Ting!
1 pesan masuk dari WAG alumni SMA.
[MOHON PERHATIAN!!
PADA HARI SELASA, 16 MARET 2022 AKAN DIADAKAN REUNI DI SMA BHAKTI KENCANA. ACARA AKAN DILAKSANAKAN PADA PUKUL 19:30 s.d- SELESAI. DIHARAPKAN KEPADA ANGKATAN KE 7-10 UNTUK MENGHADIRI ACARA INI.
TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA.]
Aku memutar bola mataku dengan malas saat membaca pesan singkat itu. Reuni berarti bertemu kembali dengan masa lalu. Pasti sangat canggung bukan?
16 Maret, ya?
Itu berarti 5 hari lagi. Apa aku akan datang? Andai dia tak datang, aku pasti akan datang. Melihat dari 7 tahun yang lalu dia datang terus.
Yaa, sejak mengetahui dia sering datang ke acara reuni, aku jadi malas datang. Lebih enak rebahan sambil membaca novel.
Tapi apa salahnya kali ini aku ikut reuni? Kali aja tahun ini aku bisa melepas status janda ini. Eh, maksudku jomblo.
Hahaha!
Awas kau Doni, aku pasti bisa mencari pengganti dirimu.
***
Senin, 15 Maret 2022.
Ah, aku sudah nyalon. Shopping juga sudah. Tinggal besok saja aku datang reuni. Ternyata kangen juga dengan teman sekelas dulu.
Aku jadi ga sabar deh ketemu mereka.
Hmmm, tapi firasat ku agak tidak enak tentang mereka, sih. Pasti mereka bawa anaknya. Sedangkan aku? Jomblo forever, cuy!
But, it's okay, no problem.
Aku yakin reuni kali ini aku akan mendapat jodoh.
Akhirnya esok hari pun tiba. Sedari siang, aku sudah sibuk mempersiapkan diri untuk acara malam nanti. Sebenarnya sejak 3 hari yang lalu sih, hihi. Semangat 55 sekali aku ini.
Semua persiapan sudah aku siapkan. Tinggal menunggu waktu sore hari dan aku berdandan agar terlihat lebih 'wah' dalam acara itu.
Aku melirik gaun panjang dengan warna nude itu. Sepertinya aku akan sangat cantik nanti, yah menurutku.
Uhuk!! Pede itu baik 'kok.
Tanpa terasa sudah sore dan aku, Kania Saraswati, orang yang jomblo 7 tahun karena masih bucin dengan mantannya, akhirnya hari ini memutuskan untuk move on.
Ya, aku baru ingin memutuskan move on. Entah bisa atau tidak.
Semoga saja bisa. Semoga saja ada seseorang yang tertarik denganku. Duda juga tidak apa-apa. Asal ganteng dan kaya, eaa.
Aku memesan taksi untuk pergi ke acara reuni. Karena memang tidak mungkin 'kan aku membawa motor dengan penampilan ku yang bak artis ini.
Saat sampai di acara, ternyata sudah ramai. Untung saja aku tidak terlambat. Aku mulai ikut berbaur dengan mereka. Lebih tepatnya mencari teman sekelas ku.
Aahhh! Ternyata mereka sedang jajan siomay! Aku ini sudah dandan berjam-jam. Masa ke acara reuni cuma numpang makan siomay?
Kenapa harus siomay? Kenapa tidak lelaki tampan seperti suami halu ku atau artis di salah satu aplikasi yang sering ku tonton?? Aaaaaaaaaa!!!
Ku beranikan diri ini untuk mendekati teman-teman. Disana terlihat beberapa temanku dengan suami dan anaknya. Ada juga yang menggandeng lengan pacarnya. Hayati iriiiiiii!!
Kapan aku bisa seperti mereka Ya Tuhannnnnn?!
"Hai!" sapaku.
"Ehh, Kaniaaaa! Apa kabar, nih? Ayo sini duduk sama kita-kita," ucap Nadia dengan heboh.
Mungkin dia kangen karena aku sudah tidak ikut reuni selama 7 tahun ini.
"Eh, Kania, ya?!"
"Iya, Ni. Tambah chubby ya, pipimu?" ejek ku sambil nyengir kuda.
Aduhh, mulai deh aku ini ga elegan lagi. Rontok sudah citra 'berubah total' ku.
"Lu minta di adu suami, ya?!" ucapnya sewot. "Ups, lupa! Lu jomblo!" ejeknya balik dengan telak.
Aku tak bisa membalas nya. Aku merasa terbungkam oleh ucapannya.
"Hadehh. Kania, Kaniaa... Lu cantik tapi ga laku, kasian banget, ya?"
"WOI, REN! MULUT MU KURANG DIHAJAR, YA?!"
"Santai dong! Nih, gue kenalin temen gue. Jomblo juga tuh dia!" katanya sambil menunjuk seorang pria dengan kemeja warna maroon di ujung Utara dekat Mang Kosim berjualan bakso.
Dari tampangnya sih, OKE LAH YA. Tapi coba kenalan aja dulu lah. Lumayan daripada diejek terus.
Segera saja ku hampiri tanpa mendengar penjelasan Rendi lebih lanjut. Maklum, aku ingin segera melepas status jomblo.
Saat aku akan menyapanya, ada yang sudah menyapa nya duluan.
"Roy! Sini cepetan!!"
Pria itu mengangguk dan pergi.
HAHH??!!
ROY? ORANG YANG PALING SERING DIBULLY ITU KAN DULU?
Huftttt! Untung aku terselamatkan! Dasar Rendi sialan!!
Tiba-tiba tanpa hujan badai angin ribut, ada seseorang yang menepuk bahuku pelan.
Karena kaget, latahlah aku dibuatnya.
"GIGI AYAM COPOT!!"
"Pftt!"
"HEH! JADI ORANG TUH JANGAN NGAGETIN DONG! TAU GA SIH AKU INI SIA-," ucapan ku terhenti, kala melihat siapa orang yang menepuk bahu ku itu.
"Hilmi?!" tanyaku tak percaya.
"Iya, Kania?" jawabnya sambil tersenyum manis, sangat manis malah! Gula saja rasanya kalah! Bahkan semut sampai diabetes dengan melihatnya saja.
"Tidak!"
Canggung.
Itulah yang kurasakan. Dulu dia sempat menyatakan cintanya padaku. Namun, ku tolak. Tentu saja karena Doni.
Ok, balik ke suasana canggung tadi!
"Kamu udah nikah?" tanya nya.
"Aku belum nikah! Dan tolong ya, AKU.INI.MASIH.MUDA!" ucapku dengan penuh penekanan di akhir kalimat.
"Iya, muda. Dan cantik."
Sebentar!
Tadi dia bilang apa? Aku cantik?!
YAAA! 100 NILAI BUAT KALIAN!
Aku memang cantik [pede lagi].
"Kania..." panggilnya pelan. "Ucapan ku dulu masih berlaku, loh. Sekarang kamu mau kan jadi pacarku? Ehh, tidak! Langsung jadi istri ku saja," koreksinya cepat.
Aaaaaaaa! Emaaakkkkk!!!
Anakmu ini habis kejatuhan duren! Tahun ini aku jadi kawin, Mak! Yeay, ga jomblo lagiii!!
"Umm, kamu langsung ke rumahku aja ya, Mi. Tanya langsung sama Ibu ku. Sampai ketemu nanti Hilmii."
***
Yah, itu lah kisahku, Kania Larasati. Istri dari Hilmi Satria Wirawan.