Hai, nama ku Miko, umur ku 15 tahun, dan aku ialah seorang Dewi Mimpi.
Dewa&Dewi tak akan pernah menua sedikit pun, jika seorang dewa&dewi nak menua ia boleh buat dirinya menua seperti manusia, dan semua dewa&dewi ada jawatan masing² di alam dewa&dewi.
Dewa&Dewi juga akan kekal abadi.
_______________________
~Danau~
Di sebuah Danau yang tenang dan indah yang memukau.
"Bosannn.....".*ucap ku bosan sambil memainkan air danau dari tepi.
"Nah, kan sudah ku bilang, masih aja...".*ucap seorang dewi kepada ku sambil berjalan menghampiri ku.
Aku pun menoleh.
"Hmpp...".*aku memucungkan bibir ku sambil mengalihkan pandangan ku ke arah air danau.
Dewi tadi namanya, Clarya, umurnya 21 tahun, Clarya memegang jawatan dewi sebagai Dewi Siang Clarya.
"Raja, nak bertemu...".*ucap Dewi Siang Clarya, sekarang sudah berdiri di samping ku.
"Kenapa ?".*ucap ku asal²an, sebab aku sekarang tengah malas nak berjalan dan bosann.
"Masih, tanya aja, princess ya...".*ucap Dewi Siang Clarya sambil cubit pipi ku.
"Sakit....".*ucap ku kesal sambil mengeluh kesakitan sebab cubitan dari Dewi Siang Clarya.
Dewi Siang Clarya pun berhenti cubit pipi ku.
"Pergi sana....".*ucap Dewi Siang Clarya kepada ku.
"Ya², bawel....".*ucap ku kesal kepada Dewi Siang Clarya sambil memucungkan bibir ku lalu pergi menuju ke arah istana alam fantasi.
_________________________
~Di Istana, Di Gerbang~
Aku sudah sampai, dan berjalan mendekati penjaga Gerbang istana.
"Dewi Mimpi Miko....".*ucapnya sambil menunduk tubuh nya menghadap ke bawah.
"Iya...".*jawab ku sambil melewati Penjaga Gerbang Istana.
Penjaga Gerbang istana bangun apabila aku sudah pergi dari hadapan nya.
_____________________
~Di Aula Utama Istana~
Aku sudah ada di Aula Utama Istana.
"KREKKKK".*bunyi pintu Aula Utama di buka.
Nampaklah, Seorang Wanita yang cantik mempesona, wajahnya putih gebu, bibirnya berwarna merah, dan berpakaian emas tulen, nama nya ialah Permaisuri Ainul di samping kirinya ialah seorang lelaki, yang berwajah tampan dan mempesona, wajah nya nampak tegas namun hati nya lembut bak sutera, bernama Raja Hariz. Raja dan Permaisuri duduk di singah sana masing².
Aku memegang hujung kain di bahagian hujung jariku, di antara kedua jari telunjuk dan ibu jari, aku mengangkat sikit kain ke atas, sambil menundukkan badan ku ke bawah sedikit tanda hormat ku.
Raja Hariz memberi isyarat supaya aku bangun. Aku pun bangun, ke dua tangan ku, dan merapatkan kedua tangan ke perut.
"Tuan Raja, ada perlu apa ?, nak bertemu dengan saya".*ucap ku dengan berhati-hati dan sopan, takut salah cakap, kalau salah cakap kena, sreekk.....,.
"Tak perlu kaku juga".*ucap nya penuh berwibawa.
"Baikk....".*ucap ku canggung, sambil menilik ke arah penjaga pintu masuk Aula Utama.
"Tak selesa ?.....".*tanya Raja Hariz kepada ku.
"Hehehe, tak lah....".*ucap ku setengah cengesan, dan tersenyum canggung.
Tiba²
Raja Hariz bagi isyarat pada para penjaga pintu masuk Aula Utama, supaya bubar dari hadapan nya. Mereka pun pergi.
"Sekarang, canggung lagi ?".*ucap nya kepada ku sambil lihat raut wajah ku dengan dalam.
"Ti....tidak....".*ucap ku.
"Baiklah, saya arahkan kamu datang jumpa saya sebab......".*ucapnya mengantung, aku penasaran dengan perkataan apa yang akan dilanjutkan.
Aku menantikan jawapan dari seorang pria yang bergelar Raja Syurga/Neraka, bernama Raja Hariz.
"Aku, nak kamu melatih seorang anak hantu lelaki dan hantu gadis yang gentayangan di dunia....".*ucap Raja Hariz kepada ku.
"Bawa dia ke sini, dan latih dia seperti anak murid mu, sendiri...".*ucap Raja Hariz serius.
"Ta....".*ucap ku ragu.
"Tidak ada, tapi²an".*ucap Raja Hariz dengan tegas.
"Baik".*jawab ku dengan tegas.
Aku pun keluar dari ruang Aula Utama, ke rumah ku dan berangkat ke dunia manusia.
_______________________
~Di Dunia Manusia~
Aku pun mulai menyusuri ke semua tempat yang gelap, termasuk tempat terakhir kali budak itu lewat.
Iaitu, di Gang gelap yang sedikit aneh menurutku.
Tiba²
Aku terjumpa seorang hantu gadis yang tengah duduk menunduk di jalan.
"Adik....".*sapa ku dengan lembut.
Budak itu menoleh ke arah ku. Aku tersenyum.
"Adik, tahu tak ?, seorang hantu budak lelaki yang mati disini ?".*ucap ku kepada hantu gadis itu yang mungkin sudah 20 tahun yang lalu mati.
"Sana~....".*jawab gadis itu dengan suara has hantu sambil menunjuk ke arah sebuah rumah angker.
"Terima kasih....".*ucap ku berterima kasih kepada hantu gadis itu.
