Namaku rindu,umurku 17 tahun.Saat ini aku masih duduk dibangku kelas 2 SMA.Ibuku meninggal dua tahun lalu karena serangan jantung,beberapa bulan setelahnya Ayahku menikah lagi dengan seorang janda tanpa anak.
Awalnya aku kira kehidupanku akan menjadi lebih bahagia dan berwarna setelah memiliki ibu baru,tapi ternyata perkiraanku itu salah.Sarah bukanlah sosok ibu sambung yang baik,dia seorang wanita jahat yang bersembunyi dibalik sebuah topeng bernama kepalsuan.
Aku merasa diperlakukan seperti budak daripada seorang anak oleh Sarah.Semua pekerjaan rumah seperti mencuci baju,mencuci piring,memasak sampai membersihkan rumah aku yang mengerjakannya.Sementara wanita itu hanya makan,tidur,memakai make up dan uncang uncang kaki saja.
Tak hanya itu,Sarah merebut semua uang jajanku.Karena ulahnya itu aku harus menahan lapar dan haus selama disekolah.Padahal selama dirumah,aku hanya diberi jatah makan dua kali sehari itu pun hanya selembar roti tanpa isi.Sementara untuk minum aku memanfaatkan air keran.
Tubuhku kurus,kering tak Ter urus.Aku mandi hanya dengan air sumur saja tanpa menggunakan sabun,sampo atau odol untuk membersihkan gigi.Bahkan saat tamu bulanan ku datang aku hanya bisa memakai pembalut dari robekan baju bekas.Sarah tidak pernah memberiku uang untuk membeli semua keperluanku,walaupun itu hanya seribu rupiah.
Jangan pernah bertanya,apakah aku tidak pernah mengadukan perlakuan buruk ibu tiriku kepada Ayah.Aku sudah pernah melakukanya,tapi Ayahku lebih mempercayai istrinya.Wajar,Sarah selalu bersikap baik padaku saat Ayah sedang berada dirumah.Tapi saat Ayahku kembali pergi merantau,Sarah akan mencopot topeng yang menutupi wajah busuknya dan berubah menjadi wanita jahat lagi.
Pernah suatu hari aku merasa putus asa dan lelah dengan tekanan dan siksaan yang diberikan Sarah kepadaku.Aku pergi keluar rumah dan mengadu ke tetangga,tapi para tetangga itu juga tidak percaya dengan omonganku.Ternyata wanita jahat itu sudah lebih dulu menyebarkan berita palsu tentang aku.Katanya aku gadis nakal yang punya hobi menjual diri ke laki laki hidung belang,katanya aku adalah anak durhaka yang tidak pernah berbakti kepada orang tua.
Kini,aku hanya bisa berdiam diri meratapi nasib yang malang ini.Berharap suatu saat akan datang keajaiban yang bisa merubah takdir serta jalan hidupku.Aku percaya Tuhan tidak pernah tidur,dia akan selalu mendengar lantunan Do'a hamba hambanya.