Jakarta, 5 november 2020
berawal dari hujan diakhiri dengan hujan
"hujan selalu membuat ku teringat padamu seolah olah semesta sedang menghukum ku"ucap rafa dengan sendu menatap kearah jalan didepan nya yang sedang diguyur hujan deras
mengapa begitu sulit melupakan cinta pertama?
"melupakan sesorang itu tidak sesulit yang lo fikirkan yang sulit itu menghapus semua kenangan nya "jawab laki laki disamping rafa sembari tersenyum
Deg
Jantung rafa berdetak kencang kala melihat senyuman hangat yang ditampilkan oleh laki laki di samping nya
"senyuman itu"batin rafa
"hey hey"tepukan dibahu rafa membuyarkan lamunan nya
"ah ya"kaget rafa menatap orang disamping nya
"kenalin gue arka"kata nya
"ah gue"belum sempat rafa memperkenalkan diri arka sudah memotong ucapan nya
"Rafael darendra bukan"ucap arka masih dengan senyuman khas nya yang membuat rafa teringat akan senyum manis cinta pertama nya
"lo kenal gue"tanya heran rafa pada orang yang baru ditemui nya untuk pertama kali
Arka tersenyum sumbang menahan sesak di dada nya
"mana mungkin gue gak kenal lo kalo tiap hari dia selalu cerita tentang lo"kata arka dengan tatapan kosong nya
"maksudnya?"rafa bingung dengan ucapan arka jelas jelas dia tak mengenal arka
"Raina zachira lo kenal dia kan"ucap arka penuh kerinduan
Tentu saja rafa tak akan pernah bisa melupakan nama itu nama yang bagai cahaya di kegelapan hidup nya
"rain"gumam rafa pelan
"lo siapa nya rain"ucap rafa dengan mata yang sudah berkaca kaca
"gue abang nya rain "ucap arka memberikan sebuah buku bersampul dengan warna pink bertuliskan nama rania zachira
Dengan tangan bergetar rafa mengambil buku tersebut dengan gerakan pelan dan perlahan dia membuka lembaran pertama buku itu
Nama gue Raina zachira gue anak bungsu dari 3 bersaudara dan gue satu satu nya anak perempuan dikeluarga gue
Hari ini hari pertama gue masuk SMA jantung gue berdebar gak karuan gue gak sabar pengen masuk ke SMA impian gue
Jakarta,16 juli 2018
*********************************************
Gak kerasa udah hampir 2 bulan gue sekolah di SMA impian gue tapi gak ada yang istimewa sama sekali selain temen temen baru gue dan juga kekesalan gue sama anak anak cowok yang pada modus ama gue
Jakarta,6 september 2018
*********************************************
Hari ini semua nya terasa berbeda baru pertama kali gue ngalamin hal ini jantung gue berdetak kencang kala menatap sorot mata tajam dibawah guyuran hujan sikap dingin dan cuek nya membuat gue berdebar debar wajah nya yang penuh lebam tak menutupi paras tampan nya
Dia yang belum kutahu nama nya?
Jakarta,5 november 2018
*********************************************
Tanpa terasa air mata rafa jatuh membasahi pipi nya
Ingatan nya kembali pada hari pertama dia bertemu gadis cerewet bernama raina zachira
Kala itu rafael pulang kerumah nya dengan penuh lebam di wajah nya lalu bertengkar dengan kedua orang tua nya
Rafael darendra laki laki bergelimang harta berusia 18 tahun laki laki yang dibesarkan dengan uang bukan kasih sayang hingga membuatnya jadi anak berandalan nakal yang sudah beberapa kali pindah sekolah
"bagus yah rafa lagi lagi kamu bolos sekolah dan berantem sama geng gak jelas kamu itu hah"bentak papa rafa dengan penuh amarah
"jawab jangan diam aja"lanjut sang papa
"ya aku berantem lagi"pasrah rafa dia tidak berniat menyangkal sama sekali apa yang dikatakan papa nya
"dan ini apa hah lagi lagi surat panggilan dari sekolah"kata papa rafa langsung melempar kasar surat panggilan dari sekolah dihadapan wajah rafa
"lagi lagi surat panggilan"gerutu papa rafa beranjak pergi
"besok bi marni akan ngurus semua nya "ucap papa rafa sebelum benar benar pergi meninggalkan rafa sendirian
Yah hal ini sudah biasa bagi rafa orang tuanya tidak pernah sekalipun datang ke sekolah nya untuk memenuhi panggilan dari sekolah melainkan bi marni lah yang selalu datang bibi pengasuh rafa sejak bayi
Bahkan seorang pembantu lebih sayang rafa dari orang tua nya sendiri
Kadang kadang rafa bertanya pada dirinya
sendiri apa kesalahan nya sehingga membuat orang tua nya mengacuhkan nya ?
