Seorang wanita tengah duduk diatas ranjangnya dan asik menonton salah satu serial drama di laptopnya.
Wanita itu bernama Sabila Aulia, ia senang menonton serial drama hingga larut malam, hingga di satu malam ia mengalami satu kejadian aneh secara beruntun yang membuatnya merinding ketakutan.
Pada saat itu, Sabila yang masih duduk di atas ranjangnya itu, tidak menyadari bahwa waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, Sabila masih asiknya menonton serial drama di laptopnya.
Beberapa menit kemudian, tiba tiba di atap kamarnya terdengar suara gemuruh yang keras.
BRUK!
Suara sesuatu yang jatuh dengan keras dari atas, terdengar oleh Sabila di kamarnya sendiri, ia mendengar suara yang jatuh dari atap ke kamarnya, yang jelas suara jatuhnya terdengar dekat dengan telivisi kamarnya.
Ia melihat sekeliling, tidak ada apaun di kamarnya, ia melihat jam yang menunjukan 23.26 saat itu. Ia merinding, dan refleks berlari keluar sembari berteriak ketakutan, "Mamahhhhh!!"
Itu adalah malam yang menjadi awal kejadian misterius yang ia alami secara berturut turut kedepannya.
Keesokan harinya setelah kejadian tersebut, Sabila mulai menganggap hal kemarin hanya angin lewat, ia pun melakukan kegiatan seperti biasa di kamarnya.
Saat jam menunjukan pukul jam 8 malam, Sabila berjalan ke depan meja untuk mencharger ponselnya yang sudah lowbat, posisi tempat charger dan televisi mempunyai jarak yang berdekatan.
Saat ia sedang memasukan charger terdengar sesuatu dari arah televisi.
"Sssttt"
"Sssttt"
'Eh?itu apaan? suara dari tv kayaknya' guman Sabila tidak berprasangka apa apa.
"Sssstt"
"Sssstt"
Suara tersengar lebih jelas oleh Sabila, Sabila pun menyadari, itu bukan suara yang berasal dari televisi, ia pun refleks berlari keluar kamar meninggalkan ponselnya disana.
Hari berikutnya Sabila tidak tidur di kamarnya karena kejadian yang ia alami akhir akhir ini. Lalu pada satu hari seluruh keluarga besar berkumpul di rumah Sabila, ia pun menberanikan diri kembali ke kamarnya dan kembali membuka laptopnya bersama dengan saudaranya.
Seluruh keluarga menginap di rumah Sabila saat itu. Pukul 9 malam Sabila dan saudara2nya menonton film dilaptopnya. Pintunya terbuka lebar yang membuat siapapun mengetahui di di dalam kamar terdapat seseorang.
Tiba tiba sang kakak melewati kamarnya, lalu kembali menengok ke kamar adiknya dan berdiri terheran heran di pintu kamar.
"Kenapa kak?" tanya Sabila penasaran.
"Ahh engga" jawab sang kakak sembari tersenyum. Sabila yang merasa aneh dengan kakanya menghampiri kakanya yang sudah pergi meninggalkan kamarnya.
"Apaan ih kak" tanya Sabila sangat penasaran. "Engga, tadi kaka liat di deket televisi kayak ada anak kecil, tapi pas diliat lagi gaada, kayaknya salah liat aja" balas sang kakak membuat Sabila merinding.
"Udah ah, cuman salah liah kayaknya, sana ke kamar lagi" perintah sang kakak kepada adiknya, Sabila.
Keesokan harinya, Sabila tengah asik bermain ponselnya di ranjangnya, saudara dan keluarga yang lain masih berada di rumahnya sedang berkumpul di ruang tengah.
"Ma, pengen disini" ucap anak berumur 3 tahunan (Author lupa umurnya) kepada mamanya.
"Ngapain? di kamar si kaka mah gaada mainan" ucap sang ibu kepada anaknya yang sejak dari tadi asik ingin berada di kamar Sabila. "Ada mainan" jawab anak tersebut.
"Gaada, cuman kamar berantakan aja disini mah, hayu ah keluar" ucap sang Ibu.
"Iya disini mah gaada mainan" ucap Sabila menambahkan dan membawa anak tersebut ke ruang tengah.
Lalu sang anak tersebut berlari kembali ke kamar Sabila, para orangtua dan saudaranya membiarkannya, karena hanya seorang anak kecil.
Lalu sang anak kembali lagi ke ruang tengah, dan semua orang memperhatikan anak kecil tersebut "Di kamar kk ada mainan" ucap anak tersebut.
"Mainan apa di kamar kk?" tanya sang ibu.
"CILUK BAA" ucap sang anak tersebut sambil memeragakan tangannya di mukanya.
Semua orang terdiam, mereka merasa herang, suasanya sangat hening. Lalu sang ibu berkata, "Dimana?"
Sang anak berlari ke kamar Sabila diikuti oleh orang dewasa dan Sabila sendiri.
"Disini" ucap sang anak sembari menunjuk ke bawah ranjang Sabila. Semua orang dewasa terdiam, Sabila melirik kepada sang kakak.
Jadi? Yang dilihat oleh sang kaka itu benar adanya? Menurut kalian bagaimana?
Ini cerita yang di alami oleh teman author
jangan lupa like and coment gais...