Mari teman, ku ceritakan sesuatu. Tentang jeritan orang di malam hari. Alasannya dapat kau temukan dalam cerita ini.
Tiap pekan selalu tertulis di Koran bahwa tetanggaku di apartemen ini terbunuh satu per satu. Di dalam Koran tersebut memuat sebuah anggapan seorang ahli forensik, bahwa sang pembunuh ini mungkin adalah seorang psikopat yang gemar membunuh. Semua orang dalam apartemen ini tahu akan kejadian pembunuhan ini. Bahkan tersebar luas sampai ke kota.
Aku mempunyai seorang sahabat. Ia baik hati dan ramah. Semua orang menyukainya. Ia tinggal di sebelah apartemenku. Malam itu mungkin ia lembur jadi ia pulang kerja sedikit telat. Padahal aku sudah bosan duduk di depan mini market di sebelah lorong jalan yang biasa ia lewati ketika hendak pulang kerja. Tidak lama kemudian, ia berjalan melewati lorong itu, melewati mini market, dan melewati aku. Aku melihatnya tetapi ia tidak melihatku. Aku pun mengikutinya. Ia mempercepat langkahnya, karena mungkin ia sadar bahwa ia diikuti jadi ia merasa takut. Padahal, aku mengikutinya karena hari ini adalah hari ulang tahunnya dan aku ingin memberikan kado special kepadanya. Ketika ia sampai di depan apartemennya, ia membuka pintu, masuk ke dalam, dan menutup pintunya. Sayangnya, ia tidak mengunci pintunya. Aku pun masuk ke dalam. Ia tidak menyalakan lampunya jadi itu mempermudah diriku untuk memberi kejutan ulang tahun kepadanya. Ia meminum segelas teh hangat dan tidur. Aku mendekat ke tempat tidur tempat ia sedang tidur, dan membunuhnya dengan cara menancapkan pisau ke arah jantungnya. Sayang sekali, ia langsung mati begitu saja. Tidak seru karena ia tidak menjerit kesakitan seperti korban-korbanku yang telah tenang di alam sana. Aku meninggalkan pesan disitu yang tertulis “Semoga kamu menyukai hadiah ulang tahunmu yang special dariku”.
Saat aku sedang menulis cerita ini, aku baru saja mendapatkan sebuah pesan dari temanku bahwa sahabatku itu tadi pagi ditemukan terbunuh dikamarnya kemarin malam saat hari ulang tahunnya. Itu sangat disayangkan. Temanku berfikir bahwa aku mengurung diri di apartemen karena sedih sahabatku terbunuh dan temanku mengirim ucapan turut berduka cita. Sebenarnya aku tidak mengurung diri dan bersedih. Aku di dalam apartemen seharian karena aku sedang menonton sebuah film yang menceritakan tentang penderitaan dan penyiksaan kepada orang lain. Saat aku membaca pesan dari temanku, seketika aku ingat bahwa minggu depan teman kerja ku yang tinggal di dekat apartemenku berulang tahun. Mungkin aku akan memberikan kado tersebut kepada teman kerjaku juga. Semoga ia menyukai kado tersebut. Dan mungkin aku akan terus melakukannya kepada orang lain. Lagi, lagi dan lagi karena aku suka dengan yang aku lakukan ini. Ini menyenangkan. Ini hobiku.
Sekian cerita dariku, teman. Selamat malam. Semoga malam mu indah. Jangan lupa mengunci pintu rumah. Dan hati-hati kedinginan. Angin malam ini dingin sekali. Oh ya, bagi yang berulang tahun hari ini, selamat ulang tahun, dan selamat berkurang umur.