Pernah saat rafa masih menginjak bangku SD dia berusaha sekeras mungkin menjadi siswa berprestasi dengan harapan orang tua nya bangga pada nya dan mulai memperhatikan nya namun semua itu hanya angan angan rafa saja tetap saja orang tua nya mengacuhkan nya
Dan seperti inilah sekarang rafa memutuskan jadi anak nakal namun bukan nya dapat perhatian malah dapat amukan
Toh sekarang rafa tidak peduli pendapat orang tua nya di mata mereka rafa tetap lah anak yang membuat malu
"tak bisakah sehari saja kamu tidak membuat ulah rafa"ketus mama rafa dengan wajah yang terlihat letih
Setelah lelah bertengakar dengan orang tuanya rafael menaiki motor kesayangan nya melaju dengan kencang membelah kemacetan kota jakarta
Tiba tiba hujan turun dengan deras nya mau tak mau rafa menghentikan motor nya di sebuah warteg pinggir jalan
Dari arah belakang tanpa sengaja gadis berambut panjang dengan seragam SMA yang sama dengan nya membentur keras punggung nya
"aduh maaf yah kak aku buru buru soalnya hujan"suara lembut gadis itu membuat rafa menatap kearah bola mata nya yang berwarna cokelat dengan bulu mata yang lentik bibir yang membiru pucat akibat kedinginan
Cukup lama rafa menatap nya dengan sorot mata tajam membuat gadis itu terlihat gelisah karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari laki laki dihadapan nya
"kak"ucap gadis itu namun rafa masih diam tanpa sepatah kata
"wajah kakak lebam abis berantem yah"
"kata abang aku yah kak berantem itu gak baik kita itu harus saling memaafkan gak boleh berantem apalagi main kekerasan"nasihat gadis itu tak menyerah mengajak rafa berbicara
Meski rafa tetap diam gadis itu tak kesal sama sekali
"punya payung gak kak"tanya gadis itu penuh harap rafa hanya menggelengkan kepala nya
"yah padahal aku mau pulang nanti mama khawatir"keluh nya
"aku pulang yah kak oh yah ambil ini jangan lupa dipakai kak"ucap gadis itu menyerahkan hansaplast bermotif hello kitty
Dengan tergesa gesa dia beranjak pergi berlarian di tengah hujan berpayungkan ransel sekolah nya
"cerewet"gumam rafa pelan
Meski terdengar konyol baru pertama kali rafa merasakan perasaan hangat seperti ini bahkan orang tua nya tak pernah sedikitpun memperhatikan nya
Seakan takdir berpihak padanya rafa dipertemukan kembali dengan gadis cerewet itu
Rambut panjang nya yang terurai ditambah bando berwana pink menghiasi kepalanya membuat gadis itu terlihat manis
"yaampun kakak kan yang kemaren aku gak nyangka deh kita satu sekolah"oceh gadis itu tanpa canggung
"karena kita ketemu lagi harus kenalan dong kak nama aku raina zachira panggil aja rain"celoteh nya
"rain?"bingung rafa
"nama aku kan raina nah karena aku suka hujan jadi di panggil rain deh sama abang dan mama"jelas nya membuat rafa melongo tak percaya ada gadis yang begitu berani berbicara panjang lebar dengan orang yang baru di kenal nya
"kalo nama kakak siapa?"
