Jalanan yang penuh dengan genangan air selepas hujan deras melanda daerah Osaka.
Terlihat seorang anak lelaki berambut panjang tengah membawa sebuah pisau yang berlumuran darah sedang berjalan sendirian di sebuah gang.
"Hufh, selesai juga akhirnya" Ucapnya sambil membuang pisau tersebut.
"Wah wah wah, kau sudah kembali lebih dulu ternyata. Izumi"
Tiba-tiba seorang anak laki-laki dengan poni menutupi matanya datang dan memberi Izumi sebuah kertas dan berkata, "Dia adalah yang selanjutnya" Lalu melewati Izumi dan pergi. Sambil membaca tulisan itu Izumi menyeringai.
"Baiklah, ini akan jadi sangat mudah"
※□※□※□※
Kenji Izumi, anak kelas 1 Senior Akademi Kujaku no Chi. yang terletak di daerah Osaka, Jepang.
Ia tinggal sendirian di sebuah rumah tua peninggalan neneknya.
Hidup sebatang kara tidak membuatnya terpuruk dalam kehidupan.
Ia malah senang saat neneknya itu sudah tidak bisa mengomelinya lagi.Untuk selamanya.
Kenji ingin membalas dendam pada kedua orang tuanya.
Yang telah membuangnya seperti rongsokan di pinggir jalan saat ia masih berumur 6 tahunan.
Itupun setelah Ayah memukulinya sampai babak belur.
Mereka kira Kenji sudah tiada, jadi mereka membuang tubuhnya ke tempat sampah.
Namun, Tuhan masih memberikannya suatu kesempatan hidup.
Kenji di temukan oleh seorang nenek tua yang ingin membuang sampah, nenek itu terkejut bukan main ketika melihat Kenji dalam keadaan yang kacau balau.
Baju robek sana sini, banyak luka lebam di seluruh wajah dan tubuhnya.
Kasihan, lalu nenek membawanya kerumah dan merawatnya.
Ia di sekolahkan dengan uang yang nenek punya, karena kebetulan nenek adalah orang yang cukup mampu.
Baru saja pertama masuk, Kenji sudah berbuat onar.
Ia mencekik temannya hingga pingsan, yang membuatnya di hukum dengan membaca seluruh buku sastra kuno di perpustakaan dengan bantuan seorang guru pembimbing, selama 4 hari berturut-turut.
Saat Kenji, menyelesaikan hukumannya tanpa ada masalah. Si guru pendamping sangat terkejut, padahal ia hanya iseng pada Kenji saat dia ingin Kenji membuat suatu sastra dengan tulisan kuno.
Tanpa ia duga, Kenji bisa membuatnya dengan bagus.
Saat si guru membeberkan hal ini kepada kepala sekolah.
Dia bilang, "Ya, anak ini punya potensi"
Dan langsung meningkatkan kelas izumi menjadi kelas 4 dasar.
Setelah lulus dari kelas dasar, Kenji harus menempuh pendidikan lagi di kelas Junior.
Hal yang berbeda terjadi disini.
Karena teman sekelasnya tau bahwa dia adalah yang termuda, Kenji mulai dibuli.
Namun, Kenji selalu ingat pesan neneknya.
"Jangan jadikan dendam, sebagai kayu bakar untuk membalas perbuatan keji seseorang. Biarkan saja dulu"
Tapi tindakan mereka mulai kurang ajar, mereka memotong rambut Kenji menjadi sangat pendek. Padahal nenek bersusah payah untuk memanjangkan nya agar kelak Kenji akan dinikahkan dengan cucunya yang termuda.
Nenek tau, Kenji adalah anak yang sangat pintar dan sangat baik. Namun di balik itu nenek juga tau, setelah ia tiada nanti Kenji akan menjadi sesosok yang paling di takuti.
Olehk karena itu, nenek terus memberinya nasehat terus menerus.
Sampai suatu hari, saat Kenji muak dengan perkataan nenek.
ia berkata "Nek, aku sudah berumur 15 tahunan. Aku bisa menjaga diriku nek" Nenek mengangguk dan kemudian terjatuh ke lantai.
Kenji terkejut, ia segera melarikan nenek ke rumah sakit.
Namun sayang, nyawa nenek tidak tertolong.
Penyakitnya sudah menggerogoti tubuhnya bahkan sudah sejak lama.
