Hari yang ditunggu akhirnya tiba juga. Ya.. apalagi kalau bukan menyambut tahun yang baru. Hari dimana mengingat semua momen yang pernah terjadi dulu. Ada berbagai peristiwa menyenangkan, sedih bahkan mungkin penyesalan.
Namun tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup dengan sehat dan bahagia hingga kini. Di tahun baru ini, aku ingin mengungkapkan perasaan yang sudah kupendam semenjak lima tahun lalu.
Meski sekarang kami berpisah dan belum pernah bertemu kembali semenjak beberapa tahun. Tapi mudah-mudahan dia tidak melupakanku.
Aku menchatnya lebih dulu dan mengungkapkan semuanya. Sudah bosan dan jenuh menahan semuanya sendiri. Tidak peduli akan apa hasilnya nanti. Jadi, aku memilih untuk mengungkapkannya agar perasaanku bisa lebih lega.
"Hai, Happy New Year🎉🎉. Bagaimana kabarmu hari ini?" Tanyaku dalam sebuah pesan singkat yang aku kirimkan untuknya.
"Aku baik. Kamu gimana?" Balas Zayn dengan sikap dinginnya.
"Ya, baik juga. Oh ya, aku ingin bicara hal penting denganmu. Aku harap kamu tidak marah" Ujarku.
"Hal penting?? Tentang apa ya?" Balasnya.
"Aku menyukaimu" ucapku.
"..." Tidak ada jawaban darinya namun dia masih online.
"Zayn??" Aku menchatnya lagi.
"Kamu seriusan Na tentang hal tadi?" Zayn kembali membalas.
"Ya, benar. Aku tidak bercanda Zayn" balasku.
"Whoa, ternyata kamu serius. Tapi maaf, aku hanya menganggapmu teman Na tidak lebih :)" balasnya.
"Hahah.. gpp kok. Setidaknya perasaanku lebih tenang sekarang karena sudah mengungkapkan yang sebenarnya :)" Ujarku menahan sesak dihati.
"Zayn, aku harap kita tetap temanan ya" balasku kembali.
"Iya Na. Aku ada urusan kita udahi dulu ya percakapannya" balasnya menghindari topik selanjutnya.
"Hmm.. iya Zayn" ucapku.
Aku mengakhiri percakapan dengannya. Dan mungkin hubungan persahabatanku dengannya bisa berubah akibat hari ini. Tapi tidak apa-apa, aku tidak pernah menyesalinya. Setidaknya perasaanku lebih lega dari hari-hari sebelumnya. Walaupun rasanya ditolak, sakit hati juga sih. Apalagi aku sudah menyukainya selama 5 tahun, meskipun kami dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh. Tapi kedepannya akan jadi lebih baik daripada menggenggam perasaan pada orang yang tidak mencintai dan menerima kita apa adanya. Mungkin Zayn lebih mencari kesempurnaan dibanding ketulusan. Karena begitu banyak kekurangan dalam diriku. Lebih baik menjauhi orang yang tidak bisa menerima dengan apa adanya.
Dan hidup bahagia bersama orang dekat yang bisa menerima apa yang kita miliki. Walaupun lingkaran pertemananku menjadi lebih kecil karena hal ini. Karena kebanyakan temanku juga teman Zayn. Jadi mungkin mereka akan lebih dekat dengan Zayn dibandingkan aku. Bukan masalah.. Teman bisa dicari dan masih banyak berjuta populasi manusia di dunia yang menginginkan kita ada.
Cuma kepercayaan dirilah dan rasa mencintai diri sendiri yang sulit dikembalikan jika sudah hancur oleh orang terdekat. Jadi untuk tahun dan hari-hari berikutnya, aku ingin memantapkan hati untuk lebih mencintai diri sendiri dan lebih dekat dengan keluarga. Semoga mimpi kita yang belum terwujud bisa terwujud di kemudian hari dan move on dari Zayn adalah keputusan yang tepat.
Happy New Year semuanya 🎉