uhuk....uhuk... suara pria bernama sutino subur berusia 25 tahun batuk didapur meniup cerobong untuk mandi.
Tino tidak menyangka hidupnya yang dulu masih muda punya banyak uang , berfoya-foya , berkelahi menjadi petani didesa. dia menghela nafas dengan nasib. kalau bukan karena adikkya yang 5 tahun lebih muda memfitnahnya dia mungkin bisa membuka bisnis kafe. ini hukuman karena sifat pemarahnya diusir dari rumah.
sejak tinggal 1 bulan didesa dia merasa bosan hidup neneknya sudah tua dan agak tuli jadi saat berbicara harus teriak punya sawah 2 petak diberikan padanya. Tino mulai merasa bisakah dia bersyukur atau nasib sial tertimpa batu. sial hiks:'(
" NENEK TINOOO MANDI DULUUU ! " Tino berteriak pada neneknya. airnya panas Tino bersiap mandi.
"IYAAA"
neneknya mendengar suara cucunya . pergi merebus ubi untuk sarapan pagi.
........................................................................
Tiba disawah
Tino melihat kacang ditanam tumbuh merasa pengorbanan tidak sia-sia.
Tino mulai mencabut rumput yang menganggu dilahan tanaman kacang dengan bersenandung. melihat ada 2 anak kecil tetanganya main layangan dipagi hari Tino mulai was-was. dua anak nakal usia 8 tahun toto dan budi tidak ada habisnya menganggu disawah coba lihat apa yang mereka lakukan.
" Kak Tino kak tino lagi ngapain main yuuk... main layang ku ucap toto dengan senyum diwajah sambil melompat lompat .
"iya nih kak tino bujang desa "
" Kak Tino kak ngapain disawah itu pekerjaan pria dan ibu dewasa kak... kak Tino mending cari pacar " kata budi dengan nada dewasa menasihati Tino merasa hidup kaknya kesepian.
Tino mendengar usap dada mereka merasa seperti tertusuk jarum. aduuuh anak boncil ini kalau bicara benar tapi sakit huft. tino tak tahan berteriak
" HEH DENGAR BONCIL BONCIL KAK INI KERJA JANGAN GANGGU ! "
" MEMANGNYA KALIAN TAHUNYA MAIN HAH"
" ADUH BONCIL INI KALIAN SEKOLAH TAU APA PACARAN CKCK...PERGI SANA MAIN DILAPANGAN!"
Tino sudah sabar bocah ini masih aja. bisa kena laporan pak lurah .
" heeh kerja apa kak ... kak hanya cabut rumput...main sama Toto baru beli layang-layang naga loooh mahal ibu kata bisa untuk beli sepeda"
Toto tidak menyerah terus mengganggu Tino
" hahahaaaa kak tino marah " kata Budi senang melihat tino marah.
Tino lihat nih 2 boncil ini diam. aduh mau diapain coba kalau mereka gak tetanga rumah nenek sudah tak lempar nih bocah.
"toootooo buuddii ayo main yuk... jangan ngganggu kak Tino... kalian ini ngapain ke sawah kak Tino?" tanya Ahsan datang ke toto dan budi.
"IYAAA " jawab Toto dan Budi mereka lari ke arah Ahsan .
" kak Tino bye bye"
Toto melampaikan tangan ke Tino sambil senyum .
" hihi Kak tino jangan Marah cepat tua looo "
Budi bicara sama Tino dikejauhan.
Ahsan menunduk kearah Tino kemudian mereka pergi bermain.
Tino hanya menatap tiga boncil dengan diam.
" Awas aja mereka .... duh pekerjaan belum selesai "
Tino melanjut pekerjaan disawah sampai siang hari . pulang dengan berjalan menuju kerumah neneknya.