Namanya Aletha, dia adalah salah satu siswi di salah satu sekolah menengah pertama di pusat kota. Hari itu ada yang melemparinya sebuah buku, entahlah siapa yang melemparinya.
"Aw, siapa sih yang ngelempar barang ke kepala ku?" Tanyanya sambil memegang kepalanya yang sedikit sakit.
Kemudian dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang kelas. Tidak ada siapapun disana, hanya ada dirinya seorang. Aletha hanya menemukan sebuah buku, lumayan tebal berwarna hitam sedikit kusam. Diambilnya buku itu, dan terdapat kata yang dibacanya "Death Note". Ya, catatan kematian. Ntahlah dirinya bingung sendiri dengan buku itu.
"Buku siapa nih?" Tanyanya sambil membolak-balikan buku itu.
Karena penasaran, akhirnya Aletha membuka buku itu.
Di halaman ketiga tertulis sebuah kalimat.
"Semua nama yang ada dalam buku ini, akan mati sesuai dengan catatan yang sudah tertulis dibuku ini." Gumam Aletha sedikit bingung dengan maksud kalimat itu.
"Buku siapa sih ini? Mending aku bawa pulang dulu, kalo nanti yang punya nyariin, tinggal dikembaliin deh." Akhirnya Aletha memutuskan membawa buku itu pulang ke rumah.
Malam harinya, Aletha membuka buku yang ditemukannya tadi. Dihalaman ke-lima tertulis kalimat yang membuat Aletha semakin penasaran.
"Bukalah buku ini sesuai urutan halamannya! Satu hari satu halaman setelah di halaman ini. Jangan pernah mencoba-coba untuk membuka lebih dari satu halaman. Atau...." Kira-kira itulah kalimat yang tertulis.
"Ih, buku apa sih ini kok aneh, bikin penasaran aja." Kata Aletha.
Keesokan harinya, ia membaca halaman enam. Tertulis nama Elena lengkap dengan waktu, tempat, dan penyebab kematiannya.
"Apa ini nyata ya? Elena bukannya si sombong itu?" Ia teringat nama salah satu temannya yang bernama Elena.
Tiba-tiba terdengar dering ponselnya. Dibukanya grup sekolah. Ternyata pemberian informasi. Tapi yang membuatnya semakin terkejut adalah, berita kematian Elena.
"Ha???" Kaget Aletha.
Dari informasi yang dibacanya, ia sesuaikan dengan yang tertulis di buku Death Note halaman enam. Kematian Elena terjadi pukul 11:50 di jalan Seath depan supermarket, dikarenakan kecelakaan.
"Kok bisa sama sih, kenapa ini? Apa maksudnya coba?" Aletha dilanda rasa kebingungan.
Hari-hari berikutnya-pun sama. Terjadi kematian sesuai dengan yang tertulis di buku Death Note.
Aletha berusaha mencari cara untuk melenyapkan buku ini, supaya tidak ada kematian yang sesuai dengan catatan di buku tersebut. Tapi selalu gagal.
Hingga akhirnya, hari ini Aletha membuka dua halaman buku itu. Ya dia telah melanggar peraturan yang ada di buku itu.
Yang membuatnya terkejut adalah, tertera nama Kakaknya.
Ia berusaha memberitahu kakaknya, namun na'as. Kakanya tidak percaya.
"Sudahlah jangan bercanda, Aletha." Kata Kakak Aletha.
"Aku tidak berbohong kak,..." Setelah menjelaskan dengan seksama, sama saja, kakanya tidak percaya sama sekali.
Hari ini, hari jum'at. Tepat hari kematian kakanya Aletha sesuai dengan catatan dibuku Death Note.
Namun setelah sepulang sekolah, ia melihat kakaknya sedang menyebrang jalan hendak ke supermarket. Tiba-tiba ada sebuah mobil melaju dengan kencang.
"Awas kak!!!" Teriak Aletha sambil berlari menuju ke arah kakaknya. Ia berhasil mendorong kakanya, sampai terjatuh ke trotoar.
Namun,
BRAK
Aletha tertabrak mobil itu. Saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Nyawa Aletha sudah melayang.
Mungkin itulah sanksi atas larangan yang dilanggar oleh Aletha. Kematian kakaknya digantikan olehnya.
Tamat.
.
Maaf banyak typo.
.
Jangan lupa like dan komen.
.
Terimakasih.
.
~@Ad_
.
Bagikan cerita horormu di komentar ya!