"rafael darendra panggil aja rafa"entah mengapa seorang rafa yang dikenal dengan sifat dingin nya itu menjawab pertanyaan gadis cerewet seperti rain
Bel kelas tanda masuk berbunyi menghentikan percakapan antara rafa dan rain gadis itu buru buru masuk ke kelas nya
Sebelum pergi rain melambai lambaikan tangan nya dengan begitu ceria di iringi senyuman manis dari bibir nya
"sampai ketemu lagi kak di jam istirahat" ucap rain setengah berteriak
Rafa hanya diam menatap rain yang sudah menghilang dari pandangan nya
Jam isirahat tiba
Ternyata rain menepati ucapan nya entah bagaimana gadis itu tahu dimana rafa berada
"hay kak kita ketemu lagi hehe"gadis itu berucap sambil terkekeh
Lagi lagi rafa membisu bahkan mulutnya tak mengeluarkan suara sedikit pun walau hanya satu huruf saja
Bukan rain nama nya jika dia kehabisan akal untuk mengajak rafa berbicara
"kakak udah makan belum"
"kalo belum gimana kalo kita makan bareng"
"kakak patung yah kok gak ngomong sih sampai busa nih mulut rain ngomong sama kakak"gadis bernama rain itu sedikit merasa kesal baru pertama kali dia di acuhkan seperti ini
Rain terus menggerutu membuat rafa geli melihat nya hingga laki laki itu sudah tak bisa lagi menahan tawa nya
"ppffftt hahhahahahhha" akhir nya tawa rafa pecah melihat wajah rain yang terlihat konyol ketika sedang kesal
"ih kok kakak ketawa sih"kesal rain namun secepat kilat gadis itu merubah ekspresi nya menjadi tersenyum cerah
"ya ampun silau deh mata rain ternyata yah kak kalo di perhatiin kakak itu tampan super super tampan deh kalo ketawa kaya gini gimana yah kalau senyum pasti jauh lebih tampan"puji rain dengan senyuman jahil
Wajah rafa memerah seperti kepiting rebus baru pertama kali ada gadis yang terang terangan memuji nya seperti yang rain lakukan
Hari terus berganti, hari ini pun rain lagi lagi tak merasa bosan mengganggu rafa namun sepertinya rafa juga tak merasa keberatan
"aduh capek deh kak abis lari kaya gini ini nih alasan utama rain gak suka olahraga soal nya capek"keluh rain pada rafa yang duduk di sebelah nya
"oh ya"sahut rafa singkat meski begitu rain terlihat senang karena ada kemajuan setidak nya rafa menyahut jika dia berbicara berbeda dengan dulu hanya diam seperti patung
"kak kakak tau gak sih apa aku udah pernah bilang yah"bingung rain coba mengingat ingat
"apa?" tanya rafa
"kalo kakak itu tampan kaya nya kakak deh yang paling tampan dari semua cowok yang rain kenal abang rain aja kalah tampan sama kakak"ucap rain yang membuat rafa lagi lagi tersipu malu meski rain tak menyadari hal itu
Tidak terasa jam pulang tiba gadis dengan rambut panjang yang begitu menyukai warna pink itu berlari secepat kilat menyusul rafa yang hendak menaiki motor nya
"kak rafa "teriak gadis itu membuat rafa menutup telinga nya padahal suara gadis itu terdengar indah namun tetap saja rafa merasa jengkel jika rain berteriak di hadapan nya
"apaa"kesal rafa
"rain nebeng pulang dong"pinta gadis itu
"yaudah naik tunggu apa lagi"ucap rafa bersiap menjalakan motor nya
"ih kak rafa ngarep yah rain ikut kakak sorry yah kak rain dijemput abang nanti dia cemburu loh sama kakak kalo rain ikut"goda rain tak habis habis nya
Pupil mata rafa membesar bisa bisa nya gadis itu begitu narsis dan tidak tahu malu
"bye bye kak"rain setengah berlari melambaikan sebelah tangan nya pada rafa tidak lupa mata nya berkedip jahil pada laki laki yang terpaku memandang nya
Dan mobil jemputan rain sudah melaju semenatara rafa laki laki itu dia masih menyadarkan dirinya karena tingkah laku rain yang membuat nya berdebar debar
Waktu tak pernah berhenti dulu rafa selalu merasa waktu berjalan dengan lambat tapi sekarang berbeda rasa nya waktu berlalu begitu cepat nya
Perasaan rafa hari ini begitu buruk wajah datar nya semakin murung membuat gadis ceria seperti rain tak henti henti nya ingin berbuat jahil