"Akak, pergi dulu ya....".*ucap ku kepada hantu gadis itu.
Baru beberapa langkah ku beranjak dari tempat berdiri ku tadi. Muncul seorang Dewa.
Aku menoleh. Dewa itu pun membalas tatapan ku.
"Tak, ku sangka, kita akan berjumpa di sini....".*ucap nya kepada ku, nama nya Dewa Kematian Ares.
"Iya..".*jawab ku.
"Kamu, buat apa di sini ?...".*ucap ku kepada Dewa Kematian Ares.
"Seperti biasa...., menjemput hantu gentayangan di dunia....".*ucap nya kepada ku.
"Oh ya, kalau, kamu ketemu sama hantu budak lelaki kira² umurnya 6 atau 7 tahun dan, Hantu gadis, berumur 3 tahun, gitu....".*ucapan ku terpotong oleh.....,.
"Nak, buat apa ?".*tanya nya kepada ku dengan tegas dan ialah yang potong ucapan ku tadi.
"Tuanku. nak aku jadi kan mereka anak murid ku....".*aku mengantung ucapan ku.
"Kenapa ?, atau sebab kau selalu menolak semua orang rokomendasi, Tuanku".*ucap nya teka.
Aku pun menganguk menanda kan, ucapan Dewa Kematian Ares, tadi ialah benar.
"Yah, sudahlah, aku pergi dulu...".*ucap ku berjalan berlalu pergi sambil melambaikan tangan ku kepada Dewa Kematian Ares.
Dewa Kematian Ares menganguk dan melanjutkan pekerjaan nya.
_______________________
Aku sudah sampai di sebuah rumah angker yang di tunjuk hantu gadis tadi. Aku masuk ke dalam rumah angker itu.
Nama hantu budak lelaki itu ialah, Fida'us. Memiliki seorang adik perempuan yang sangat ia sayangi, bernama Fika.
Aku menyusuri setiap ruangan yang ada di dalam rumah angker yang besar, seperti Rumah Banglo yang sudah di tinggalkan lama oleh pemiliknya kira² 15 tahun lalu, tapi kalau di dunia ku, 15,000 Ribu yang lalu.
Setiap ruangan yang aku masuk semuanya gelap. Sampai di satu ruangan yang sangat gelap dari ruangan yang lain.
Aku masuk ke dalam ruangan itu.
______________________
Aku melihat seorang hantu budak lelaki yang aku cari, tengah mencari seseorang, dan seorang hantu gadis berumur 3 tahun. Aku rasa mereka tak dapat saling melihat selepas adik nya Fika, mati.
"Haii.....".*sapa ku lembut kepada hantu budak lelaki dan hantu gadis.
Mereka menoleh.
"Fida'us, Ayoo....".*sambil menghulurkan tangan kanan ku ke hadapan Fida'us.
Fida'us, tak menjawab dan nampak ragu untuk menjawab pertanyaanku.
"Gimana ?, adikku...".*ucap nya kepada ku.
"Adikmu, sudah ada disana".*jawab ku, dan berbohong.
"Aku, nak berjumpa dengan, adik ku".*ucap nya kepada ku.
"Iya, nanti, ayooo....".*ucap ku seraya pandang muka Fida'us dan adiknya Fika, tanpa sepengetahuan Fida'us, mungkin mereka hanya boleh mendengar suara mereka saja, tanpa melihat wajah yang mereka rindukan.
_____________________
~Dunia Dewa&Dewi~
~Danau~
Aku, Fida'us dan Fika, sudah ada di Danau yang selalu jadi tempat curhatanku.
"Ok, Apakah kalian nak jadi anak muridku ?.".*ucap ku sambil melihat wajah mereka satu persatu.
"Sapa,, kalian ?".*ucap mereka serentak.
Aku, pun tersenyum.
"Baik, kalian hanya boleh melihat diri kalian, masing², bila waktu latihan saja".*jawabku.
Mereka menganguk.
"Apakah, kalian nak jadi anak muridku...".*ucap ku lagi.
"NAKK.....".*ucap mereka serentak.
"Baik, kalian harus berusaha walau gagal dalam satu hal...".*ucap ku kepada mereka.
"BAIK.....".*ucap mereka semangat.
"Panggil, Cikgu, dengan sebutan....".*aku mengantung ucapan ku.
Nampaknya, mereka penasaran dengan nama ku, dari reaksi wajah mereka.
"Cikgu Miko...".*ucap ku, tanpa aba², sebab aku rasa , aku tak sanggup lihat reaksi wajah mereka yang antusias.
"Baik, Cikgu Miko...".*ucap mereka dengan semangat.
"Baik, latihan di mula kan esok pagi....".*ucap ku.
"Baik..".*ucap mereka semangat.
"Siapkan, diri kalian dan mental kalian....".*ucap ku.
"Baik, Cikgu Miko".*jawab mereka semangat.
"Berkumpul disini, pukul 06:30 Pagi...".*ucap ku.
"Tempat tinggal kalian, sudah, Cikgu siapkan...".*ucapku.
"Pergi, ke tempat tinggal Dewi-Jiwa, bernama Alisa...".*ucap ku sambil bagi satu kertas yang berisi alamat.
"Baik, Cikgu...".*ucap mereka dengan semangat.
"Sudah, sana pergi...".*ucap ku.
Mereka pergi dari pandanganku.
_______________________
Beberapa Ribu Tahun Kemudian.
Aku melatih mereka dengan segenap jiwa ku. Sampai mereka dapat gelaran, Dewa&Dewi, bawah pimpinan aku, Dewi Mimpi Miko.
Fida'us, dapat gelaran, Dewa Malam Fida'us.
Fika, dapat gelaran, Dewi Bintang Fika.
_______________________
~Tamat~