadi? kamu mau jadi pacar aku? aku suka kamu Fira" Rido memainkan rambut Fira.
Fira hanya diam dan menggigit coklatnya tiba tiba berdiri dan berlari meninggalkan Rido yang terkejut.
"Fira tunggu!" panggil Rido
saat sudah cukup jauh Fira berteriak dan menoleh.
"Kalau kau bisa" sambil tersenyum manis dan berlari menjauh.
Rido tertengun dan tersenyum.