Suasana di kelas tampak riuh membuat zelle merasa terganggu sehingga zelle langsung membuka matanya “woy bisa diam gak? Aku gebukin pake tongkat bisbolku nanti” kata zelle santai sambil matanya yang besar menatap tajam mata para siswa yang ribut tadi.
“ya maaf sih gitu aja marah” sahut salah satu siswa itu yang membuat zelle tersentak karena ini kali pertama dirinya merasa tertantang padahal sejak dulu tidak ada yang berani kepadanya “oh jadi kau marah aku bilang gitu tadi sini kau..” zelle langsung berlari kearah siswa itu lalu menerjang dada siswa itu.
“bruakkk..” tentu tubuh siswa itu langsung tersungkur di lantai setelah tubuhnya menghantam meja dengan keras “tap tap tap” langkah zelle pelan namun pasti mendekati tubuh siswa itu sedang teman teman sekelasnya tidak berani menghentikan zelle yang sedang marah itu.
“padahal kau ganteng tapi ngeselin, dasar cowok… buakk” tampaknya zelle belum puas menghajar siswa itu sehingga kakinya langsung menendang perut siswa itu hingga siswa itu pingsan.
“kalo ada yang mau mati sini sekalian” Tanya zelle pada semua siswa yang menonton sungguh zelle juga ingin menghabisi para siswa itu karena sudah tahu zelle salah namun tidak di hentikan padahal
zelle ingin para siswa itu sadar bahwa pembuli bukan hanya yang berlaku semaunya namun yang menonton tanpa melakukan apa pun lebih kejam dari pelaku pembulian.
“ting ting ting..” bel pulang akhirnya berbunyi sehingga semua siswa langsung berhamburan keluar dari kelas “kak aciel?” zelle tersentak saat kakaknya itu menunggunya di gerbang sekolah lalu zelle pun masuk kemobil kakaknya itu.
“kau buat masalah lagi ya?” Tanya kakaknya yang membuat zelle mengangguk samar “apa dia mati aku hanya menerjang dan menendangnya sekali?” Tanya zelle santai pada kakaknya itu.
“ais kau harus ingat sekolah itu milik ayahmu kalo dia tahu kau berulah lagi gimana? Untuk kepala sekolah segera menghubungiku kalo gak abis kau di hokum ayahmu..” kata kakaknya sedikit memarahi zelle yang tampak tenang itu.
“habis dia gak mau diam jadi aku kesal” sahut zelle yang membuat kakaknya meliriknya “ya sudah lah yang penting masalah ini selesai” zelle langsung tersenyum sungguh kakaknya itu benar benar mengerti perasaannya.
Bandar narkoba, Bandar judi, tukan judi dan apa pun itu yang berbentuk tentang hiburan malam dan sejenisnya sudah pernah di coba oleh grizelle lard anak kedua dari penguasa mafia bernama adel lard.
sehingga bukan hal sulit bagi zelle menyingkirkan berandal kecil macam dirinya yang sering berbuat ulah terlebih jika mengusik ketenangan hidupnya. Kini zelle sedang menghadap ayahnya di ruang kerja keluarga yang ada di rumahnya.
“zel coba jelaskan kenapa kau gak pernah pindah dari posisi peringkat mu?”
“ayah memang apa pentingnya sebuah peringkat! aku lebih senang gak menghabiskan waktu untuk belajar ayah tahu kan aku ingin menjadi kuat seperti ayah?”
“baiklah ayah terima alasanmu sayang tapi kenapa akhir akhir ini banyak laporan dari gurumu kalo kau bertengkar dengan teman temanmu?”
“mereka bukan temanku! Mereka itu Cuma mengganggu waktu tidur ku” mata ayahnya langsung melototi zelle yang sedang duduk di hadapanku sehingga dirinya hanya tersenyum canggung “apa maksudmu berkata seperti itu zel?” Tanya ayahnya yang membuat zelle membuang napas dengan kasar.
