nama ku Hera, aku berusia 17 thn dan duduk di bangku SMA.
aku sering di bully dengan kakak kelas ku atau teman sekelas ku.
mungkin karena aku terlalu cupu di mata mereka.
tapi akhir-akhir ini ada yang aneh dengan orang-orang yang membully ku, setelah mereka membully ku sehari setelahnya mereka tiba-tiba hilang tanpa jejak.
entahlah aku juga tidak tau apa penyebab nya. tapi, jujur saja itu membuatku senang.
oh yah... dan satu lagi, akhir-akhir ini aku juga merasa aneh jika jalan seorang diri, seolah-olah ada yang terus mengikuti ku dan mengawasi ku.
Dan jujur itu salah satu yang membuat ku takut jalan sendiri.
apalagi sekarang....
"duh... kok lagi-lagi kayak ada yang ngikutin aku..". gumam ku.
"apalagi tempat nya sepi banget lagi. kemana semua orang. "
aku mempercepat langkah kaki ku.
awalnya sih cuman jalan cepat doang.. tapi lama-lama aku mulai lari sekencang-kencangnya.
Dan yang membuat ku kaget, orang yang mengikuti ku juga sepertinya sedang lari, dan disitulah aku yakin kalo dia memang mengikuti ku.
aku lari sekencang-kencangnya dan tanpa sadar aku berbelok di sebuah gang kecil.
"hah... hah... hah... ini dimana ini?". aku mulai panik
tap... tap... tap...
suara langkah kaki seseorang terdengar dan sepertinya mulai mendekati ku.
aku takut dan panik. aku hanya bisa terduduk di tanah sambil memeluk lututku dan menangis dalam diam.
suara langkah kakinya kian terdengar.
"apa yang kau lakukan disitu?". tanya seseorang itu dengan suara khas laki-laki.
karena merasa tidak asing aku pun mendongakkan kepalaku, yah... dan benar saja, aku kenal laki-laki di depan ku itu.
dia adalah ketua osis di sekolah ku, dan sangat populer baik di kalangan wanita dan pria. dan tentu saja dia sangat tampan.
"hmm.. kau kenapa nangis?". mulai berjalan mendekati ku.
"ti .. tidak apa-apa". aku berdiri.
"kau bilang tidak apa-apa tapi kau nangis".
"eh... itu karena aku hanya tersesat saja". aku tidak ingin melihat wajahnya terlalu lama, karena pasti dia menganggap ku aneh.
"hahaha hera... hera... kamu kayak anak kecil ajah".
aku heran kenapa dia bisa mengetahui namaku.
aku mulai berpikir 'oh... mungkin karena aku sering di bully' pikirku.
"kalo gitu ayo.. aku antar pulang".
"eh.. memangnya senior tau rumahku?".
"iyalah...".
lagi-lagi aku terkejut, tapi tidak ingin terlalu memikirkan nya.
"ba.. baik...". aku mulai berjalan mendekati nya.
tapi,... saat aku berada di dekatnya entah mengapa, perasaan ku sama seperti saat ada seseorang yang mengikuti ku.
Anehnya ketos ku ini malah ingin jalan di belakang ku, dan itu membuat ku takut.
aku ingin berbalik melihat wajahnya, tapi aku urungkan. insting ku mengatakan agar aku lari dan jauh-jauh dengannya.
tapi diakan ketos ku, sangat baik dan disukai banyak orang. tidak mungkin kan dia yang selalu mengikuti ku selama ini.
kami terus berjalan dan dia tetap ada di belakang ku. lagi-lagi perasaan yang familiar jika aku jalan seorang diri muncul.
ku ambil sebuah cermin kecil di tasku dan diam-diam aku mengarahkan nya ke belakang ku, aku sangat penasaran dengan wajah ketos ku sekarang.
aku mulai mengarah cerminannya dan....
betapa terkejutnya aku saat melihat wajah ketos ku tersenyum aneh di dalam cermin, seolah-olah dia mengetahui kalo aku lagi memperhatikan di dalam cermin.
dengan cepat-cepat aku taruh kembali cerminnya di dalam tasku.
keringat dingin mulai membasahi tubuhku. pantas saja ada yang aneh... rupanya ketos lah yang selama ini mengikuti ku.
ahkkkkkkkk... rasanya aku ingin lari. aku percepat sedikit langkahku..
"hmm... kau kenapa hera?... kok jalan mu semakin cepat?".
"a.. aku.. hanya ingin cepat-cepat pulang". tanpa melihat wajahnya
dia mulai berjalan mendekati ku dan sampai di samping ku.
dia mencondongkan badannya dan melihat ku, karena tingkah nya itu, membuat ku berhenti berjalan, tapi tidak melihat wajahnya
"kau kenapa?... lihat.. keringat mu sangat banyak".
"ti.. tidak apa-apa".
aku takut.... apa yang akan dilakukan nya padaku... aku hanya bisa mencoba tenang.
dia menangkap bahuku, dan tanpa sadar aku menepisnya dengan kasar.
"ah. ma.. maaf..".
"jangan gitu dong... hera... apalagi sekarang kau sudah tau.." dia mulai tersenyum aneh kepadaku, seperti seorang psikopat.
dia berjalan mendekati, tapi aku mulai mundur..
dan tanpa sengaja terjatuh di tanah. dia berjongkok dan membelai pipi ku dengan senyum anehnya.
aku mulai menangis...
"a.. apa... yang senior lakukan".
"hheheh.. aku sudah tidak bisa menahan diriku..."
"kau sangat cantik.... tapi orang-orang selalu memegang mu.. dan memukulmu. itu membuat ku marah dan menghilangkan mereka dari dunia ini... hihhi". dia bukan ketos yang dikenal orang-orang selama ini.
aku semakin takut mendengar pengakuan nya, jadi dia... yang membuat orang-orang yang membully ku hilang.
"ke... kenapa kau melakukannya".
"tentu saja karena hanya aku yang berhak memegang mu, menyentuh mu dan bahkan memukulmu". masih dengan senyuman anehnya
"ahhkkkk.... pergi... " aku mendorong nya dan dengan sigap akan berlari, tapi sayang.. dia langsung memegang tangan ku dan menarik ku dengan kuat
"le ... lepaskan.."
"tenang saja ..... aku akan memberikan yang lebih, dari apa yang mereka pernah berikan padamu". perlahan-lahan... dia membawa ku ke sebuah tempat.
dan keesokan harinya...
"eh... hera gak datang yah...".
"bukan hera ajah... tapi ketos kita juga gak datang?".
"entahlah... tapi akhir-akhir ini banyak siswa yang gak datang ke sekolah dan gak pulang kerumahnya kan"
"benar... benar... ihhh ngeri deh. mungkin ajah mereka di bunuh kali, ama psikopat".
"hus... janga sembarang ngan yah... kalo hera sih.. oke.. oke ajah, tapi kalo ketos jangan sampe deh".
dan mulai saat itu hera dan juga ketua osisnya sudah tidak pernah datang ke sekolah, dan pulang kerumahnya.
yah... mereka seperti hilang di telan bumi.
-END-