Minggu/2/Januari /2022. Hari itu sudah gelap, tepatnya pada pukul 00.00, sekumpulan anak remaja sedang mengadakan uji tes keberanian disebuah Mansion tua, yang konon katanya dihuni oleh roh jahat.
Tentu para anak muda ini menganggap bahwa semua itu hanya omong kosong belaka untuk menakut-nakuti warga sekitar, agar tidak mendekati daerah ini. Karena rumor penampakan hantu yang beredar di sosial media, para anak muda ini menjadikan tempat tersebut sebagai bahan percobaan mereka.
「Arseim, apa kau sungguh sudah pernah masuk ketempat ini? Aku pikir tempat yang sangat suram didepan kita ini begitu menyeramkan, aku takut..」
Seorang gadis berkaca mata bertanya pada teman disebelahnya, itu adalah seorang pemuda ramping, wajahnya yang lumayan tampan sama sekali tidak terlihat dimalam yang gelap itu.
Disebelah kiri dan belakang mereka ada seorang laki-laki dan perempuan yang berwajah tenang, namun ada sedikit keringat dingin yang membasahi punggung mereka.
「Tentu kita akan masuk, apa kau sungguh ketakutan? Kemarin sepertinya dirimu yang paling antusias tentang ini..」
Pemuda bernama Arseim itu bertanya kembali, ia menyipitkan matanya berusaha untuk melihat gadis disebelahnya, namun tempat itu bemar-benar sangat gelap. Mereka memang membawa senter, tapi itu berada didalam tas mereka, dan senter itu direncanakan untuk dipakai ketika salah satu dari mereka menyerah, kemudian dengan senter itu mereka akan mencari jalan pulang.
Mansion dihadapan mereka sungguh suram, itu seperti bangunan kematian yang akan membawa orang memasukinya menuju Neraka dalam hitungan detik, sekilas jika diperhatikan, bangunan itu juga memancarkan aura aneh berwarna hitam secara samar-samar.
「Sudah jelas aku takut! Lihat suasana mencekam itu, tanpa memasukinya pun, aku tahu kalau sebenarnya didalam sana ada sesuatu yang sangat berbahaya!」
Gadis berkacamata itu gemetaran, ia masih ingat kalau beberapa hari lalu, dirinyalah yang merekomendasikan tempat ini pada teman-temannya, namun sekarang ia bahkan tidak berani hanya untuk melewati gerbangnya.
「Jadi kau ingin mengatakan kalau uji keberanian kali ini dibatalkan?」
laki-laki yang berada dibelakang akhirnya buka mulut, sebenarnya ia akan sangat setuju jika kekonyolan ini dibatalkan, karena dirinya sendiri juga sangat takut, namun ia dapat menyamarkannya dengan baik.
「Bukan seperti itu, aku hanya ingin menundanya saja, entah mengapa suasana tempat ini lebih mengerikan dari beberapa hari lalu aku berkunjung.」
Gadis berkacamata itu menatap lurus kedepan, pada hatinya terpikirkan ide untuk meninggalkan teman-temannya itu jika misal ada seuatu yang mengerikan muncul, apalagi jika mereka tetap keras kepala ingin masuk.
Setelah berdiskusi panjang lebar, mereka ber-lima pun akhirnya memasuki Mansion tersebut.
Berharap tidak ada jumpscare yang muncul, semua orang semakin waspasa.
Pintu masuk dibuka dengan mudah oleh Arseim dengan satu dorongan pelan, itu sudah sangat tua, dari tampangnya terlihat akan segera hancur jika ditendang. Pintu yang terbuka secara perlahan menghasilkan suara ‘Kieekkk’ yang menandakan kalau itu sudah tidak digunakan, dalam waktu yang lama
「Astaga.. Suara pintunya saja begitu menyeramkan, aku semakin takut!」
Gadis berkacamata itu mengeluh lagi, yang membuat dia lebih takut dari ke-tiga temannya adalah, karena dia yang memegang kamera, Ia selalu merinding saat membayangkannya sebuah kepala melayang didepan kameranya secara tiba-tiba .
