Nama : Delina Elizabeth
~ini kisah hidupku kutuliskan di diaryku~
aku Delina Elizabeth aku ingin ceritakan sedikit pada kalian .dulu aku sangatlah di benci kakakku karena dia menunduhku membunuh adik kesayangannya bernama Emilyna Elizabeth ini berawal dari
~saat aku berusia 8 thn~
aku dan emily adalah adik kesayangan kak Dirga dan kak erlan tetapi itu berakhir saat aku ingin menolong emily dari mobil yang melaju kencang tetapi siapa sangka emily melihat itu duluan lalu mendorongku dan
~bruk~
tubuh emily di penuhi oleh darah aku kaget dan saat itulah ke 2kakakku melihatnya dan berkata
KAU JIKA TERJADI SESUATU PADA ADIKKU MANA KAU YANG AKAN AKU SALAHKAN~kak dirga
aku tidak menyangkah kau seperti itu lina~kak erlan
kenapa mereka menyalahkan ku karena yang mereka lihat saat aku ingin mendorong emily dan terjadilah tabrakan itu
~DI RS~
aku hanya menangis dan mencoba mengerti apa yang terjadi tadi. lalu ke2 orang tua kami datang dan bertanya pada erlan apa yang terjadi ka erlan berkata
aku tidak tau ma aku dan Dirga datang emily sudah seperti ini~kak erlan
BOHONG ITU BOHONG!! jelas kita tadi melihat dia mendorong adik ku hiks jika terjadi sesuatu padannya kau yang akan aku salahkan~kak Dirga
memang kak Dirgalah yang paling emosi jika terjadi sesuatu pada adiknya terlebih lagi emily.
lalu aku berkata
tapi tadi aku ingin menolong kak emily hiks tapi kak emily mendorongku lebih dulu~jawabku tangis
ngak kamu yang udh mengakibatkan emily seperti ini kamu~jawab kak Dirga tegas
lalu papa berkata
sudah sudah tenang jangan bahas itu sekarang~jawab papa
mama mencoba menenagkanku yang syok karena melihat darah
~cklek~
pintu ruang rawat emily terbuka lalu dokter berkata.
maaf tuan nyonya anak anda tidak dapat di selamatkan karena benturan keras di kepalanya~jelas dokter
~deg~
semua yang ada di sana seperti di sambar petir bagaimana tidak anak yang mereka rawat dan besarkan meningal terlebih lagi Dirga dia sangat emosi saat mendengar emily meningal dan langsung menamparku
~plak~
awh.. ~jawabku
kau lihat ulahmu ini adikku meningal kau tau aku sangat menantinya lahir tapi kau malah mengembalikannya pada Tuhan!! apa kau tau kau itu anak pembawa sial!! ~bentak kak Dirga pada ku.
sejak saat itu hubungan persaudaraan ku dan kak Dirga rengang seperti orang asing
~sekarang usiaku 16thn~
hari ini ulang tahunku dan hari dimana penyakit ku menigkat. ya aku mengidap penyakit leukimia setadium 2 dan sekarang menjadi stadium 3.
malam ini aku baru pulang dari kerja kelompok dengan berjalan kaki lalu aku melihat truk yang rem blong dan akan menabrak orang yang ada di depannya dengan sigap aku langsung mendorong orang itu dan aku tentu saja terpental karena truk itu dan orang yang ku tolong adalah... kak Dirga ya kakak yang membenciku sangat benci bahkan engan melihat wajahku.
lalu kak Dirga menghampiriku
heh lihat ini kau dulu mendorong adikku dan sekarang kau sendiri yang rasakan akibatnya~jawab kak Dirga sinis
lalu aku berkata.
a ku s a yang ka k ak se la mat tin gg al~kata ku terbata dan meningal
~deg~
kak Dirga memegang dadanya rasa kesepian saat kak emily pergi di rasakan nya lagi bahkan lebih besar.
lalu ambulan datang dan membawaku dan kak Dirga ke RS
ternyata semua orang yang ada di rumah sakit mengenalku baik siapa yang tidak mengenalku yang selalu datang semingu 2kali untuk cek kesehatan ku.
kak Dirga heran kenapa mereka mengenalku baik lalu semua keluarga datang dan papa memberikan vidio berisi kejadian di mana kak emily meningal saat kecelakaan. kak Dirga sangat kaget bagaimana tidak adik yang selama ini dia salahkan malah ingin mengorbankan nyawanya.
lalu papa memberikan kak Dirga hasil tes DNA yang di mana berisi
bahwa emily adalah anak angkatan keluarga Elizabeth dan delina adalah anak kandung keluarga Elizabeth karena yang Dirga tau emily adalah anak kandung sedangkan delina adalah anak angkat.
bagai di sambar petir kak Dirga menangis deras lalu
~cklek~ pintu terbuka
dokter menjelaskan bahwa mulai dari delina mengalami penyakit leukimia sampai kecelakaan malam ini. dan dokter juga menjelaskan bahwa
nona Lina tidak dapat di selamatkan dan menitipkan surat ini~jawab dokter
~deg~ lagi dan lagi mereka merasakan kehilangan
~keesokan harinya~
aku sudah ketempat peristirahatan terakhirku. keluargaku menangis deras dan mereka membuka surat dari ku yang berisi
~hai semua maaf ya kalo selama ini aku sembunyikan penyakit ku dari kalian dan maaf karena aku blm bisa jadi anak dan adik yang membangangkn buat kalian kalo aku udh ada di atas sana aku akan bilang pada kak emily kalo kalian sangat menyayanginya.
selamat tinggal semua salam hangat
Delina Elizabeth🤗~
dan satu yang aku ingin sampaikan ke kalian
(jangan suka menuduh tanpa adanya bukti karena yang menyesal adalah dirimu sendiri_