"ya ampun suram banget yah nih hari"celutuk rain langsung duduk di kursi samping rafa tanpa mempedulikan tatapan orang orang di sekitar nya
"hm"rafa hanya berdehem pelan tak ada niatan untuk menanggapi ucapan gadis cerewet yang telah mengisi hari hari nya itu
"hidup itu simpel tau gak kak kakak nya aja yang bikin ribet"ucap rain sambil memakan cokelat
"kalau lapar yah makan kalau haus yah minum kalau sedih yah nangis kalau marah yah teriak teriak kaya orang gila aja biar stress nya berkurang"rain terkekeh dengan ucapan nya sendiri
"kalau ada masalah itu cerita dong kak "pinta rain pada rafa
"apaan sih sok tau"sahut rafa tersenyum tipis sangat tipis rain bahkan tak menyadari nya
"kak tau gak kenapa rain suka hujan"
"hujan itu gak pernah mengeluh pada tuhan
Meski jatuh berkali kali untuk memberikan ketentraman dan kesuburan untuk bumi"kata rain dengan senyuman yang begitu menawan
"sama kaya kamu rain"rafa membatin dalam hati nya
Laki laki itu tersenyum begitu manis namun ketika rain menengok kearah nya raut wajah nya langsung berubah jadi datar
Begitulah setiap hari nya rafa menjalani hari melelehkan nya dulu rafa tak punya tempat untuk singgah apalagi pulang tapi sekarang rafa adalah orang yang paling rajin berangkat sekolah hanya karena ingin bertemu rain
Bagi nya hanya rain yang mengerti diri nya meski tidak mengerti pun rafa hanya ingin melihat wajah manis rain agar hati nya merasa tenang
Hari berganti minggu minggu berganti bulan seperti itulah hari hari berlalu dengan cepat nya
rain tak menyerah mendekati laki laki dingin bernama rafa itu kali ini pun gadis itu tak menyerah
"nih kak minum capek kan habis main basket"kata rain berdiri dihadapan rafa sambil menyerahkan botol air mineral
Tanpa ragu rafa meminum nya wajah tampan rafa kali ini masih sama masih penuh dengan lebam sama saat pertama kali rain bertemu dengan rafa
"lo dipanggil guru bk tuh"ucap anak laki laki yang baru lewat dihadapan rain dan rafa
"kak jangan berantem lagi dong kalo kakak masih berantem rain gak mau kenal kaka lagi loh"ancam gadis itu sembari menampilkan raut wajah pura pura marah
"ok"sahut rafa
"janji yah kak "
"iya"
hari hari rafa lalui dengan ocehan cerewet dari rain hingga tragedi itu terjadi rain yang bersimbah dari dipangkuan rafa
Andai rafa bisa memutar waktu dia tak akan bertengkar dengan orang tua nya dan kabur dari rumah
Andai semua nya belum terjadi rafa akan mendengarkan rain untuk berbaikan dengan orang tua nya andai rain tak mengejar nya semua ini tidak akan terjadi
Hari itu rafa kehilangan rain nya cinta pertama sekaligus cahaya di kegelapan hidup nya
Kata orang penyesalan selalu datang belakangan kalau datang di awal bukan penyesalan namanya
Suatu perasaan yang belum sempat rafa sampaikan harus terkubur dalam dalam di lubuk hati nya
Perasaan yang hanya ingin dia berikan pada gadis itu namun belum sempat tersampaikan ternyata tuhan lebih menyayangi nya rain nya......
*********************************************
Dengan gugup rafa membawa rain untuk diperkenalkan pada orang tuanya berharap hubungan orang tua dan anak menjadi baik
Namun harapan nya tak sesuai ekspetasi bukan nya disambut dengan hangat lagi lagi rafa hanya mendapatkan amarah dari sang papa
Rain terpaku melihat pemandangan di hadapan nya berbeda dengan dirinya yang dibesarkan dengan kasih sayang rafa justru sebalik nya pantas saja dia jadi anak nakal fikir rain
"kali ini kamu bikin ulah apa lagi rafa papa malu sama rekan bisnis papa gara gara kamu jadi pembuat onar"teriak marah pria paruh baya itu pada rafa
"kalo orang tua nanya jawab rafa jangan diam aja"bentak sang mama membuat rain merasa iba pada rafa
"pa aku udah gak buat ulah lagi"bela rafa karena memang benar dia sudah berhenti berbuat onar karena janji nya terhadap rain
"alah alasan"hardik sang papa
"cukup mah pa aku udah muak kaya gini aku lelah ma pa kalian selalu kaya gini apa dihati kalian gak ada sedikit pun rasa percaya sama anaknya"ucap rafa menahan amarah nya
