Disebuah desa terdapat seorang anak laki-laki yang sangat baik hatinya. Dia sering membantu warga desa, sehingga semua warga desa sangat menyukai anak laki-laki tersebut karena kebaikan hatinya.Anak laki-laki itu tak lain adalah Rangga. Seorang anak kecil yang berumur 12 tahun.
Rangga mempunyai teman seorang gadis cantik dengan rambut berwarna pirang yang bernama Silla yang seumuran dengannya. Mereka Sering menghabiskan waktu bersama, sehingga hubungan mereka berdua sangat dekat. Rangga pun mulai memiliki perasaan terhadap Silla.
Dibawah pohon yang rindang dengan ladang bunga yang terpapar didepan mata. Rangga dan Silla sedang menikmati keindahan yang ada didepan mereka. Dengan memberanikan diri Rangga mulai mengungkapkan perasaannya kepada Silla.
"Silla.. aku ingin mengatakan hal yang penting kepadamu." Rangga mulai gugup saat hendak ingin mengatakan perasaannya. Tetapi ia tetap akan memberanikan dirinya untuk mengatakan perasaannya.
Silla merasa keheranan dengan tingkah laku Rangga yang aneh. "Memangnya hal penting apa yang ingin kamu katakan?" tanya Silla.
"Sebenarnya aku menyukaimu Silla. Saat aku bersamamu jantungku selalu berdetak dengan cepat, aku tidak tahu perasaan apa ini, tetapi saat aku melihat senyuman mu aku mulai tahu ternyata aku menyukaimu."
Silla yang mendengar hal itu pun langsung kaget, karena sebenarnya ia juga memiliki perasaan terhadap Rangga. "Em... Rangga sebenarnya aku juga memiliki perasaan terhadapmu. Aku menyukaimu karena kebaikan hati yang kamu miliki," jawab Silla kepada Rangga.
Rangga yang mendengar itu merasa senang karena seseorang yang ia sukai juga memiliki perasaan terhadapnya. Sebab ia tadi merasa takut kalau perasaannya akan ditolak oleh Silla.
Dia diam-diam mengeluarkan mahkota bunga yang sempat ia sembunyikan dibelakang punggungnya untuk ia pasangkan di kepala Silla sebagai tanda jadi mereka. Dengan pohon besar sebagai saksi mereka dan juga hamparan bunga yang terpampang luas didepan mereka membuat sepasang kekasih itu bahagia.
Rangga berharap hubungannya dan Silla akan baik-baik saja sampai hari pernikahan mereka dilakukan. Tapi naas, takdir tidak memihak mereka. Raja Iblis mulai bangkit sehingga pasukan Raja Iblis menyerang warga sekitar. Banyak korban yang berjatuhan dikarenakan pasukan monster yang Raja Iblis punya.
Rangga, Silla, dan seluruh warga yang selamat mulai mengungsi ke kerajaan. Di sana banyak rombongan orang yang sedang mengantri untuk mengobati luka mereka akibat serangan dari para monster. Rangga dan Silla juga langsung ke sana ikut mengantri untuk mengobati luka mereka.
Di aula kerajaan terlihat seorang Raja yang berdiri dengan raut wajah yang tampak khawatir. " Yang Mulia Raja, serangan dari pasukan Raja Iblis semakin meningkat jika dibiarkan gerbang kerajaan akan hancur dan pasukan Raja Iblis akan memasuki kerajaan." ucap seorang jendral dari seluruh pasukan kerajaan.
"Ini tidak bisa di biarkan, kita tidak boleh membiarkan pasukan Raja Iblis masuk ke kerajaan kita."
"Lalu apa yang harus kami lakukan Yang Mulia?"
"Kita akan memilih seorang pahlawan dan gadis suci untuk menaklukan Raja Iblis dengan bantuan dari Dewi."
Rangga tak menyangka kalau kekasihnya Silla akan terpilih menjadi seorang gadis suci yang akan menaklukan Raja Iblis bersama dengan pahlawan. Ia khawatir jika kekasihnya Silla akan melupakannya, tetapi pikiran itu segera ia tepis, karena ia percaya kalau Silla tak akan pernah melakukan hal itu.
