⚠️ONLY FANFICTION, TIDAK BERMAKSUD LAIN ⚠️
"Euhhmmm... Le... Lepaskan!" seorang perempuan
muda terus memberontak tat kala seorang lelaki asing yang tak sengaja berpapasan dengannya menciumnya secara paksa.
"Hah... Hah... Hah..." wanita itu terengah-engah saat pria asing itu melepaskan ciuman mereka.
"Terimakasih... Aku akan mengingatmu," ucap pria asing itu yang kemudian pergi meninggalkan wanita itu sendirian di sana.
"Benar-benar pria gila! Fist kiss ku huhuhu..." dengan langkah kesal, wanita itu melangkah pergi meninggalkan gang sepi dan gelap itu.
✿✿✿
Wanita tadi bernama Kim Hyun-ah atau yang sering disapa Hyuna, 24 tahun. Pekerja kantoran biasa yang hidupnya penuh dengan drama.
"Yak Hyuna ya! Kenapa kau meninggalkanku sendirian tadi?" ucap Jessi, teman seapartemen Hyuna
"Ah... Mianhae... Aku tadi dikejar anjing. Jadi harus bersembunyi," jelas Hyuna
Jessi dan Hyuna tinggal di sebuah apartemen kecil yang ada didekat kantor mereka. Mereka berdua sudah berteman sejak masih SMP.
"Ya sudahlah mari sekarang kita tidur. Jangan lupa mematikan lampunya," ucap Jessi kemudian pergi ke kamarnya.
"Hum..."
Pagi harinya...
"Hyuna... Ayo bangun!" ucap Jessi sembari menggoyangkan tubuh Hyuna yang tak kunjung bangun juga.
"Lima menit lagi," ucap Hyuna yang berbalik membelakangi Jessi.
"Yak! Kita akan telat sialan!" ucap Jessi kesal sambil memukul pantat Hyuna.
Hyuna yang panik bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap-siap berangkat ke kantor.
"Haish... Anak ini memang tidak berubah," ucap Jessi pusing menghadapi kelakuan Hyuna yang masih sama seperti masa SMP.
✿✿✿
P Nation Corp, perusahaan tempat Hyuna bekerja.
"Eh ada apa ini? Mengapa semua orang berkumpul disini?" batin Hyuna yang bingung karena semua karyawan berkumpul di lobby perusahaan.
"Eh... Hyuna! Cepat kemari!" ucap Hwasa, teman sekantornya.
Hyuna pun bergegas menyusul Hwasa dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Plok plok plok...
"Oke perhatian semuanya... Hari ini akan ada CEO baru yang menggantikan saya, karena saya akan pensiun," ucap Pak Jaesang, CEO P Nation.
Semua karyawan tampak sedih karena CEO yang baik hati itu harus mundur dari jabatannya.
"Hei... Janganlah murung seperti itu. CEO yang menggantikan saya lebih tampan dan lebih muda dari saya. Apa kalian tidak tertarik?" hibur Jaesang karena tidak ingin melihat para karyawannya bersedih karena kehilangannya.
"Pak..." ucap seorang karyawati.
"Apa CEO itu bisa menjadi seperti bapak?" tanyanya.
"Uhm... Aku tidak yakin tapi aku yakin dia pasti akan membawa perusahaan kita lebih baik lagi," ucap Jaesang berusaha meyakinkan para karyawannya.
"Ehm ehm!" seorang pria dengan setelan jas masuk ke dalam perusahaan itu.
"Siapa dia? Apa dia CEO baru kita?"
"Eh? Itu siapa? Cukup tampan..."
"Apakah dewa langit memberi kita berkah dengan mengirimkan karyawan baru setampan ini?"
Dan berbagai cuitan lainnya yang datang dari para karyawan yang bergosip tengang kehadiran pria itu.
Sementara itu Hyuna...
"Hei... Apa kau tidak tertarik dengan pria yang baru saja masuk itu?" tanya Hwasa.
"Tidak. Lagipula kalau wajahnya tampan tapi hatinya buruk itu sama saja," jawab Hyuna dengan tatapan datar.
"Nah... Semuanya... Perkenalkan ini CEO baru kalian, nak perkenalkan dirimu," ucap Jaesang mempersilahkan pria itu untuk memperkenalkan diri.
"Terimakasih pak Jae. Perkenalkan nama saya Kim Hyo-Jong. Senang bertemu kalian," ucap pria tadi sambil tersenyum.
"Woah... Senyumnya sangat manis," ucap Hwasa bersemangat.
"Haish..."
Siang harinya...
"Hyuna... Kau dipanggil Pak Hyo-Jong ke ruangannya," ucap seorang karyawan yang kemudian pergi setelah menyampaikan pesan itu.
"Aku?" batin Hyuna.
