Hari ini, hari libur sekolah waktunya berlibur ke rumah nenek. Aku tidak ingat kapan terakhir kali aku mengunjungi rumah nenek, setelah beberapa tahun, ini pertama kalinya bagiku kembali berkunjung ke rumah nenek. Rumah nenek dalam ingatanku rumah yang sejuk, adem dan sangat nyaman, oleh karenanya aku sangat bersemangat saat ibu bilang kami akan menginap di rumah nenek selama satu Minggu. Kami pun berangkat subuh agar ketika sampai di rumah nenek pada siang hari, jarak dari rumahku ke rumah nenek sekitar 6 jam, selama di perjalanan aku melihat perbukitan yang indah dan tak lama aku terlelap..
Akhirnya setelah lama di perjalanan aku sampai di rumah nenek, udaranya sangat segar membuat pikiranku tenang seketika, sayup sayup aku mendengar..
"neng, neng ratih " panggil nenekku dengan suara yang sangat lembut, seketika aku langsung menoleh dan tersenyum lebar berlari menuju nenek dan memeluknya..
"nenek, aku sangat merindukan nenek" seruku sambil berlari menghampiri nenek.
" makanya toh neng, sering-sering main ke rumah nenek kalau sedang liburan, disini banyak wisata serta pemandangan yang indah loh neng." ucap nenekku sembari memelukku erat.
Aroma nenek membuatku sangat tenang, malam pun tiba aku bilang ke ibuku agar malam ini aku tidur bersama nenek.
"bu aku malam ini tidur sama nenek ya, boleh ya." ucapku kepada ibu sambil memasang wajah tersenyum manis agar ibu memberikanku izin untuk aku tidur bersama nenek.
"yakin kamu mau tidur sama nenek, mama aja takut dari kecil tidur di kamar nenekmu, kan mamah sudah pernah cerita padamu kak." ibu berkata sambil menyatukan alisnya.
" ibu itukan cerita dulu saat ibu kecil, sekarang sudah berbeda zaman bu tenang saja aku berani kok aku rindu sama nenek bu." ucapku pada ibu sambil memohon dengan sedikit memaksa.
" baiklah awas ya klo tiba" tengah malam kamu minta pindah jangan buat repot nenek, mengerti ya kak." balas ibuku sedikit khawatir karena takut aku merepotkan nenek.
" iya buu" balasku dengan senyum lebar ...
Aku pun bergegas masuk ke kamar nenek, menghampiri nenek yang sudah bersiap untuk tidur. Nenek mematikan lampu utama dan hanya menghidupkan lampu tidur berwarna kuning di sudut kamarnya. sambil memeluk guling menghadap nenek aku tertidur pulas karena sangat kelelahan dalam perjalanan yang cukup panjang. saat tengah malam tiba, tiba-tiba aku merasa seperti tempat tidur nenek bergoyang, mengayun lumayan keras, aku menjadi sedikit pusing karena goyangannya. Perlahan aku membuka mataku sambil berkata kepada nenek.
" nek, nek kok goyang, gempa ya nek." ucapku setengah sadar. heningg..
nenek diam tidak menjawab.
aku melihat seperti ada seorang wanita seperti nenek sedang duduk di ujung tempat tidur, aku kembali memanggil nenek..
" nek, nek kenapa tidak tidur sudah malam, tidur nek kenapa malah menggoyangkan tempat tidur." kataku kepada nenek dengan suara lirih karena masih menggantuk.
tidak ada jawaban, pandanganku tidak lepas dari seorang wanita seperti nenek yg sedang duduk di ujung tempat tidur karena menunggu jawabannya. Namun kemudian wanita seperti nenek itu menoleh dengan perlahan ke arahku sambil tersenyum dengan sangat lebar, senyumnya hingga sampai ke telinganya sambil berkata dan tertawa lirih seperti sedang menangis namun tidak menangis...
"iya neng, ibu datang yaa boleh kan." sambil tersenyum ke arahku dengan tatapan tajam, mata yang merah.
Ternyata bukan nenek, aku merinding dan ketakutan sangat hebat tanpa terasa keringatku mengucur dengan banyaknya namun pandanganku tidak bisa lepas darinya, seketika semua pandanganku kabur, sangat kabur aku merasa ada air yg mengalir dari mataku dan akhirnya semua gelap.....
senyuman dan suara itu tidak bisa hilang dari ingatanku...