“ayah aku memang suka tidur di kelas tapi aku kan tetap naik kelas dan nilai ku tetap stabil apa itu salah?” ayahnya tidak terima dengan jawaban yang zelle berikan sehingga matanya menatap tajam mata zelle yang tampak layu seolah dirinya adalah tikus yang siap di mangsa oleh ular “ayah jangan lihat aku seperti itu! Ngeri tahu..” ayahnya tersenyum tipis saat mendengar perkataan zelle.
“ayah tahu sebenarnya kau itu jenius coba katakan alasan kau gak mau jadi peringkat 1?”
“hmm ayah aku itu gak sejenius ayah ini otak aku memang kemampuannya Cuma segitu kalo disuruh lebih kerja keras lagi nanti jadi overdose!”
“benarkah?” zelle langsung menelan ludahnya secara kasar ketika mata ayahnya kembali menatap tajam matanya “ayah perlu buktikan perkataanmu itu kalo kau bohong kau tahu kan hukumannya!” zelle langsung tergulai lesu di kursi yang dirinya duduki mata ayahnya bisa melihat rasa penyesalan di wajahnya.
“ayah, masa ayah gak percaya sih sama anak sendiri?” ayahnya langsung tersenyum penuh kemenangan ketika melihat wajah zelle yang tampak tidak tenang karena perkataan ayahnya tadi.
“baik ayah gak jadi mengujimu tapi semester ini kau harus peringkat 1”
“apa? Ayah mana mungkin aku bisa peringkat 1 bisa bertahan di peringkat 10 aja aku bersyukur banget! Ayah ayolah jangan buat otak ku jebol seperti tubuh ku…”
“ahahaha sayang kau lucu sekali mana mungkin bisa seperti itu? Kau berlatih fisik kepada kak aciel dan ayah itu untuk melatih tubuhmu supaya kuat jadi gak mungkin lah tubuhmu sampai jebol?”
“ayah gak tahu rasanya sih, aku ini masih muda harusnya? ya sudah aku pergi dulu yah!” ayahnya sedikit terkejut ketika melihat ekspresi wajah zelle sebelum keluar dari ruangan kerjaku.
“hmm ekspresi wajah zelle tadi menunjukan rasa sakit yang dulu pernah aku rasakan! Sayang maafkan ayah karena harus membuatmu menjadi monster seperti ayah karena kalo gak gitu maka kau mungkin tidak akan bisa bertahan hidup disini” bisik hati ayahnya ketika melihat luka yang selama ini zelle sembunyikan dalam diamnya.
Kini zelle sudah keluar dari rumahnya dan berjalan tanpa tujuan namun tetap membawa tongkat bisbolnya untuk berjaga jaga “ais bisa bisa nya ayah bilang gitu, aku gak akan mau nambah peringkat kalo aku bisa naik keperingkat 9 aku gak bisa bebas lebih dari ini?”
zelle tahu kemampuannya yang sesungguhnya bahwa dirinya punya IQ di atas rata rata namun sebagai anak penguasa mafia zelle tidak mau menunjukan kemampuannya itu pada semua orang termasuk ayahnya sendiri karena zelle takut hidupnya akan semakin di kekang hingga membuatnya sulit bernapas.
“zel mau main poker gak?” tiba tiba dari belakang dirinya mendengar suara tao pria tua yang selalu mengusik ketenangan hidup zelle “paman kau cari mati ya berani menantang ku? Tapi ya sudah ayo pumpung aku lagi good mood ini?” akhirnya zelle pun di ajak ke pusat hiburan malam oleh tao.
“paman aku butuh bantuanmu” kata zelle saat baru sadar dirinya tidak punya uang “apa kau berani bertarung, aku akan membayarmu jika kau mau?” mata zelle langsung berbinar saat telinga zelle mendengar kalimat yang di ucapkan tao.
“benarkah, lalu bagaimana kalo aku juga menang!” mata tao langsung menatap tajam mata zelle lalu tangannya meraih tubuh zelle sedangkan tangan yang lain menunjuk kearah seorang perempuan yang tinggi lagi berpenampilan garang terlihat bekas luka di bagian wajahnya dan mata coklatnya tajam seperti mata elang.
