Buku pemberian sahabatku menyimpan beberapa misteri. Salah satunya, adalah bisa membawaku ke masa lalu.
Mungkin tidak masuk akal bagi sebagian besar orang, tapi memang seperti ini.
Awalnya aku juga bingung, aku hanya mencoba menggunakan buku tersebut untuk menulis catatan harian. Tetapi, ada seseorang yang membalas catatanku.
Karena sama-sama saling tidak suka, pada akhirnya kami berbalas pesan, bukan tentang yang seperti itu, tapi saling menuduh kalau dia adalah penipu.
Kenapa? Karena awalnya aku tidak percaya kalau dia berada di Chiba, sedangkan aku di masih Hokkaido. Dan bukunya hanya kusimpan di lemari, tidak kubawa ke mana-mana.
Hingga suatu saat, saat ingin membuktikan kalau aku tidak berbohong, tanpa sengaja aku malah langsung berkunjung ke eranya. Tahun 2006, ketika aku belum direncanakan ada di dunia oleh orang tuaku.
Dan di sana, aku muncul di sebuah sirkuit. Aku melihat si 'dia' bersama dengan temannya sedang berlatih di sirkuit tersebut.
Setelah mereka selesai latihan, mereka menyadari keberadaan diriku. Mereka pun tak percaya kalau aku sebenarnya dari masa depan, tepatnya tahun 2021.
Dia bernama Jinsei Nakayama, usianya seumuran denganku, empat belas tahun. Sedangkan yang satunya bernama Satoru Saitou, usianya sekitar enam belas tahun.
Hal tak terduga kembali terjadi, ketika Satoru meninggalkan kami karena ada urusan mendadak. Alhasil, hanya aku dan Jinsei yang berada di tempat ini.
Kami berdua saling beradaptasi supaya dapat berteman. Awalnya sih canggung, tapi lama-kelamaan menjadi terbiasa. Terutama setelah dia mengajakku makan sushi bersama. Namun, ada yang tidak beres. Sumpitnya hanya ada satu. Aku memutuskan untuk makan pakai tangan secara langsung, tapi dia menolak dengan alasan kalau tanganku kotor. Pada akhirnya, dia.. menyuapiku meskipun aku langsung tersedak-sedak setelahnya.
Kami bertambah akrab seiring berjalannya waktu. Kini, kami bukan hanya sekedar teman. Kalau ada yang melihat, mungkin kami akan disangka sebagai pasangan kekasih.
Pernah kami saling mengungkapkan rasa suka, tapi.. kami memutuskan untuk melupakannya saja. Entah mengapa.
Suatu ketika, aku tak sengaja meninggalkan bukuku di zamannya Jinsei, jadi aku tidak bisa mengunjunginya lagi. Untuk setahun, aku tak bertemu Jinsei yang dulu. Tetapi, aku malah bisa bertemu dengan Jinsei versi dewasa. Usianya berbeda lima belas tahun denganku. Lima belas tahun. Bayangkan. Usiaku 15 tahun dan dia sudah 30 tahun.
Tak ku sangka, dia menyimpan bukuku selama lima belas tahun dan kemudian mengembalikannya padaku. Dan seketika, ingatanku kembali. Jika tidak ada buku itu, hilang kenangan-kenangan bersama Jinsei lima belas tahun yang lalu. Akankah aku bisa merasakan hal yang sama seperti dulu, dengan Jinsei versi dewasa?
(Cuplikan Chat Story ku yang berjudul 'Mirai Kara no Ai')
Kalau berminat, silahkan berkunjung ya. Klik profil Nino. Terima kasih!