Aku terbaring tak berdaya di salah satu kamar RS dan delia menungguku di sisi ranjang tempat aku berbaring
" Del kamu kenapa gak tidur? " tanyaku
" aku nungguin kamu, nanti kamu kenapa kenapa " jawab Delia
" makasih ya udah mau jadi sahabatku " kataku
Namun beberapa saat aku terbatuk batuk dan sesak nafas, aku melihat Delia sedang memanggil dokter dan suster
Lalu kuingat 10 thn yang lalu awal aku bersahabat dengan Delia
" hai namaku Delia namamu siapa? " sapa anak dengan rambut panjang itu
" hai juga namaku Sasa " aku juga balik menyapa
" kamu kenapa di taman sendirian? "tanya Delia lagi
" aku gak punya teman karena rambutku yang pendek dan aku memakai kacamata " jawabku sedih
" menurutku kamu cantik kok malah aku kepingin punya rambut kayak kamu " kata Delia menghibur
" yuk kita ke salon kita percantik diri aja" ajak Delia
" tapi aku gak suka ke salon " jawabku
" udah gak apa apa nanti aku yang bayar yuk " ajak Delia lagi
" apa boleh anak umur 7 thn masuk salon? " tanyaku
" boleh aja karena salon itu milikku " jawab Delia
"tapi Del " kata kataku terpotong
" udah gak usah tapi yuk " kata Delia sambil menarik tanganku
Setelah kami ke salon
Aku berubah drastis rambutku lurus aku tak memakai kacamata lagi dan aku di make up
" aku makin pede sama aku kali ini " kataku gembira
" makasih ya Del berkat kamu aku jadi pede " kataku berterima kasih
" sama sama Sa " jawab Delia
" gimana kalau kita makan es krim kayaknya enak " guman Delia
" ayo kita beli es krim " ajakku
aku dan Delia membeli dua es krim rasa stroberi
" enak ya es krimnya " kata Delia
" ya enak lah kan kita yang makan coba kalau anak lain yang makan es krim kita bakal tersiksa " kataku
" iya enak kan dibayari sama sahabatku " kata Delia dengan senyum
" oh iya ini ada pita buat kamu " kata Delia sambil menyerahkan sebuah pita berwarna merah
" makasih ya " kataku berterima kasih
" yuk kita main ayunan " ajak Delia
"ayo siapa takut " kataku menanggapi
Aku bermain bersama Delia hingga kita dewasa
" Sa kamu harus janji sama aku kalau kita sahabatan sampai kita punya anak ya " kata Sasa
" aku janji Sa " kataku berjanji
Namun janji tinggal janji sebelum tragedi itu terjadi
Saat aku sedang memakai pita, tiba tiba pita itu terbang ke tengah jalan, Delia segera mengambil pita milikku itu namun sebuah mobil sedang hilang kendali dari arah timur aku segera mendorong Delia hingga ke pinggir jalan dan aku yang tertabrak mobil itu.
" Sa maafin aku, aku gak bisa tepatin janji " kataku lemah
" gak, jangan bilang begitu aku gak mau kehilangan kamu " kata Delia menangis
" jangan menangis sahabat " kataku
Setelah mengatakan itu aku menghembuskan nafas terakhirku dan meninggalkan sahabat tercintaku
" gak.... Kamu jangan pergi Sa" sedih Delia
TAMAT
Maaf kalau singkat ya