「Ini aulanya, ternyata bagian dalamnya cukup luas」
Perempuam yang berada disebelah kiri mereka bericara, ia sesekali memandangi celah didinding yang retak, entah apa yang gadis itu lihat namun dalam hitungan detik, tubuhnya langsung terasa lemas.
*Bukk!!
Ia terjatuh kelantai dengan tubuh bergetar dan mata melotot, melihat teman mereka mendadak terjatuh membuat ketiga orang itu berhenti berjalan dan menghampirinya.
「Lily, ada apa? Apa kau merasa tidak enak badan?」
Gadis berkacamata itu bertanya sambil memegang pundak temannya itu, sejenak ketika dirinya melihat mata melotot Lily dikegelapan membuat jantungnya berdetak cepat.
“Kenapa Lily melotot seperti itu?” Gadis berkacamata sangat heran sekaligus takut, ia khawatir misal temannya itu dirasuki oleh sesuatu.
「Tidak apa, aku ha-hanya merasa takut saja..」
Lily bangkit, ia sudah tidak gemetaran lagi dan matanya juga sudah kembali menyipit. Dirinya adalah seorang gadis pendiam, matanya yang sipit menebar pesona tertentu dihati setiap orang, tentu hal tersebut tidak terlihat dengan jelas ditempat gelap seperti mansion itu.
「Apa kau yakin? Kita bisa kembali jika kau sudah tidak tahan.」
Gadis berkacamata itu terlihat khawatir, hanya dirinya yang sempat melihat mata melotot Lily sebelum akhirnya kembali seperti semula.
「Teman-teman, apa sebaiknya kita berpencar saja?」
Arseim mendekati mereka berdua, laki-laki yang satu lagi juga mendekat, ia cukup tertarik dengan ide temannya itu.
*BAMM!!!
?!
Mereka semua terkejut, pintu tua tadi mendadak tertutup dengan sangat keras dan itu tidak hancur? Namun bukan itu yang mereka khawatirkan, melainkan sesuatu yang lain.
“Kyaaaa!!” Lily berteriak, itu seperti bukan suaranya karena terdengar melengking, namun anehnya itu berasal dari mulutnya.
「Li-Lily ada apa denganmu!」
Gadis berkacamata itu berusaha untuk memegang pundak Lily, suara yang dikeluarkan oleh gadis itu juga mengeluarkan hembusan angin yang kencang, sehingga gadis berkacamata sulit untuk meraihnya.
*Slapp!!
Ia akhirnya memegang pundak gadis itu setelah beberapa detik berusaha.
「Amelia! Menjauh darinya, itu berbahaya!」
Arseim berteriak, suaranya tidak terlalu jelas karena teriakan dari Lily yang bahkan dapat meredam suaranya.
「Li-Lily, tenang saja, aku berada disisimu.」
Amelia memeluk Lily dengan erat, gadis itu sama sekali tidak peduli misal dirinya terluka jika melakukan hal tersebut, ia hanya tidak ingin temannya terluka karena dirinya. Semua tentang rencana kemari adalah usulan darinya, jadi jika terjadi sesuatu kepada temannya itu, dia tidak sanggup untuk mengangkat kepalanya lagi didepan siapapun.
“Aaaaaa!!!” Namun tidak ada perubahan, Lily masih berteriak dan nadanya setiap saat semakin tinggi, bahkan membuat telinga mereka menjadi sangat sakit.
.....
Lily mendadak diam.
Ketika mengetahui hal tersebut, ke-tiga remaja itu sangat lega, mereka mulai berfikir untuk segera meninggalkan mansion tersebut.
「Lily, syukurlah kau baik-baik sa..」
*Srakk!!
“Huh?..”
“Arrghhh.. ta-tangan ku..” Amelia berteriak kesakitan.
「Lily, Apa yang kau lakukan!」
Arseim membentak cemas, ia langsung berdiri dan bergegas menuju posisi Amelia. Ia melihat sebelah tangan Amelia yang putus tergeletak dilantai, itu sangat mengerikan, dia langsung merobek kaosnya dan membalut pergelangan Amelia agar darahnya tidak keluar lebih banyak.
「Lily, kenapa kau melakukan hal itu, kalau ada yan...」
?!!
