Hari ini Rin, putri Hana dengan Joshua berulang tahun yang pertama. Cake ulang tahun datang. Bukan Desai princess yang Hana pilih tapi desain tengkorak di atas cake.
Terdengar menyeramkan, kan?
Tapi tidak untuk Rin. Walaupun ia masih dibilang bayi, ia menyukai kerangka manusia. Terutama tengkorak.
Joshua sempat membelikan tiga jenis kerangka manusia. Yang pertama seukuran dirinya. Yang kedua seukuran Rin. Yang ketiga seukuran boneka Barbie, supaya lebih mudah bagi Rin untuk membawanya.
"Menurutku Rin itu aneh." Hana mencemaskan Rin yang terlalu menyukai tengkorak.
"Rin itu nggak aneh. Ia itu unik." Joshua membela Rin.
"Hanya karena ia tidak menyukai hal-hal yang imut seperti anak-anak pada umumnya, bukan berarti ia aneh."
Hana akhirnya bisa menerima kesukaan Rin terhadap kerangka manusia. Bahkan ia yang memilih desain kue ulang tahun dengan hiasan tengkorak yang terbuat dari plastik.
Rin memandang kue ulang tahunnya dengan takjub. Ada banyak sekali tengkorak mini di atas kue. Tangan Rin terulur. Ia ingin mengambil tengkorak mini itu.
"Rin ... tunggu kita nyanyi dulu." Hana melarang Rin.
Mereka memulai acara ulang tahun untuk Rin. Menyanyikan lagu Happy Birthday.
Akhirnya Rin bisa menyentuh tengkorak mini itu. Hana bisa melihat tawa bahagia Rin saat Rin melihat tengkorak mini itu.
Rin benar-benar pecinta tengkorak.