“itu lawanmu” mata zelle terpaku pada perempuan itu senyuman tipis tersungging di bibirnya “kau akan memberiku berapa?” Tanya zelle sambil matanya menatap tajam mata tao.
“5 jt jika kau menang aku akan memberikan 10 jt untukmu” mata zelle semakin menatap tajam mata tao “baik aku akan melawanya, tapi kalo paman bohong aku akan memukul kepalamu dengan tongkat bisbolku” tatapan mata zelle masih tidak berubah ekspresi wajahnya juga tidak berubah masih tetap tenang membuat tao terkejut.
“baiklah tunggu sini” zelle membiarkan tao meninggalkannya dengan penuh semangat dan gairah aku pun betah menunggu di tempat ini.
“apa kau yang bernama grizelle lard?” zelle langsung mengangkat kepalanya dan menatap wajah pria itu.
“iya..”
“ikutlah denganku” zelle pun mengikuti pria itu “masuk lah ke ring” pinta pria itu pad zelle lalu zelle pun masuk kedalam ring “Huuu Huu Huu” suara sorakan penonton saat zelle sudah masuk ring.
“anak kecil berani menantang dewa habisi anak ingusan itu Sharon!” kurang lebih telinga zelle mendengar makian penonton yang di tujukan oleh diri zelle lalu mata zelle menatap perempuan yang bernama Sharon.
“ayah tolong berikan kekuatanmu” bisik hati zelle “oke dalam adu jotos ini siapa yang menyerah dialah yang kalah” teriak wasit pada zelle dan sharon itu setelah kami berdua menganggukan kepala kami wasit itu langsung keluar dari ring.
“Teng Teng Teng” suara gong tanda adu jotos di mulai, “Hiaak” zelle tahu sharon akan menyerangnya lebih dulu dengan sigap zelle langsung menghindar “oh kau boleh juga bocah” kata sharon setelah seranganya bisa zelle hindari.
“menyerahlah” kata zelle yang membuat sharon tersenyum lalu dengan cepat tiba tiba di sudah dihadapan zelle “Buaak” tubuh zelle terpental akibat tendangan Sharon yang dilesatkan di perutnya.
“bagaimana masih sanggup bicara?” teriak Sharon kepada zelle yang masih berusaha untuk bangkit “kau memang kuat tapi kau gak pintar” zelle langsung tersenyum kepadanya dengan penuh kemurkaan Sharon berlari kearah nya tetapi bukannya menghadapinya zelle semakin menghindar hingga Sharon terus mengejarnya.
“lihat apa yang akan aku lakukan padamu” bisik hati zelle kegirangan saat aku sampai pada ujung sisi ring kaki zelle memperlambat kecepatan larinya sehingga sejengkal lagi Sharon bisa menarik tasnya tetapi zelle menaiki ujung sisi ring lalu melakukan gerakan salto saat masih di udara zelle langsung mengambil tongkat bisbolnya yang ada di tas punggu saat kaki zelle mendarat.
“PaakkkK” suara benturan antara kepala Sharon dan tongkat bisbol zelle yang membuat darah Sharon menempel di ujung tongkat bisbol zelle dan memercik ke wajah zelle “BuukK” suara tubuh Sharon terjatuh di matras.
Semua penonton yang melihat adu jotos terdiam, suasana yang tadinya ramai seperti pasar kini hening seperti kuburan. Mata zelle langsung menatap tao yang melihatku paling depan.
“jangan lupa penuhi janjimu paman!” teriak zelle pada tao tampa memperdulikan keadaan di sekitarnya zelle langsung berjalan mengahampiri tao.
“berikan sekarang!” pinta zelle pada tao lalu tangannya memberikan tas berwarna hitam tangan zelle langsung menerimanya lalu membuka isi tas terlihat uang.