Arseim terdiam, mata Lily bukan hitam seperti biasa melainkan merah menyala, bahkan dikegelapan pun itu terlihat sangat jelas, seperti dua senter yang menyala.
「Berisik!」
Itu adalah nada yang sangat dingin, meskipun Lily selalu bersikap cuek dan berbicara dengan dingin kepada mereka, namun mereka tau kalau itu adalah kebiasaan gadis tersebut.
Namun sekarang berbeda, itu bukan dirinya yang biasa, melainkan seperti sosok yang berbeda, nada dingin yang dilontarkan Lily itu tidak menyeramkan, namun sekarang itu seperti sesuatu yang dapat membunuhmu kapan saja, sangat menakutkan!
「Sam, bawa Amelia keluar dari sini..」
Arseim berkata dengan pelan.
「Bagaimana denganmu?」
Sam bertanya.
「Itu sudah bukan Lily lagi, aku akan menahannya disini selagi kalian berusaha lari, kalau ada cara aku akan mengembalikan Lily seperti semula.」
Arseim menatap penuh harap pada Sam, ia sama sekali tidak ingin jika temannya itu menolak perkataannya.
「Baik, semoga kau beruntung sobat」
Sam menepuk pundak Arseim kemudian menggendong Amelia yang sudah pingsan sedari tadi, setelah berbicara beberapa hal, Sam pun pergi dan Arseim tetap pada posisinya.
Lily tidak bergerak, itu bahkan tidak menghalangi Sam ketika mencoba untuk lari, Arseim semakin tidak nyaman dengan semua ini.
「Apa kau berpikir dapat lari dari sini?」
?!!
Arseim terkejut, suara yang dikeluarkan oleh Lily seperti beberapa orang yang berbicara dengan serentak, dan sekarang gadis itu sedang menatapnya dengan senyum remeh.
「Siapa kau! Kenapa makhluk sepertimu merasuki temanku?!」
Arseim membentak, ia sama sekali tidak takut jika resiko dari membentak makhluk di hadapannya adalah kematian. Ia sudah membulatkan tekad!
「Hahaha.. dasar makhluk rendahan, sejak masuk ketempat ini kau dan juga teman-teman manusia mu itu sudah ditakdirkan untuk mati dan gadis pemilik tubuh ini juga, sudah aku makan jiwanya, hahahaha!!!」
Wajah Arseim memucat..
“Itu tidak mungkin!” Ia membantah perkataan itu.
「Daging mati sepertimu tidak perlu bertanya lagi, tapi akan aku tunjukkan sesuatu yang menarik」
Perlahan wajah dan tubuh Lily robek, itu mengeluarkan darah yang sangat banyak, ada sejenis bentolan kecil disekitar matanya mulai tumbuh, telinganya menjadi panjang dan runcing, rambunya yang halus mulai beterbangan dan mendadak menjadi tegang seperti ranting.
Bentuk tubuhnya berubah, itu bukan lagi Lily yang ia kenal, sekarang wujud itu sangat persis dengan yang dikatakan semua orang.
「Iblis」
Gumam Arseim, kemudian ia sudah tidak dapat melihat apapun lagi.
Dipintu belakang Mansion...
「Ke-kenapa pintu ini tidak mau terbuka, aku harus segera pergi dan mencari bantuan!」
Sam panik, sudah lebih lima menit ia berdiri didepan pintu besar tersebut dan mendobrak ataupun menariknya, semua sia-sia, itu bahkan tidak bergetar.
「Usaha yang sia-sia, kenapa kau tidak bunuh diri saja?」
Terdengar suara menyeramkan dari sebelahnya.
Saat menoleh kesamping, Sam dapat melihat wajah hitam penuh darah dan robekan yang sangat mengerikan sedang tersenyum kepadanya.
Itu persis didepan wajahnya dan membuat jantungnya hampir meledak karena terkejut dan ketakutan.
「Temanmu sudah mati semua, sekarang hanya tinggal kau seorang」
Itu sangat mengerikan, bahkan ia terlihat seperti mengunyah sesuatu.
「Tidak mung..」
*Srakk!!
Setengah badannya hilang, semua masuk kedalam mulut makhluk mengerikan tersebut dalam sekali gigit.
「Terima kasih atas makanannya」