Saat rombongan pahlawan hendak pergi dalam perjalanan menaklukan Raja Iblis, Rangga segera menghampiri Silla untuk memberi ucapan selamat tinggal. "Aku ingin mengatakan kepadamu bahwa dimanapun kamu berada, apapun yang terjadi, aku akan selalu mendoakanmu, dan waktu yang telah kita habiskan bersama adalah waktu yang menyenangkan. Aku akan selalu menunggumu disini untuk menyambutmu saat hari dimana kepulanganmu dalam menaklukan Raja Iblis,"ucap Rangga sambil memegang kedua tangan Silla.
Mendengar itu dari kekasihnya Silla tersenyum bahagia.
Rombongan pahlawan mulai berangkat untuk menaklukan Raja Iblis yang dianggap sebagai ancaman terbesar sepanjang sejarah, karena dengan kekuatan dan pasukan monster yang tak terhitung jumlahnya, menyebabkan seluruh benua terancam.
Dua tahun berlalu semenjak kepergian kelompok pahlawan dalam penaklukan Raja Iblis.
Tak...Tak.. terdengar bunyi seseorang pemuda yang sedang memotong potongan kayu. "Huf...bik apa potongan kayu ini sudah cukup?" tanya pemuda tersebut sambil mengusap keringat di dahinya."Sudah cukup nak, terimakasih sudah membantu biiik," jawab bibik kepada pemuda tersebut. "Sama-sama bik," ya pemuda itu tak lain adalah Rangga.
Tiba-tiba terdengar suara teriakan orang dari barat. "Hoi... semuanya, pahlawan telah kembali." Rangga yang mendengar itu langsung gembira karena kekasihnya Silla telah kembali dari penaklukan Raja Iblis. Rangga segera berlari kearah kerumunan orang yang menyambut kembali kedatangan pahlawan. Saat ia melihat Silla ia merasa senang karena kekasihnya baik-baik saja, sebab ia selalu khawatir kalau kekasihnya kenapa-kenapa sewaktu melakukan penaklukan Raja Iblis.
Dari arah Timur terlihat seorang Raja yang hendak menyambut kelompok pahlawan tersebut. "Selamat datang kembali pahlawan.Terimakasih karena engkau telah menaklukan Raja Iblis dan menyelamatkan negri ini dari mara bahaya,"ucap sang Raja kepada pahlawan.
"Itu sudah merupakan tugas saya sebagai seorang pahlawan untuk menyelamatkan negri ini Yang Mulia."
"Kau telah melakukan hal yang sangat bagus, sudah semestinya aku memberikan hadiah untukmu. Katakanlah hadiah apa yang ingin kau minta aku akan mengabulkannya."
Dengan wajah yang senang pahlawan itu menoleh ke gadis suci sambil mengatakan "Saya tidak ingin hadiah apa apa Yang Mulia, saya hanya ingin menjadikan gadis suci sebagai istri saya."
Rangga langsung kaget mendengar perkataan yang dikatakan pahlawan tersebut. Dia merasa sedih dan terdiam sambil menghadap kearah Silla dan pahlawan itu.
Sang pahlawan langsung memegang dagu Silla dan mengangkatnya sedikit keatas untuk mencium bibir Silla. Melihat itu hati Rangga langsung sakit seperti tergores oleh sebuah pisau, karena melihat pahlawan mencium kekasihnya dan kekasihnya tidak melawan melainkan memejamkan matanya tanda kalau dia setuju untuk menjadi istri dari pahlawan tersebut.
Rangga langsung lari meninggalkan kerumunan orang dan pergi dari wilayah kerajaan, karena tempat itu merupakan kenangan yang menyakitkan untuk Rangga. Dia hanya bisa mengharapakan semoga Silla bahagia selalu bersama dengan pahlawan.
Rangga mulai berpetualang dan bertekad untuk menjadi kuat agar dia tidak ditinggalkan oleh kekasihnya kelak suatu saat nanti.