Seorang Pria berambut pirang sedang duduk di depan jendela kamarnya, sambil melihat beberapa penduduk yang sedang melakukan aktivitas mereka.
"Haah, aku mencium beberapa aroma bunga mawar yang begitu tajam" Ucap pria berambut pirang tersebut sambil menghirup udara di sekitar kamarnya.
Tok!! Tok!!
Bunyi suara ketukan pintu dari kamar pria tersebut.
"Yah, silahkan masuk" Ucap pria berambut pirang tersebut.
"Hamba, memberi hormat kepada yang mulia pangeran" Ucap orang tadi yang masuk ke kamar setelah mengetuk pintu.
Dan ternyata pria berambut pirang tersebut adalah seorang pangeran.
"Mohon maaf sebelumnya Pangeran Raven, tapi sekarang sudah saatnya kita kembali ke istana" Ucap Pria tadi.
"Kalau begitu ayo kita segera kembali Ke Istana"
Tak lama kemudian Pangeran Raven kembali ke istana, sesampainya Raven Di istana, para pelayan wanita kerajaan tampak begitu terpesona melihat Raven, karena Raven mempunyai wajah yang begitu Tampan.
"Hei, kau lihat itu adalah pangeran Raven, dia tampak begitu tampan"
"aku bahkan tak pernah melihat, ada laki-laki di kerjaan ini yang setampan dirinya" ucap beberapa Pelayan istana yang bergosip melihat Raven.
Setelah Pangeran masuk ke dalam istana, beberapa pelayan istana juga mulai bergosip, tentang pembunuhan sadis yang terjadi belakangan ini.
"Hei, apa kau tau, kemarin malam katanya ditemukan 4 orang meninggal di depan sebuah gang sepi" ucap pelayan istana.
"Benarkah? Tanya salah satu pelayan istana lain.
"Yah, katanya mereka berempat di bunuh dengan begitu sadis, 2 korban di mutilasi dan 2 korban lagi mati dengan puluhan tusukan di dadanya" Ucap pelayan tersebut.
"hiiiih sungguh mengerikan sekali, aku tak menyangka ada manusia yang sekeji itu" Tak lama setelah mereka bergosip muncul lagi sebuah kabar, kalau pagi ini ditemukan 2 orang korban yang meninggal dengan cara di penggal, dan kepala 2 orang tersebut tergeletak jauh dari tubuhnya.
Mendengar berita itu para pelayan berharap kalau pelaku pembunuhannya segera di tangkap.
Malam hari pun tiba.
Tok!! Tok!!, suara ketukan pintu yang berasal dari sebuah kamar.
"Pangeran Raven, Ini adalah minuman yang anda minta" Ucap orang tersebut yang masuk ke kamar Raven, sambil membawa sebotol anggur.
"Haaah, aku bisa mencium aroma anggur itu dari kejauhan" Ucap Raven sambil tersenyum.
"Kalau begitu saya pamit dulu Pangeran" Orang itu langsung keluar dari kamar Raven.
"Emmm, hari ini sepertinya kau sedang sangat lapar" Ucap Raven sambil menatap pedangnya.
Tepat pukul 12 malam, Raven langsung keluar dari kamarnya seperti Hantu, bergerak begitu cepar bahkan tak ada seorangpun yang bisa melihatnya.
Raven langsung meminum setengah anggur yang sedang berada ditangannya, lalu setengahnya lagi dia menuangkan ke pedangnya sambil berkata "It's time to party"
Raven yang bergerak begitu cepat, menebas siapa saja yang dia lihat, mulai dari wanita, pria bahkan juga orang yang sudah lansia, dia menebas begitu cepat mengarah ke kepala mereka, hingga membuat mereka mati dalam 1 tebasan.
Pada malam itu juga, jalanan disekitar kota yang tadi kering, tiba-tiba saja penuh dengan genangan darah.
Raven langsung menatap pedangnya yang sedang bergetar.
Dan di bawah sinar Bulan yang saat itu sedang Purnama, Raven berkata "Makanlah yang banyak, karena ini malam dimana kau sangat lapar, jadi nikmatilah, ini baru makanan pembuka"
Raven kembali mengelilingi Kota, lalu menebas siapa saja yang dia lihat malam itu tanpa terkecuali, hingga waktu menunjukkan jam 3 subuh.
"Hmm, apa kau sudah kenyang, kalau begitu sudah saatnya kita pulang" Ucap Raven sambil menatap pedangnya yang sudah berhenti bergetar.
Di pagi harinya, seisi istana dan juga kota sangat gempar, karena pagi ini kota di penuhi dengan genangan darah.
"Yang Mulia Raja, Hari ini korban yang berjatuhan di kota mencapai 175 orang" Ucap salah satu prajurit istana kepada yang mulia Raja.
"Apa? 175 orang? Ini sudah bukan lagi tindakan kriminal, melainkan sebuah pembantaian" Ucap Raja tersebut sambil berkeringat.
"Yang mulia Raja, saya juga ingin memberitahukan, kalau ada beberapa orang yang semalam melihat sosok dari sang pembantai tersebut" Ucap prajurit itu.
"Hah? Sosok pembantai? Seperti apa sosoknya" Tanya Raja sambil menatap serius.