"udah mulai berani ngebantah kamu rafa"marah sang papa hedak melayangkan tamparan ke wajah rafa namun dihalingi sang mama
"tampar aku pah kalo itu buat papa bahagia"kata rafa dengan nada rendah
"pa mah dari kecil pernah gak kalian luangin waktu buat rafa gak kan yang ada di fikiran kalian cuma kerja dan kerja "keluh rafa
"kita kerja juga buat kamu rafa sekarang juga kamu menikamti hasil nya kan"ujar sang papa merasa bangga
"aku gak butuh semua kemewahan ini pa yang aku butuhin cuman sedikit waktu kalian buat aku tapi itu pun gak bisa kalian berikan"
"aku juga jadi anak bandel supaya dapat perhatian mama papa tapi tetap aja kalian gak peduliin aku"
"semua itu gak bisa kamu jadiin alasan untuk berbuat onar Rafael darendra"suara papa rafa semakin meninggi tanda amarah nya sudah berada di puncak
" k ka kak ra rafa"rain memanggil rafa dengan suara bergetar
Rain menggelengkan kepala nya mengisyaratkan rafa untuk berhenti bertengkar namun rafa mengacuhkan nya
"ok kalo selama ini aku salah sama mama dan papa aku minta maaf aku bakalan pergi biar gak jadi beban buat kalian biar gak bikin malu papa"suara rafa terdengar berat dia melangkah kan kaki nya dengan cepat meninggalkan rumah nya tanpa menghiraukan panggilan rain
"kak"
"kak"
Rafa berjalan tanpa arah tujuan rain terus menerus mencari rafa yang tak tau kemana arah pergi nya entah mengapa hari yang cerah berubah jadi mendung lalu hujan turun dengan deras nya
Disaat rain tengah panik mencari rafa ekor mata nya menangkap sosok yang di cari nya di seberang jalan
"kak rafa"rain berteriak sekuat tenaga
Rafa menengok kebelakang dilihatnya rain yang berlari kearah nya tanpa memperhatikan bahwa ada sebuah mobil melaju dengan kencang nya
"rain awas"teriak rafa
Brukkkk
Tanpa bisa dihindari mobil itu menghantam tubuh mungil rain tanpa peduli apapun lagi rafa berlari kearah rain
Dengan bersimbah darah rain terbaring di jalan ber aspal itu tangan gemetar rafa memeluk rain di pangkuan nya
Lalu lintas terhambat karena terjadi kecelakaan dengan panik orang orang memanggil ambulans
"rain bertahan yah"isak tangis rafa tak terbendung lagi
"hiks hiks gue mohon rain bertahan yah bentar lagi ambulans datang"isak tangis rafa tersamarkan oleh hujan yang turun dengan deras nya
"sakit kak"suara rain terdengar pilu membuat hati rafa tersayat sayat ketika mendengarnya
Kesadaran rain mulai menghilang tak henti henti nya rafa berdoa pada tuhan semoga rain baik baik saja
"kak rain suka hujan"ucap rain terdengar lemah dan kesadaran rain hilang sepenuh nya
"rain please buka mata lo gue mohon rain"rafa mengguncang guncang tubuh lemah rain
Suara sirene ambulans terdengar nyaring
Rafa terdiam membisu ketika rain dinyatakan meninggal di tempat
Dengan sekuat tenaga yang ada rafa berteriak memanggil rain namun gadis cerewet itu tak kunjung membuka mata nya
"raaaaiiiiinnnnnn"
*********************************************
Arka menepuk pelan bahu rafa menyadarkan nya pada kenyataan bahwa rain tak akan bisa kembali lagi
"hiks hiks"rafa tak bisa berhenti menangis hati nya terasa sakit mengingat rain yang bersimbah darah di hadapan nya
"udah dua tahun rafa ikhlasin rain dia udah bahagia di surga"ucap arka
"lo gak perlu merasa bersalah atas kematian rain karena pada dasar nya kematian itu adalah takdir "
"lo cuman harus jadi orang yang lebih baik lagi supaya rain bahagia liat lo dari atas sana"ucap arka dengan bibir bergetar
"ya" ucap rafa air matanya masih mengalir dipelupuk mata laki laki yang sudah berstatus mahasiswa itu
"gimana kalo hujan udah reda kita ke makam rain"ajak arka
Rafa hanya mengangguk tanda setuju
Tamat
Rain
Sama sepeti namanya hujan memberi tanpa menerima balasan ...
Seperti itulah perasaan mu yang belum sempat terbalaskan
Love rain ♡
"lo terlalu indah untuk dikenang dan terlalu sulit untuk dilupakan lalu gue harus bagaimana rain?"
~Rafael darendra