" Aku akan terlahir kembali di masa depan hanya untuk mencintai mu "
Suara itu menggema hingga Arini terbangun dengan nafas terengah dan peluh yang menetes.
" Huh hah hah ternyata cuma mimpi "
Arini bangun dan mencuci wajahnya, sambil menatap pantulan dirinya di cermin.
" Kenapa aku terus bermimpi tentang wanita itu "
Dia terus bermonolog mengingat setiap kali dia bermimpi tentang seorang wanita yang berjanji akan terlahir kembali demi seorang pria yang dia cintai.
" Aku yakin ini terjadi karena tugas kuliah ku yang menumpuk "
Sore ini Arini keluar dari asrama kampus untuk membeli perlengkapan kuliah.
Dia berjalan tidak jauh dari asrama ada sebuah minimarket yang menjual alat tulis sekolah.
Hari ini musim semi, cuaca sedikit dingin dan Arini lupa menggunakan jaket, dia terus berjalan sambil menahan dingin yang menyusup di tubuhnya.
" Musim semi kali ini benar-benar dingin " mengusap lengannya.
Setelah mengambil beberapa perlengkapan kuliah dan beberapa snack untuk camilan malam nanti, Arini memeluk belanjaan yang di bungkus dengan box kertas lalu berjalan keluar, tiba-tiba
Bruk.....
Seorang bertubuh tinggi dengan hoodie hitam menabrak Arini.
" Ah astaga belanjaan ku " sambil memunguti belanjaannya yang terjatuh
Tapi laki-laki dengan hoodie hitam tetap diam pada posisi semula tidak beranjak sedikit pun untuk membantu Arini.
" Hey kau itu sudah menabrak ku tapi masih diam saja, apa kau tidak tau sopan santun hah ? " oceh Arini lalu menatap pada laki-laki yang menabraknya
" Kenapa kau hanya diam ? apa kau tuli ? apa ibu mu tidak mengajarkan sopan santun ? apa kau "
Cup
Tiba-tiba laki-laki itu memberi kecupan di bibir Arini yang terus mengoceh.
Seketika pupil mata Arini membesar, sambil memegangi bibirnya yang tiba-tiba mendapat serangan mendadak dari orang asing.
" Kau " Arini ingin memberi tamparan pada laki-laki berhoodie hitam
Namun
" Akhirnya aku menemukan mu Tuan putri " tatapan rindu oleh laki-laki itu, sorot mata seakan dia benar-benar sudah pernah bertemu Arini, lalu mendekap erat Arini.
Saat kedua tubuh itu saling mendekap, tiba-tiba Arini melihat dengan jelas masalalu yang ada di mimpinya.
Seorang Tuan putri dengan pakaian kerajaan terbaring dengan tusukan belati di dada, dia berjanji kepada seorang yang dicintai.
" Aku akan terlahir kembali "
" Aku akan terlahir untuk mencintai mu lagi"
" Aku hanya akan terlahir untuk mencintai mu"
" Ka.. kaukah itu ? "
em.....
Tamat.