Hai wanita! Wanita yang bersuami. Janganlah kamu mengaku sebagai istri soleha jika masih suka membicarakan keburukan suami kamu. Menyampaikan kejelekannya sama artinya membuka aib kamu sendiri. Walaupun kamu dalam keadaan marah, kecewa, sakit hati sebisa mungkin kamu jangan mengadukan masalah kamu ke orang lain perihal rumah tangga kamu.
Hai wanita yang sudah bersuami! Walaupun kamu sangat penurut terhadap suami kamu. Walaupun kamu pernah menuntut. Walaupun kamu sangat setia dan pengertian. Jika kamu mengumbar segala permasalahan kamu, itu sama saja mengumbar keborokanmu sendiri.
Jika kamu menyayangi suami kamu, sayangilah dengan segala kekurangan nya. Tulus ikhlas akan pemberian darinya. Hargailah segala usaha- usahanya untuk memberikan kesenangan dan kebahagiaan itu untukmu. Walaupun kamu mulai tidak bersyukur karena kurangnya nafkah itu. Setidaknya hargai segala hasil dari keringat nya untuk kamu dan juga anaknya.
Kamu istri soleha akan menjadi pagar yang melindungi rumah kamu. Melindungi dari serangan tanaman yang tumbuh liar di sana. Kamu akan menjaga pagar itu supaya tidak dimasuki binatang buas yang siap menerkam keamanan kalian.
Hai istri yang soleha! Hadapi lah suami kamu yang dingin itu dengan senyuman yang menghangatkan. Senyummu bisa membuat leleh setiap kebekuan hatinya. Berikanlah semua itu sesuai maunya. Maunya ingin dihargai, dihormati, diagungkan selayaknya seorang raja. Dan Raja akan kembali menghargai kamu sebagai ratunya yang duduk di sebelah nya. Menjaga hati nya dari godaan- godaan mata liar wanita- wanita yang mencoba mengganggu nya.
Istri soleha! Cukup diam dan mendengarkan setiap nasihat baik dari suaminya. Membimbing nya ke jalan yang di ridlo. Surgamu terletak pada ridlo suamimu.
(Jambi, 21 Januari 2022)