Cukup, cukup sudah...
hah ..
Sepertinya sudah cukup untukku menunggumu. Waktunya untukku keluar, keluar dari zona amanku yaitu merelakanmu, melupakanmu...
Aku tidak akan bilang bahwa apa yang kulakukan sia-sia, penantianku tidaklah sia-sia. Saat menantimu banyak hal yang mengubah hidupku, hatiku, bahkan mentalku. Aku belajar sabar, bahkan sangat sabar. Aku belajar mencintai, menyayangi tanpa adanya pertemuan, komunikasi yang baik. Aku berusaha mencintaimu bermodalkan kata-kata yang pernah kau ucapkan dengan air mata untukku. Aku berusaha tetap menyayangimu, merindukanmu bermodalkan setiap kenangan yang ada padaku. Sepertinya kini sudah waktunya untukku berhenti, aku tidak menyerah tapi aku, aku ingin bahagia secara nyata. Salahkah aku menginginkan itu?? salahkah aku tidak lagi menunggumu??
Aku bukan mengingkari janji kita, tapi kau, kau yang mengingkari kata-katamu membiarkanku larut dan tenggelam dalam ruang gelap yang kau ciptakan. Aku kosong, aku kedinginan, kini aku sudah tidak sanggup lagi. Aku butuh tempat yang terang dan hangat, aku ingin itu...
Maafkan aku, kini aku merelakanmu. Aku berdoa pada Tuhan kiranya kau bahagia, seperti aku yang sedang mencari kebahagiaanku lagi. Terimakasih untuk kenangan indah, bahkan untuk setiap luka yang kau berikan.
Di setiap luka yang ada, yang sekarang sudah menyatu dengan diriku namun masih ada celah kecil kenangan indah disana. Penguatku, penyemangat ku kemarin..
semoga kini celah kecil itu mampu menyembuhkanku dengan merelakanmu ...
Berbahagialah, agar aku bahagia dan merasa tidak sia-sia menunggumu selama ini...
Terimakasih pernah menjadi tempat ternyaman, rumah kedua bagiku, bersamamu indah bahkan sangat indah. Tapi kini aku sadar semua yang indah tak harus ku miliki selamanya. Mungkin ini hukumanku karna terlalu terlena dan lupa bersyukur selama bersamamu. Mungkin ini hukumanku karna terlalu mencintaimu dan melupakan banyak hal...
Terimakasih penyembuh dan kini luka bagiku 🖤
~RM~