"Menurut beberapa saksi mata, orang tersebut mamakai Jubah putih dan mempunyai Rambut berwarna pirang" Jawab prajurit.
"A,, apa? Rambut pirang?" Sontak hal itu membuat Raja kaget, karena di kerajaannya, orang yang mempunyai rambut berwarna pirang hanyalah keluarga kerajaan.
"Apa ini sudah bisa di pastikan kebenarannya?" Tanya Raja lagi.
"Yah, karena semua saksi yang melihat mereka berkata seperti itu, tapi yang jadi masalahnya adalah wajah orang itu tidak keliatan, karena gerakannya yang sangat cepat" Jawab Prajurit.
Setelah mendengar hal itu, raja langsung memberikan pengumuman, bagi siapa saja yang dapat menangkap orang tersebut, akan mendapatkan hadiah 100.000 ribu koin emas.
Mendengar pengumuman dari raja, membuat beberapa orang semangat untuk menagkap si pembantai, namun ada beberapa orang juga yang takut, karena mereka bisa saja dibunuh.
Akhirnya beberapa orang yang tak takut, memutuskan membuat sebuah team untuk menangkap si pembantai tersebut.
Raja yang gelisah, pergi memeriksa Raven di kamarnya tapi begitu Raja masuk ke kamar Raven, Raja melihat Raven sedang tertidur pulas, bahkan di tubuh dan pakaiannya tak ada sedikitpun bekas darah.
Raja lantas memeriksa lagi pedangnya dan masih sama saja, tidak ada bekas darah sedikitpu.
Malam harinya tiba, para prajurit istana dan beberapa orang melakukan patrorli di sekitar kota.
Di tempat lain di dalam istana, Raven sedang duduk dalam kamarnya sambil meminum segelas anggur dan berkata "Apa kah kau lapar malam ini?" Ucap Raven sambil menatap pedangnya.
Namun pedangnya tak bergetar sedikitpun, akhirnya Raven kembali melanjutkan meminum anggurnya.
Raja yang masih curiga, pada malam itu tak bisa tidur dan terus berada di taman istana, sambil menatap ke arah jendela Raven.
Pada malam itu tidak ada apa-apa yang terjadi, begitu juga dengan beberapa hari kemudian, Raja yang setiap malam tidak tidur karena terus menjaga jendela juga sudah mulai lelah, karena sang pembantai tak kunjung muncul.
Selang seminggu kemudian, para prajurit istana dan penduduk mulai merasa frustasi, karena sang pembantai tak kunjung menampakkan diri, begitu juga sang Raja yang sudah tak lagi menjaga Raven dan memutuskan untuk tidur di kamarnya.
Disaat Raven sedang tidur, tiba-tiba saja pedangnya bergetar, Raven yang merasakan pedangnya bergetar akhirnya terbangun dan berkata,
"Apa kau sedang lapar? Kalau begitu mari kita makan" Ucap Raven yang langsung memegang pedangnya dan melintas keluar dari jendelanya begitu Cepat.
Sang Raja tiba-tiba terbangun dari tidurnya karena kehausan, begitu Raja keluar dan pergi meminum air, perasaan Raja sedikit tidak enak dan memutuskan untuk mengecek Kamar Raven, Begitu Raja Membuka pintu Raja Kaget, Gelas yang berada di tangannya tiba-tiba terjatuh.
Raja melihat Raven sudah tidak ada di kamarnya, begitupun dengan pedangnya, apalagi ditambah kondisi Jendela yang telah terbuka, Sontak Raja langsung membangunkan semua prajurit istana dan pergi menuju kota.
Raven yang sudah dikota mulai menebas satu persatu orang yang dia temui, selang beberapa saat kemudian Raja dan Para prajurit sudah sampai dan melihat beberapa Jejak Darah.
Tiba-tiba Raja melihat ada sosok seorang dengan Jubah putih berambut pirang, sedang berdiri di atap sebuah Rumah.
"Ra, Raven Apa itu kau?" Ucap Raja Gemeteran sambil berkeringat.
Para prajuritpun tampak kaget melihat pangeran Raven yang berdiri di atap rumah tersebut, Raven hanya melihat mereka dan berkata "Hmm ada beberapa orang mangsa, apa kau masih lapar?" Sontak pedang Raven langsung bergetar, Raven langsung saja berlari menuju Raja dan prajurit, lalu pergi menebas mereka.
Namun Hanya Raja seorang diri saja, yang tidak Raven tebas, melihat hal itu Raja diam terpaku dan tak bisa berbicara apa-apa, Bahkan darah yang menempel di pedang dan tubuh Raven, semuanya seperti dihisap oleh pedang itu.
Raven pun menatap ayahnya dan berkata "Maaf Ayah, Aku telah mengecewakanmu" Air mata Raven tiba-tiba saja jatuh, tapi Raven tetap tersenyum seperti seorang psikopat.
Setelah kejadian Hari itu Raven pergi dari istana dan tak pernah kembali, sang Raja Juga memberikan ganti rugi kepada orang yang telah meninggal, setelah itu Raja mengalami Stress berat dan memutuskan untuk bunuh Diri, dengan Cara Menusuk Dirinya sendiri dengan sebuah Belati tepat di jantungnya.