Lalu kemudian Kenji diajak anak sulung nenek untuk kerumahnya, agar tinggal bersama.
Namun Kenji berkata tidak, ia akan tinggal di rumah nenek saja, tapi Kenji mohon bantuan untuk keperluan hariannya.
Di saat yang bersamaan, setelah ia pulang dari rumah sakit.
Ia bertabrakan dengan orang yang membulinya.
"Hey! Apa kau tidak punya mata?" sambil mencengkram keras kerah baju Kenji.
"Lihat, rambut poninya saja menutupi matanya. Bagaimana dia bisa melihat? Ahahaha"
Tanpa banyak bicara Kenji, langsung menampar wajah anak itu. "Beraninya kau!"
Satu pukulan mendarat di pipi kiri Kenji.
Membuatnya terjatuh dan di tertawakan oleh anak-anak itu.
Dengan tatapan kosong, Kenji mengeluarkan pisau cutter dari dalam saku jaket coklatnya.
Membuat teman-temannya itu gemetaran, belum lagi dengan pancaran aura negatif yang ada pada dirinya.
"H-hey, Izumi kun. K-kau tau? Kami h-hanya bercanda"
"Be-benar!"
Namun Kenji tidak memperdulikannya,
Karena takut mereka pergi, namun salah satu dari mereka tertinggal karena kakinya tiba-tiba terkilir.
Ia adalah Hideki.
Hideki panik, karena Kenji sudah mendekat.
Namun tanpa di sangka-sangka Kenji malah membuang pisau cutternya.
Melihat itu, Hideki merasa lega.
Namun ternyata Kenji malah mengambil sebuah kayu dengan paku yang masih menancap.
Hideki berusaha untuk bangun, namun Kenji segera memukul kakinya dan menggaruk nya sehingga berdarahlah kaki Hideki.
Belum cukup sampai disana, Kenji masih belum puas.
Kenji mengambil paku yang berkarat, melepas sepatu Hideki dan menusuk kakinya dengan itu.
Hideki berteriak histeris, sehingga menyebabkan beberapa orang melihat dari kaca jendela apa yang baru saja terjadi.
Namun karena gelapnya malam, Kenji selamat.
Melihat Kenji yang teralihkan, Hideki mencopot paku dari kakinya dan berlari dengan kaki pincang melewati jalan.
Dia melihat ke arah Kenji yang diam saja di pinggir jalan.
"Hahahah!! Kau pasti takut kan untuk mengejar ku? Ahahahah--"
Bruaakkkk
Hideki meninggal tertabrak sebuah truk pengangkut makanan.
Semua orang di dekat sana mulai mendekat.
Membuat Kenji harus menghilangkan semua bukti-bukti kekerasannya.
Meletakkan kembali kayu yg dia bawa, dan segera berpura-pura bahwa ia shok melihat temannya telah tiada.
"Astaga, anak yang malang ya"
"Waah, lihat darahnya ada di mana-mana"
"Apa anak ini tadi yang menjerit?"
Tak lama kemudian polisi itu datang, dan memulai proses investigasi.
Salah satu polisi mencurigai Kenji, namun dengan pandai Kenji menjawab pertanyaan-pertanyaan para polisi itu membuat polisi itu melepaskan Kenji dan menetapkan kasus kematian itu sebagai sebuah kecelakaan belaka, dan luka yang didapatnya karena sebuah tidak sengajaan.
Keesokan harinya ada tetangga yang berkata bahwa dia mendengar teriakan Hideki yang sedang mengejek seseorang.
Saat itu, Kenji mendengar semua perbincangan itu sepulang sekolah bersama temannya, Asoru Kunogawa.
Wanita itu, mendengar bahwa sebelum kecelakaan terjadi Hideki sempat mengejek seseorang dn kemungkinan itu adalah Kenji.
Kenji mulai waspada, dan mengajak Asoru pergi
Beberapa hari kemudian, wanita itu dan seluruh keluarga di temukan meninggal.
Suami dan dirinya kelihatannya meninggal karena kasus kekerasan.
Lalu kedua anaknya, satu terbunuh oleh kakaknya lalu
bunuh diri.
Semua orang terkejut, bahkan ada yang berasumsi ini adalah pembunuhan berantai.
