Masih dengan kisah Gea. Sudah seminggu ini ia bolak balik Rumah sakit X, bukan mencari berita kebutuhan pekerjaannya atau bahkan keluarga yang sedang sakit atau juga dirinya sendiri yang mengharuskan check up rutin.
Soni, sahabat sejak ia SMA yang sering menyatakan perasaan pada Gea, sedang terbaring lemah tak berdaya. Gea tidak mau tau detail apa penyakit dari Soni, yang ia yakini adalah "Kamu akan sehat dan beraktifitas kembali seperti biasa".
Entah berapa kali Soni menyatakan perasaannya pada Gea, yang hanya dijawab dengan senyum, atau bahkan kalimat standar penolakan, "Kita cocok berteman aja", "Aku belum mau pacaran", "Jangan rusak persahabatan kita dengan perasaan berbeda" juga banyak kalimat lainnya.
Sore ini, Gea duduk tepat disamping hospital bed Soni. Menatap wajah pucat juga tirus dengan mata yang terpejam. "Son, aku datang lagi. Kamu kenapa belum bangun sih."
Sunyi tidak ada jawaban dari Soni hanya bib bip suara alat medis yang mewakili denyut jantungnya. "Aku pulang deh, kamunya diem aja. Aku besok ke sini lagi, kamu bangun ya! Bosan cuma dengar Bip Bip terus."
Keesokan hari, seusai pulang kerja Gea menyempatkan diri mendatangi Soni di rumah sakit.
Saat sampai di depan ruang rawat Soni, beberapa orang anggota keluarganya sedang terisak. Melihat itu Gea segera masuk ke ruangan, tampak dokter sedang menempelkan alat kejut jantung pada tubuh Soni. Entah berapa kali sudah mereka melakukan itu sampai akhirnya salah satu perawat menyebutkan waktu, waktu kepergian Soni. Suara bip bip yang mewakili denyut jantung Soni berubah menjadi bip panjang, yang akhirnya mesin tersebut dimatikan oleh salah satu perawat.
Gea menghamburkan dirinya pada tubuh Soni yang terbujur kaku, "Soni, bangun Son. Aku janji akan balas perasaan kamu, tapi kamu bangun. Aku enggak suka suara denyut jantung kamu begitu, aku ingin dengan denyut jantung kamu disini," tangis Gea sambil menyentuh dada kiri Soni.
"Soni, please. Maafin Aku Son, maafin aku yang terlambat menyadari semua."
(Feb-2022) ~ Terkadang kita menyadari sesuatu itu terlambat, manusiawi.