Hai mantan, apa kabar? Rasanya ingin sekali bertemu dan berbincang sebentar walau kini kamu dan aku sudah berpisah. Rasa rindu yang muncul ini hanya bisa diungkapkan lewat kata-kata kangen mantan dan menelusup dalam ruang rindu yang amat dalam di hatiku.
Ada kenangan manis dan pahit yang ingin ku ingat-ingat lagi, atau mungkin perasaan yang belum tuntas hingga saat ini.
"Apa kabar Zee," gumam ku lirih meluncur begitu saja tanpa kendali dari bibirku.
Kutatap wajah cantik dengan senyum indah yang menghiasi bibir tipisnya, Aku menyapu wajah cantik itu jari-jariku turun naik geser ke kanan dan ke kiri seakan lamunanku benar-benar sedang mengusap wajah cantiknya.
"Zee aku kangen banget sama kamu, aku janji pasti aku akan bisa menemukanmu dimanapun kau berada." gumam ku kembali.
Saat ini aku sudah memantapkan hatiku untuk mencari Zeanita, wanita yang pernah mengisi lebih dari 2 tahun hidupku dan hari-hariku.
Dan hampir 2 tahun juga nasib seakan mempermainkan ku untuk tidak bisa menemuinya walaupun hanya sebatas lewat telepon atau melihat akun medianya.
Aku kembali membujuk kakakku. Entah untuk yang keberapa kalinya, Aku minta nomor telepon Zee, tapi Cece tidak pernah memberikan dengan alasan dia tidak memiliki kontaknya.
Aku duduk termenung di tepi ranjang, ingatanku kembali ke waktu di mana kita terakhir kali bertemu, aku melihat dia sudah banyak berubah tapi sikapku tetap sama tetap menganggap Dia adalah kekasihku.
Kini aku menyadari kesalahanku, kesalahan bodoh yang sudah aku lakukan melepaskan mutiara dalam genggaman ku.
saat-saat terakhir dia masih menganggap ku kekasihnya, kita hanya punya waktu singkat untuk bertemu yaitu pada saat kumpul keluarga. Aku bukannya menghabiskan waktu bersama Zee merangkai banyak kenangan indah untuk melepaskan kerinduan diantara kami.
Tapi aku malah asyik dengan kesibukanku yang sudah jelas-jelas buang-buang waktu dan penuh dengan hal tak berguna, hanya untuk mengejar keasikan dan juga hiburan semata yaitu main game.
"Maafkan aku Zee, seandainya waktu bisa mundur ke belakang akan kuhapus semua kenangan yang telah kutorehkan hingga membuatmu menjauh dariku," gumam ku dalam helaan nafas.
"Bunda." Tiba-tiba pikiranku tertuju pada satu mana yang bisa membantu untuk menemukan Zee.
aku menelepon Cece padahal waktu sudah cukup malam.
"Ce, Raka minta nomor bunda Lena." pintaku sedikit memaksa.
"Buat apa Ka, Cece gak bisa kasih," saut dari sebrang telepon.
"Tolong Ce, bantu Raka ada sesuatu yang belum kelar Antara Zee Dan Raka dan cuma lewat Bunda mungkin Raka bisa menemukan Zee," bujukku memohon.
Akhirnya kudapatkan nomor Bunda Lena dari Cece dan aku menghubungi Bunda. Dari Bunda aku tahu dia tidak pernah lagi menggunakan akun sosial media apapun jenisnya, sekarang dia lebih memilih membuka aplikasi sebuah novel.
Lewat panduan Bunda juga aku menemukan aplikasi itu dan di pandu masuk ke dalam sebuah grup chat milik aplikasi novel itu yang Zee aktif di dalamnya.
Aku rajin membaca novel untuk menaikkan level agar aku bisa masuk ke dalam sebuah grup chat, yang memang memiliki syarat khusus untuk menjadi membernya.
Dengan model level 4 aku masuk ke berapa grup chat dengan membaca karya author nya, memfollownya dan aku bersyukur ada beberapa grup chat yang menerimaku sebagai membernya.
Pada saat pertama aku on barang Zee di sebuah grup chat, terus terang hatiku berdebar aku merasa nervous Padahal aku hanya melihat ava dan Nickname nya. Tapi aku benar-benar merasa bahagia
Kini aku menyadari yang kuinginkan dari pertemuan ini adalah ingin melihat keadaan Zee kalau dia baik-baik saja dan juga bahagia. aku melihatnya dia bahagia seperti menemukan dunia baru untuknya.
Sedih, aku bisa bilang ya, melihat orang yang pernah aku sayang, aku sudah pasti sedih jika mengingat kenangan kita berdua. Tapi saat melihat Zee bahagia di dunia barunya, Aku ikut senang aku berdoa semoga kau selalu bahagia dan ceria.
Kecewa, udah pasti aku bisa bilang ya. kecewa karena aku masih belum bisa membahagiakan Zee di masa lalu, tapi saat aku melihat dia nyaman dengan seseorang dan bahagia, rasa kecewaku menguar dengan sendirinya.
Zee telah menemukan orang yang lebih tepat daripada diriku, seseorang yang bisa membuatnya menemukan sesuatu yang tidak ditemukan dalam diriku tapi dia temukan dalam diri cowok lain.
Aku memandang layar hp-ku menatap profil Zee,
"Zee, aku sudah mengejar rinduku sampai ke halu, Tetaplah sehat dan bahagia untukmu." sebait harap ku bisik kan di hatiku.
Kini aku akan melepaskan semua tentang Zee, kan ku buka lembaran baru untuk menatap kedepan dan aku tidak ingin menoleh ke belakang karena aku tidak ingin melihat kesalahan yang kubuat hingga aku Kehilangan mutiara dalam hidupku.