Dengan enggan, Hyuna pun beranjak dari tempat duduknya menuju kantor CEO.
Kantor CEO
Tok... Tok... Tok...
"Masuk!"
"Permisi pak Hyo..." ucap Hyuna sesopan mungkin sambil melangkah memasuki kantor itu.
"Dawn saja..."
"Eh?" Hyuna bingung karena CEO itu bersikap santai padanya.
"Duduklah..."
"Baik pak,"
"Ada apa bapak memanggil saya kemari?" tanya Hyuna yang terus menunduk karena takut pada CEO baru itu.
"Hei... Santai saja. Aku dan kau tidak jauh berbeda," ucap CEO itu melihat Hyuna yang terus menunduk dan tidak berani menatapnya.
Hyuna pun mendongak melihat wajah tampan milik CEO barunya itu.
"Kim Hyun-ah, 24 tahun. Masih singel. Tidak punya pacar sejak 3 tahun lalu. Punya fobia ketinggian. Tidak bisa makan apel. Tinggal 165 berat 50 kg."
"Bapak menyelidiki saya?!" ucap Hyuna agak kesal karena CEO barunya itu membaca sebuah dokumen tentangnya. Bahkan dokumen tersebut tahu apa alerginya.
"Benar. Aku hanya ingin tahu informasi tentang calon istriku saja. Apa aku salah?" tanya Dawn santai.
Tunggu... Calon istri? Sejak kapan Hyuna jadi calon istri CEO baru itu?
"Pak... Bapak jangan bercanda dengan saya. Itu tidak lucu!" ucap Hyuna tegas karena merasa terganggu dengan ucapan CEO baru itu.
"Omomomo... Apa ini? Kau marah padaku? Ck ck ck ck... Kau ini sudah kuberi tanda juga tidak bisa semudah itu lari dariku." ucap Dawn sambil menunjuk leher Hyuna.
Hyuna pun mengambil cermin dan melihat apa yang ada di lehernya.
"Tato? Sejak kapan tato ini ada disini?" gumam Hyuna yang tak ingat kapan ia memiliki sebuah tato di lehernya. Hyuna memang memiliki tato, tapi itu hanya satu, di dada kirinya.
"Ini adalah tanda kau sudah jadi milikku," ucap Dawn mendekatkan wajahnya ke Hyuna.
Hyuna otomatis mundur.
"Maafkan saya pak Hyo... Bila tidak ada kepentingan saya akan keluar," Hyuna hendak pergi dari ruangan itu, namun sayang tangannya tertahan oleh orang itu.
Dawn pun menarik tangan Hyuna hingga membuat Hyuna jatuh ke dalam pelukannya.
"Ma... Maaf pak. Sa..."
Cup
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, bibir Hyuna sudah disambar oleh bibir ganas Dawn. Ciuman panas pun terjadi diantara keduanya. Dawn dengan lincah mengobrak-abrik isi mulut Hyuna dengan lidahnya.
"Eughh..." lenguh Hyuna saat Dawn dengan brutal melumat bibirnya yang mungil.
5 menit kemudian...
Hyuna memukul-mukul dada Dawn karena ia merasa kehabisan nafas. Dawn yang mengerti hal itu langsung melepaskan tautan diantara mereka.
"Hah... Hah... Hah..." terdengar suara nafas yang terengah-engah diantara keduanya.
"Dasar orang gila!" ucap Hyuna kesal.
"Aku begini karena tergila-gila denganmu. Terutama dengan warna merah lipstikmu ini," ucap Dawn menarik dagu Hyuna kemudian mengelus bibir sexy Hyuna.
Plak...
Hyuna menepis tangan Dawn.
"Kalau tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, saya keluar. Permisi," ucap Hyuna yang kemudian pergi dari tempat itu dengan kesalnya.
"Dasar orang gila tidak waras! Mesum! Om-om pedo!" gerutu Hyuna dengan suara pelan karena takut ada yang mendengar.
Sementara Dawn hanya menyeringai melihat tingkah Hyuna yang menurutnya imut.
"Hahaha... Dia imut kalau sedang marah," ucap Dawn mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya. Ia mengeluarkan sebuah benda yang biasa dipakai oleh para gadis.
"Dasar... Hanya lipstik saja tapi mampu mempengaruhi ku. Apa yang spesial dari lipstik ini?"
Yap. Benda tadi adalah lipstik, lebih tepatnya lipstik Hyuna yang terjatuh saat mereka berciuman kemarin.
Dawn hanya membolak-balik benda mungil yang ada ditangannya itu. Ia heran apa yang membuatnya tergila-gila dengan wanita tadi. Apa dia benar-benar tergila-gila dengan lipstik itu? Ataukah ia tergila-gila dengan mulut Hyuna yang manis bagaikan permen? Entahlah Dawn pun bingung.
- END -