"Jatuhkan mentalnya. Buatlah seluruh dunia tidak memihak kepadanya. Tenggelamkan dia ke Palung Depresi. Dorong dia hingga terperosok ke Jurang Ketidakwarasan. Itulah cara simpel tapi kejam aku membunuh orang tanpa menyentuh maupun melukai fisiknya." 𝐇𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐑𝐞𝐧𝐣𝐮𝐧
𝑹𝒆𝒕𝒓𝒊𝒃𝒖𝒕𝒊𝒐𝒏 𝒇𝒐𝒓 𝑯𝒖𝒓𝒕𝒊𝒏𝒈 𝑴𝒚 𝑮𝒊𝒓𝒍
(𝑹𝒆𝒏𝒋𝒖𝒏 𝒗𝒆𝒓𝒔.)
🅢︎🅣︎🅐︎🅡︎🅣︎ 🅝︎🅞︎🅦︎
Di sebuah gudang di belakang kampus, terdengar suara jeritan serta tangisan yang memilukan hati, bersamaan dengan suara pukulan keras yang bertubi-tubi. Namun tidak ada satupun orang yang mendengar jeritan itu, karena suasana kampus sudah memasuki jam pelajaran. Terlebih, gudang itu kedap suara & pintunya dikunci dari dalam.
"AAKKHH!!! HENTIKAAANN!!!" Teriak Afi memohon. Tubuhnya sudah dipenuhi oleh luka lebam, bekas sayatan, tamparan, & cairan kotor nan bau yang menjijikkan yang sudah mengering. Gadis itu masih dipukuli & diinjak-injak oleh beberapa perempuan yang (sok) cantik & juga centil.
PLAK!!
"DIAM KAMU!! & RASAKANLAH!! INI AKIBATNYA KAU MEREBUT PACAR KU?!" Ucap Lia setelah menampar Afi. Dia (Afi) pun hanya bisa diam & pasrah dengan keadaan ini.
Hingga akhirnya....
BRAKK!!
Suara pintu terbuka secara paksa (didobrak) terdengar begitu keras hingga menghentikan kegiatan mereka. Muncul Renjun dengan wajah dingin, menandakan bahwa dia sedang emosi.
"HEY!! APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA GADISKU?!" Sarkas Renjun sebelum dirinya menghampiri Afi yang sudah terbaring tak berdaya di lantai dengan darah yang menggenang di sekitarnya.
"Aku memberinya pelajaran karena dia telah bersikap sok baik dihadapan mu. Dia juga telah merebut mu yang notabenenya adalah kekasih ku." Ujar Lia santai banget kayak gak ada beban hidup.
"Aku? Kekasihmu? Hahahaha!!! BISA AJA KAMU NGELESNYA!!!" Ejek Renjun.
"Tapi itu benar kan?" Tanya Lia lagi berharap, padahal....
"Iya, benar. TAPI DALAM MIMPIMU!!" Ucap Renjun sambil membopong tubuh Afi & membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun sebelum dia meninggalkan gudang itu, Renjun sempat berucap "Suatu saat nanti, kalian akan menerima hukuman karena telah menyakiti gadisku. Tinggal tunggu tanggal mainnya aja."
Di rumah sakit..
Dokter mengatakan bahwa Afi mengalami cidera serius hingga membuat dirinya koma. Renjun yang mendengarnya merasa murka terhadap Lia & teman-temannya.
"Maafkan aku, Sayang. Aku gagal menjaga kamu. Mulai hari ini, aku akan memberikan pelajaran pada mereka yang telah menyakitimu." Lirih Renjun.
Sepulang Renjun dari rumah sakit untuk melihat kondisi gadisnya, dia pun menyiapkan suatu rencana.
Rencana yang simpel tapi mengerikan.
Renjun akan menjalankan rencananya besok.
Dia ingin melihat bagaimana reaksi para korban nya setelah terjebak dalam rencananya ini.
🦊🔪💉
Berita masuknya Afi ke rumah sakit karena perbuatan Lia & teman-temannya menyebar dengan cepat di kampus mereka. Semua orang yang dulu menyukai Lia & antek-anteknya, kini berbalik membencinya. Tak jarang mereka juga mendapatkan perlakuan yang sama dengan perlakuan mereka terhadap Afi dulu. Orang-orang di kampus baik kating, maba, bahkan para dosen mulai tidak suka dengan mereka.
Bahkan semenjak kejadian itu, Lia & teman-temannya sering mendapatkan teror. Entah itu teror adanya bangkai hewan di lokernya, surat teror yang bertuliskan kata-kata menyakitkan dengan tinta darah, & berbagai macam teror lainnya. Ditambah lagi dengan ujaran kebencian dari keluarga membuat mereka semakin tenggelam dalam Palung Depresi.
Hingga akhirnya, mereka berkumpul di tempat tongkrongan nya. Mereka saling menyalahkan, mencemooh, memukuli, & berujung pada saling membunuh satu sama lain.
Rencana Renjun...
Berhasil.
𝑹𝒆𝒕𝒓𝒊𝒃𝒖𝒕𝒊𝒐𝒏 𝒇𝒐𝒓 𝑯𝒖𝒓𝒕𝒊𝒏𝒈 𝑴𝒚 𝑮𝒊𝒓𝒍
(𝑹𝒆𝒏𝒋𝒖𝒏 𝒗𝒆𝒓𝒔.)
🅔︎🅝︎🅓︎ 🅝︎🅞︎🅦︎
[#Psikopat] hashtag by Jiayou🐼
Story by Afi Alifah
Thanks for reading this story everyone😊