Malam itu terlihat lebih gelap dari biasanya, terasa lebih dingin juga lembab. Aku ingat malam itu sepulang dari menonton konser, aku mampir ke sebuah kedai kopi di ujung gang itu.
Kedai kopi yang lumayan ramai, meskipun berada di tempat yang sedikit tersembunyi.
Clang..
"Kau datang lagi.." Tanya pria tua pemilik kedai kopi itu, ia sangat ramah dan asyik diajak berbicara.
"Ya, aku pikir mampir dan memesan secangkir kopi tak jadi masalah." Jawabku.
"Ini sudah cukup larut untuk seorang wanita berkeliaran, dari mana?" Tanya pria tua itu lagi.
"Aku pulang menonton konser, kupikir untuk mampir dulu.." Ujar ku.
"Konser? " Ulang pria tua itu kemudian tersenyum, "Kau suka mereka?" Tanya nya lagi.
"Suka? Tentu saja.." Seru ku, "Aku bermimpi jika suatu saat aku bisa menjadi idol, tapi mengingat usiaku sekarang rasanya mustahil, hehe.." Ah aku merasa sedih, aku sudah bukan remaja lagi.
"Kenapa mustahil? Ku pikir usia mu baru 27-an jika di lihat dari wajah mu." Ucap pria tua itu.
"Ah hampir, aku 28 tahun.." Ucap ku.
Pria tua itu mengangguk-angguk, kemudian tersenyum dan menyodorkan secangkir kopi pesanan ku.
"Ini, minumlah." Ucap pria tua itu, "Semoga semua yang kamu impikan terwujud.."
Aku meminum kopi itu perlahan, menghirup aromanya lamat-lamat. Kemudian aku tak ingat lagi kelanjutan malam itu..
..
"Hey, Audy ayo cepat.." Seru seseorang dibelakang ku, menepuk pundak ku cukup keras.
"Ah?" Aku menoleh dan..
Jreng
'Ini dimana? Apa maksudnya..' Inner ku. Aku memutar tubuhku, memandang sekeliling.
Orang-orang yang sibuk menyeret pakaian, beberapa mengambil air minum, lalu handuk. Dan seseorang sedari tadi menarik-narik tanganku.
"Hey .." Seru ku tak terima, apa-apan orang ini. Ini namanya pelecehan, membuka baju orang lain secara paksa, yang benar saja.
"Kamu kenapa Audy? Kita harus cepat, sepuluh menit lagi kalian tampil lagu ke lima.." Ujar orang itu.
Tunggu tampil? Lagu? Ini konser? Aku mendadak seperti orang linglung.
"Aku siapa? Aku dimana? Apa yang ku lakukan?" Gumam ku tanpa sadar.
"Kau Audy, kau sedang ada di concer tour dan apa yang kau lakukan adalah tampil dipanggung Audy.. Astaga kau ini kenapa?" Gerutu orang itu yang sepertinya adalah seorang penata style.
Aku menjadi idol? Tapi bagaimana mungkin.
"Sekarang tahun berapa?" Tanya ku pada penata style itu.
"Hah? Ini tahun 2021? Kenapa menanyakan itu?"
Sialan, aku timetravel ke masa lalu. Konyol sekali, jika sekarang adalah 2021 maka usiaku adalah 23 tahun.
'Bagaimana mungkin, terakhir kali aku.. kedai kopi? Sialan kedai kopi, tapi apa mungkin?'
Aku tak bisa memikirkan kedai kopi itu dulu, sekarang fokus ku adalah konser. Bagaimana ini? Aku tak tahu lagu apa yang akan ditampilkan weei.
"Ya sudahlah, ikuti arus saja.."
..
Ajaib, super ajaib. Aku tampil dan aku menyanyi begitu saja, aku seperti menjadi sebuah boneka.
"Aku harus ke kedai kopi itu.."
Selepas konser, aku mendapat jatah libur tiga hari. Kebetulan sekali, aku bisa pergi ke kedai kopi itu.
Ku susuri jalan kota, mencoba mengingat jalan dan letak gang dimana kedai itu berada.
"Harusnya di ujung gang ini.."
Voila..
Benar saja kedai kopi ini ada di sini.
Kling..
Suasana sangat sepi, tak ada satu pengunjung pun. Disana aku melihat pria tua itu, tersenyum ke arah ku.
"Apa maksudnya ini.." Tanya ku, tanpa basa-basi.
"Kenapa? Kau tak suka?" Tanya pria tua itu.
Aku menghela nafas sejenak, "Bukan, aku suka hanya saja ini sangat .. " Aku tak mampu melanjutkan kata-kataku.
"Lalu kamu ingin apa?" Tanya pria tua itu.
"Ini.. impian ku tapi aku merasa, tak nyaman." Ungkap ku.
Memang benar, rasanya seperti bukan diriku. Aku seperti menjadi orang lain.
Pria tua itu tersenyum kemudian menyodorkan secangkir kopi kehadapanku.
'Entah kenapa aku merasa deja vu..' Inner ku sambil memandang kopi itu dengan tatapan kosong.
"Selepas ini, semua hanyalah mimpi.."
...
Treng
Treng..
"Hey.. Audy." Seru seseorang. Mengguncang tubuh gadis yang tertidur dimeja.
"Hmm.."
"Ayo bangun bodoh.. bel pulang sudah berbunyi.."
Tunggu. Bukankah aku seorang idol..
..
End