Aku Fasiha,ini kisah nyata yang aku alami di masa pandemi ini,banyak modus kejahatan yang tidak terduga.Hari minggu dimana aku dan teman temanku berada dalam keadaan yang sangat menegangkan.
Seperti biasa setiap hari minggu ke enam aku dan teman-temanku selalu mengikuti rutinan pelatihan belajar mengaji.Kami
adalah sekelompok pengajar di desa kami.Aku dan teman-temanku akan mengikuti pelatihannya di desa sebelah,tidak begitu jauh dari desa kami,hanya memakan setengah jam perjalanan.
Pagi itu kami berangkat jam setengah sembilan,karena acaranya di mulai jam sembilan,kami berangkat dengan membawa anak-anak kami yang masih kecil,kami membawa sepeda motor dan saling berboncengan.
Dalam peejalanan menuju tempat pelatihan itu kami dalam keadaan aman dan lancar,kamipun bersyukur puji tuhan karena telah sampai dengan selamat tanpa ada halangan apapun.
Acarapun di mulai,karena kami membawa anak-anak jadi nggak konsen disana,selang waktu berjalan acarapun selesai,kami disuguhi makanan,dan kami menikmatinya,setelah itu kamipun pulang bersama-sama.
Dalam perjalanan pulang didesa itu ada sebuah bangunan wisata yang baru setengah jadi,kamipun berhenti sejenak untuk melihat dan berselfi disitu.Kami berfoto di depan pintu saja.Ada salah satu temanku yang mengajak masuk kedalam wisata itu,tapi aku tidak mau,karena aku membawa anak kecil,aku sedikit tahu kalau tempat itu agak mistis karena tempat itu tempat di taruhnya perahu zaman dulu yang di temukan di bengawan dekat tempat itu.
Tak lama kamipun melanjutkan perjalanan pulang,salah satu teman kami mengajak mampir membeli es dawet,akupun ikut bersama teman-temanku juga.Aku berada dibarisan motor paling belakang yang sedikit tertinggal dari teman-temanku.Dalam perjalananku menuju warung es dawet,aku melihat seorang wanita bersama anak kecil diseberang jalan dia menatapku dengan tajam,dalam hatiku berkata,"ngapain orang itu ngliatin aku terus,orangnya aneh lagi kulitnya hitam kumuh banget,itu orang mana sih,aku nggak pernah lihat arang kayak gitu".
Tak lama aku sampai di tempat dawet itu di tunggu teman-temanku,sepedahku terparkir paling belakang,Sambil minum dawet ,tiba-tiba saja datang seorang wanita yang langsung menggedor gedor jog sepedahku sambil berteriak,"mbak ini sepedah siapa aku mau pinjam,sepedaku bensinnya habis,ini kuncinya mbak pegang ya",aku pun terkejut di buatnya begitu juga teman-teman,tanpa mengeluarka satu kata pun hanya menyaksikan orang itu menaiki sepedaku,akupun seperti orang linglung yang masih bingung dengan teriakan wanita itu.
Tiba-tiba saja terdengar suara motorku yang dinyalakan wanita itu dan siap melaju,akupun bingung di buatnya,perasaan tadi kuncinya aku pegang kok tiba-tiba dinyalakan sama wanita itu.Ada salah satu temanku berteriak padaku karena melihat motorku akan dibawa wanita itu.
"mbak siha sebaiknya kamu ikut naik sepeda kamu,orang pinjam kok dibawa sendiri,ntar kalo terjadi apa-apa dengan sepedamu",aku masih saja bingung dengan keadaan,hingga temanku membentaku supaya ikut bonceng wanita itu,akupun ikut dengan diboncengin wanita itu bersama anakku dan anaknya.Sambil naik sepeda aku membaca doa",kalau orang ini jahat semoga aku masih di beri selamat,karena aku tidak tahu orang ini jahat atau tidak",karena salah satu temanku curiga.
Aku ingat kalau wanita ini adalah wanita yang tadi ada di seberang jalan,aku kira motornya mogok ditempat yang aku lewati tadi.Dalam perjalanan wanita itu mengajakku ngobrol,kamipun melawati tempat itu.
