Caramello, ya itu namaku. Aku perempuan berumur 32 tahun. Kegiatanku sekarang kerja.. rumah.. kerja.. rumah. Pacar..?? Entahlah....
Aku memiliki sedikit kepribadian yang aneh. Mungkin akibat trauma atau memang kelainan pada diri sendiri.
Kepribadian anehku ini di mulai dari mengenal namanya pacaran. Waktu masih muda dulu, diriku ini berharap bisa sangat memiliki pacar. Bukan sekedar pacar-oacaran ya...
Tapi entah kenapa, pacar-pacar yang saya miliki semuanya aneh... entahlah, apa yang salah dengan diriku..??
Kayak susah banget diri ku ini dapat pacar yang sekali aja benar. Bukan berarti pacarku atau mantanku pembunuh ya... hehehe..
Apa pada dasarnya kalau pacaran harus pakai nafsu..?? Apa kalau setia dan sayang harus di buktikan dengan begituan..???
Pada awalnya gaya pacaran ku sudah sangat salah. Kedagingan dan kenikmatan sesaat merusak segala hal.
Takut akan ditinggalkan pacar dan harus merasakan begituan di usia yang muda.
Hendrik, sebut saja namanya begitu. Dia perhatian, kata-katanya mungkin bikin dag-dig-dug jantung.
Iya.. Dia adalah Pacarku yang meminta melakukan begituan. Saat nongkrong dengan teman-teman lainnya, dengan mengunakan jaket atau buku.. Tangan satunya mulai memelukku sedangkan yang satunya mulai perlahan-lahan meraba dan meremas buah dadaku. Aku berusaha melarangnya, Aku Malu kalau saja ketahuan dengan orang-orang bahkan teman nongkrong kami. Tapi Dia berkata, Tidak.. jangan takut.. santai.
Saya pun menurutinya karena kata-kata lembutnya. Dari buah dada, tidak lama tangannya itupun turun sampai ke buah kelamin ku. Aku menarik tangannya dengan sekuat tenaga tapi apa daya kekuatanku lemah. Ingin teriak tapi Aku malu. Dia menikmati melakukannya lagi dan lagi... Seperti sebuah mainan yang asyik. Dia berkata, kalau yang dia lakukan akan membuat diriku enak dan menikmatinya. Saya harus menerimanya dan merasakannya dengan perlahan-lahan. Dia seperti guru yang mengajarkan padaku kalau sex itu lumrah, sex itu kebutuhan dan kenikmatan.
Awal-awalnya saya menolak, dan terus menolak... Tapi karena saya sangat sayang dan cinta hendrik, saya pun membiarkan dia melakukan nya berulang kali setiap kami ketemu. Lama kelamaan itu menjadi candu buat diriku sendiri. Disaat dia tidak melakukan nya saya pun dengan sengaja memancingnya.
Pada akhirnya saya sadar, saya melakukan hal yang kotor dan menjijikkan. Walaupun saya tahu semua itu.. saya masih membiarkan dia melakukan nya lagi dan lagi. Tapi di saat selesai, saya kembali merasakan kotor dan jijik.
Saya menangis disaat membersihkan diri... Saya sangat kotor. Saya takut kalau orang tua, Teman-teman saya tahu dengan hal kotor yang saya perbuat. Saya binggung mesti gimana lagi... Tapi saya sayang dan cinta dengan hendrik. Saya juga takut Dia meninggalkan saya.