AKU SUDAH MUAK BERADA DI TUBUH INI! itulah ucapan kedua gadis yang telah lelah menjalani hidupnya. Mereka sudah putus ada dan tidak ada semangat hidup.
Tetapi, sebuah keajaiban muncul di kehidupan mereka. Sang peri dari dunia kayangan mendatangi mereka, dan menawarkan hal yang tidak terduga.
"Maukah kalian bertukar tubuh dan identitas?" Tanya peri sambil tersenyum manis.
Peri itu dihukum oleh tuannya karena telah berbuat buruk, alhasil ia diperintahkan untuk pergi ke bumi dan melakukan hal yang baik. Kebetulan, kedua gadis itu sedang putus asa. Sang peri berniat menukar tubuh mereka.
"Aku setuju!" Ucap mereka dengan pasti, dan mereka pun akhirnya berpindah tubuh.
Gadis yang pertama bernama Lea, ia sudah lelah menjalani hidupnya yang miskin dan selalu dituntut untuk pintar agar bisa kaya raya dan banyak uang. Biar begitu, ia sangat disayangi semua keluarganya.
Disisi lain, ada gadis bernama Rania, dia juga sudah lelah menjalani hidupnya yang kaya raya. Ia selalu dituntut untuk menjadi wanita anggun dan menjaga reputasi nya. Semua kemauan nya diatur oleh kedua orang tua. Orang tuanya tidak pernah menganggapnya anak karena ia bukan laki-laki yang bisa menjadi penerus tahta.
Mereka pun bertukar tubuh dengan sihir peri. Kini identitas dan jiwa mereka telah tertukar.
"Apa ini kehidupan baruku?" tanya mereka membatin.
Awalnya, mereka menjalani hidup dengan nyaman dan gembira.
Lea sangat senang di kehidupan barunya karena bisa boros dan berfoya-foya sesukanya karena harta yang berlimpah.
Sementara Rania, ia menikmati hidupnya sebagai orang miskin yang disayang keluarga.
Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun berlalu. Mereka mulai merasa tidak enak pada kehidupan keduanya.
Lea, walau memang enak karena bisa boros harta sesukanya, tapi itu tidak lebih dari barang yang bisa mengerti perasaannya. Seperti halnya Rania ditubuh aslinya, Lea dituntut untuk menjadi pribadi yang anggun nan cantik yang bisa memukau semua orang.
Dan disisi lain, Rania yang juga kerepotan hidup di tubuh Lea. Ia yang dulu bisa belanja sepuasnya, tapi kini ia adalah orang miskin. Kedua orang tua Lea yang juga sudah sakit-sakitan membuatnya kepusingan sendiri.
"PERI!!!" teriak mereka sambil menangis.
Peri itu kembali datang, mereka berdua menawarkan diri untuk kembali ke identitas masing-masing. Namun sudah terlambat, keputusan tidak bisa diubah! Selamanya mereka akan hidup di tubuh dengan jiwa yang tertukar.