Aaku bertanya,"mbak mana sepedanya katanya kehabisan bensin"
"oh motorku nggak disini mbak masih jauh tempatnya",jawaban wanita itu membuatku s curiga,karena aku tadi melihatnya di jalan ini,wanita itupupun mengajakku mengobrol lagi mumuji-muji aku,aku semakin curiga," ooh orang ini pasti lagi modus,jangan jangan orang ini mau mengambil motorku,gimana ini aku bawa anak kecil ntar kalau aku di dorong dari sepedaku sampai jatuh gimana,kasihan anakku,aduh gimana ini ya Alloh aku takut sekali",itu membuatku sangat tegang sekali dan takut karena aku membawa anak keci.
Akupun mencari cara supaya wanita itu mau berhenti sebelum bertindak lebih jauh,aku mencari tempat ramai di sekitar jalan itu,aku menyuruhnya berhenti disebuah warung kopi yang cukup ramai"mbak-mbak aku mau berhenti disini,aku nggak mau mbak nganterin mbak kalau tempatnya jauh aku bawa anak kecil,udah berhenti di warung ini aja,suruh nganterin orang diwarung aja",wanita itupun tanpa jawaban dan tak mau berhenti,aku semakin takut,aku berteriak sekeras kerasnya di dekat warung itu dan akhirnya wanita itu mau berhenti karena banyak orang di situ.
"udah mbak turun aja di sini aku nggak mau nganterin",kataku sambil geregetan dan takut.
"tapi anakku nggak mau turun mbak gimana",jawab wanita itu santai sambil matanya melirak lirik orang diwarung itu dan mulutnya seperti membaca mantra terlihat dari spion motorku,aku yang masih belum turun dari sepeda karna wanita itu juga belun turun ,aku takut kalau aku turun ntar motorku dibawa pergi.
wanita itu masih tudak mau turun,aku berteriak sekenceng kencengnya,"tolooong-toloong orang ini tidak mau turun dari sepeda motorku",akhirnya orang diwarung itu pada menghampiriki tanpa sepatah katapun hanya melihatku saja seperti orang bingung,dan akhirnya wanita itu mau turun dari sepedaku,akupun menyerahkan kunci yang tadi di berikan padaku ntah kunci apa itu seperti bukan kunci sepeda motor,seperti kunci yang sudah rusak.Aku langsung menaiki sepeda motorku bersama anakku,wanita itu menghentikanku dan modus lagi dia bersalaman padaku berterimakasih seperti orang sudah akrab,karena di perhatikan banyak orang.
Akupun melaju kencang dengan sepedaku karena sudah bisa lepas dari wanita itu,hatiku sdikit lega menyusul temanku di tempat dawet itu.Sampai di sana aku di marahin sama teman-temanku.
"Ya Alloh mbak Siha,kamu tadi membuat kami hawatir,untung kamu masih kembali dengan selamat,kamu tadi gimana kok minjemin motor sama orang yang nggak kamu kenal,terus kunci motor kamu serahin gitu aja".
"aku nggak tau,aku nggak nyerahin kunci motor aku sama sekali"
"nggak nyerahin katamu,aku melihat dengan mata kepalaku kalau kamu nyerahin kunci itu pada wanita itu",kata temanku yang lainnya
"aku tadi seperti orang ling-lung tadi setengah sadar,tadi kamu tahu kenapa tidak melarangku"
"iya-ya kenapa kami tidak melarangmu",kata teman-temanku yang saling menyalahkan.Akhirnya kami menyadari kami baru saja terhipnotis oleh wanita yang berparas jelek itu seperti gembel padahal dia itu sedang modus dalam kejahatan.
Kami bersyukur sekali masih di beri keselamatan dan di lindungi oleh Alloh.
Kami pun pulang dengan perasaan was-was,kami takut wanita itu mencari kami lagi dengan membawa teman-temanya.
Kami berharap agar teman-teman semua berhati-hati dalam bepergian,jangan lupa berdoa supaya di lindungi oleh Alloh aamiiiin.