Seminggu kemudian, Orang yang berasumsi tadi meninggal karena tersetrum aliran listrik dirumahnya.
Kasus pembunuhan ini membuat polisi bingung.
Siapa dan apa yang sebenarnya terjadi.
Asoru yang mengetahui bahwa ini semua perbuatan temannya itu segera melapor pada para Pembunuh bayaran yang merupakan keluarganya.
Setelah berpikir panjang, Kenji menyetujui penawaran itu. Kenji memulai pekerjaannya menjadi pembunuh bayaran saat dia berumur 12 tahun.
Sudah setahun setelah itu, hari ini Kenji harusnya mendapatkan target terakhir dari keluarga Asoru.
Dan Targetnya adalah, Kenji Mashoku. Ayah Kenji.
Datang ke rumahnya.
Di bawah rintik hujan yang deras, Kenji dengan pisau ditangannya siap untuk membunuh kedua orang tuanya.
"Tok tok tok"
"Siapaa?"
Terdengar suara tuan Mashoku yang tengah mabuk itu.
Dan benar saja, ketika pintu dibuka Kenji melihat keadaan Ayahnya yang kacau.
"Oh, kau.. Izumi.. Kenapa kau kembali? Mencari ibumu? Hahaha.. dia.. Sudah meninggal di tangan pria di sebelah sana itu.." Ucapnya sambil menunjuk sebuah mayat laki-laki di tepi jalan.
"Apa kau tidak penasaran? Kenapa aku masih... Bisa.. Mengenalmu?"
".. Itu karena luka di telinga itu, yaaa... luka karena tak sengaja memecahkan botol sake ku!"
"jadi ku jewer teligamu.. dan ku lubangi dengan jarum..."
"Hahaha, apa.. Kau.. Masih.. Ingat?"
Tanpa menjawab pertanyaan ayahnya, Kenji langsung menikam dada kanan ayahnya.
Belum puas, dia menikam perutnya dengan pisau dapur.
Lalu dia meninju ayahnya yang terlihat susah untuk bernafas itu.
"Ahahahahaha!! Apa ayah pikir aku adalah benda?"
"Apa ayah pikir perbuatan ayah padaku dulu itu tidak berbekas?!"
"AHAHAHAHAHA, MATI! MATI! MATI!"
Kenji mencungkil bola mata ayahnya dengan pisau tumpul yang berkarat, belum lagi Kenji memotong tangannya dan menyiram lukanya dengan air panas.
Ia membunuh ayahnya dengan brutal dan keji.
Bahkan, tak segan ia membawa ayahnya yang sekarat ke sebuah gedung tinggi dan menjatuhkannya dari sana.
Lalu dia membakar mayat ibu dan selingkuhannya bersama rumah lamanya.
Setelah selesai, Dia pergi ke kediaman Asoru.
Disana Asoru menyambutnya dengan baik.
Namun tiba-tiba saja seorang pelayan berkata, "Tuan muda!! Tuan Besar telah tiada!!"
Membuat semua anggota keluarga terkejut, terlebih lagi Asoru.
Padahal, Ayahnya tidak memiliki penyakit apapun sebelum ini. Kenapa tiba-tiba meninggal?
Pasti ada yang meracuninya.
Di saat yang sama, tiba-tiba asap muncul bersama api.
Para pelayan kocar kacir memadamkannya.
"Apa kau lupa tidak mematikan kompor, Hah!?"
"Kami bahkan tidak menyalakan apapun yang menyebabkan api tuan" bela mereka.
"Lalu apa ini!?"
Sejenak, Asoru melihat Kenji Izumi yang entah bagaimana bisa sudah berlari ke depan rumahnya yang terkunci itu.
Lalu dia berteriak "SIALAN KAU IZUMI! APA YANG KAU LAKUKAN!?"
Izumi lantas berteriak, "AKU HANYA MELAKUKAN, APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU DULU! JADI AKU MEMBALASNYA. TERIMAKASIH!"
Tapi, suara sirine mulai terdengar jelas dan Izumi pun tak punya kekuatan apapun untuk melawan.
--------
"Sebuah kebakaran besar telah terjadi di sebuah kediaman milik...."
Suara Penyiar berita di televisi yang sedang membahas kejadian terbaru hari itu.
"Tidak, tidak apa apa.."
"Setidaknya mereka sudah di balas.."
-Tamat-