“terimakasih paman!” selesai mengatakan itu zelle langsung meninggalkanya dengan cepat lautan manusia itu terbelah dengan sendirinya sehingga zelle bisa berjalan dengan santai aku bisa merasakan tatapan mata yang dingin dari para penggemar Sharon tetapi zelle tetap tidak perduli.
“aku tidak percaya paman juga main padahal udah kehabisan uang?” kata zelle saat dapati tao juga ikut bermain poker “kau bertaruh berapa?” Tanya tao kepada zelle “kepo!” jawab zelle lalu zelle memperhatikan orang orang yang ikut bermain.
“hei nak apa yang kau lakukan disini?” Tanya seorang pria yang ikut bermain lalu mata zelle menatap wajahnya “namaku grizelle lard pak” sahut zelle sambil menunggu tahap buka kartu.
“pak minho two pair, pak jinri flush, paman tao straight, pak jeno flush. Hmm para bapak babak poker adalah permainan yang menggabungkan tiga hal strategi, taruhan dan keberuntungan kalian boleh bangga jika memiliki salah satunya tapi aku punya semuanya!” teriak zelle pada semua pemain yang membuat mereka menatap tajam matanya.
“hei bocah jangan banyak bacot cepat buka kartumu” sahut salah satu pemain yang ekspresi wajahnya menujukan kekesalan kepada zelle “baik akan aku sebutkan kartuku“ tangan zelle membuka kartu yang ada di meja.
“oh 8, 8, 8, 8, dan 10 four of a kind” semua pemain yang ada terlihat terkejut ada yang matanya membelalak, ada yang meremas jari jari tangannya seolah tidak percaya dengan kalimat yang zelle ucapkan.
“jangan bohong tunjukan semua kartumu pada kami” teriak salah satu pemain yang tidak terima “hmm paman tao apa kau percaya padaku, oke oke aku tunjukan pada kalian kartuku!” tangan zelle pun langsung memperlihatkan kartu kartu itu pada mereka “kalian lihat ini lah kartuku!” teriak zelle pada semua pemain.
Zelle langsung berdiri dan hendak mengkalungkan tas kepunggung “kau mau kemana ayo main lagi?” mata zelle langsung melirik kearah sumber suara itu “maaf pak uang yang aku butuhkan udah cukup” tangan zelle mengambil uang taruhan.
“hahaha apa kau takut?” Tanyanya lagi sambil menertawai zelle “iya aku takut kalo bakal menguras habis uangmu!” mata zelle menatap tajam matanya dengan senyuman yang tipis.
“beraninya kau!” bapak itu berusaha menghampiri zelle dengan amarah di wajahnya tetapi tao menghalanginya “para bapak sekalian aku bermain dengan kalian hanya untuk menambah uang untuk jajan” jelas zelle kepada semua pemain yang membuat mereka terdiam.
“benarkah apa yang kau bicarakan?” Tanya salah satu pemain kepada zelle “tentu, tanyalah pada paman tao kalo gak percaya” jawab zelle yang membuat semua pemain menatap tao “itu benar” sahut tao.
“jadi bocah ini milikmu tao?” Tanyanya “bukan dia adalah anaknya adel lard pemimpin anggota penguasa mafia” jawaban tao membuat semua pemain terkejut “haa!” sahut semua pemain.
“udah kalian gak usah takut tapi segan lah kepadaku” sahut zelle lalu gadis itu pun melangkah kan kakinya dengan santai karena dirinya tahu semua penghuni club malam ini sedang ketakutan.
“aku lah queen selanjutnya yang meneruskan estafet kepemimpinan anggotan geng penguasa mafia penguasa distrik 11 dan 12 di Negara dystopia” kata hati zelle lalu dirinya tersenyum bahagia karena walaupun hidupnya di penuhi penderitaan zelle semakin tumbuh menjadi manusia yang kuat.
SELESAI
Baca kisah keren grizelle lard sesungguhnya di novel ku yang berjudul "cinta kejam yang indah dan don't Call Me by My Name" oke 👍.
STAN talent STAN jiayou 🐼