Happy Reading 😗
Kalau banyak yang suka aku lanjut 🔥
Zia seorang gadis berumur 18 tahun. Orangtuanya sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Sekarang, Zia cuma tinggal bersama kakak laki-laki nya yang sangat dingin dan tidak pernah menyayangi Zia. Setidaknya itulah pendapat Zia.
Karena Azka, sekalipun tidak pernah menunjukkan rasa sayangnya sejak Zia berumur 10 tahun dan kakaknya 17 tahun. Sejak umur itu, perhatian kakaknya hilang. Kakaknya sangat cuek dan dingin.
"Makan."
Perintah Azka pada Zia.
Zia mencibir. Kakaknya memang selalu mencukupi kebutuhannya, tapi sifat dan sikapnya membuat Zia kesal.
"Aku udah selesai."
Saat Zia bersiap menyandang tasnya, bentakan Azka mengejutkannya.
"Duduk!! Kalau aku bilang makan, ya makan!"
"Kak Azka kenapa sih? Marah mulu kerjaannya. Mending kakak cari pacar sana, biar gak marahin aku mulu. Biar kak Azka ada objek buat disayang, dicuekin, dimarahin, apa pun itu. Aku capek, kak. Capek dengan sikap kakak yang kayak gini."
Azka menghempaskan piring makanannya ke lantai. Dia emosi saat ada yang berani melawan perintahnya. Apalagi Zia, gadisnya.
"Udah berani kamu kurang ajar, hah? Selama ini siapa yang selalu membiayai kebutuhan kamu?"
Azka mencengkram tangan Zia kuat.
"Sakit, kak."
Ringis Zia. Matanya sudah panas menahan sakit.
"Kamu harus dikasih pelajaran."
Azka tersenyum smirk. Sedetik kemudian bibirnya sudah memagut bibir Zia rakus. Zia yang kaget berusaha memberontak tapi tangannya masih ditahan Azka.
"Mpphh"
Azka makin memperdalam ciumannya, melihat tidak ada respon dari Zia dia menggigit bibir bawah gadis itu.
"Akhh.."
Mendapat celah, lidahnya menerobos masuk mengeksplor segala yang ada di dalamnya.
"Itu hukuman untukmu."
Azka melepaskan ciumannya setelah melihat Zia mulai kehabisan nafas. Dia mengusap bibir Zia lembut.
"Apa yang baru saja kakak lakukan? Kakak menciumku!! Mencuri first kiss ku!!"
Teriak Zia tidak terima. Sebenarnya dia sempat terlena dengan ciuman Azka, tapi dia kembali menyadarkan dirinya kalau pria di depannya ini adalah kakaknya.
"Baguslah. Kalau aku yang mengambil ciuman pertamamu."
Azka merapikan helai rambut Zia lalu mengecup bibirnya lagi.
"Aku harus berangkat kerja. Sebelum jam 7 kau harus ada di rumah atau aku akan menghukummu lebih dari ini."
Zia menegang. Kenapa kakaknya jadi aneh seperti ini?
Yuk Komentarnya