Carla telah menjadi anak yatim piatu di saat umurnya yang masih terbilang kecil, yaitu saat ia berusia 11 tahun. Semenjak saat itu, ia pontang panting dan bingung harus melakukan apa. Bayangkan saja, seorang anak yang baru berusia 11 tahun harus mencari nafkah untuk biaya kesehariannya, bersekolah, dan melakukan pekerjaan rumah tangga. Di umur 20 pun terkadang banyak orang yang tidak bisa melakukan ketiga hal itu sekaligus.
Carla tidak memiliki kakek nenek, karena mereka sudah kembali ke alamnya. Carla juga tidak memiliki paman maupun bibi, karena ayah dan ibu Carla adalah anak tunggal. Ditambah, ia juga tidak memiliki kakak maupun adik. Ia tidak ingin tinggal di panti asuhan, karena ia adalah orang yang introvert, alias suka menyendiri. Namun, Carla memiliki kelebihan, yaitu mudah menangkap apa materi yang sedang dijelaskan seseorang.
Pada suatu hari, Carla sedang menawarkan dagangannya yang berupa buku diary yang imut hasil buatannya sendiri. Ia menjajakkan dagangannya itu dengan berkeliling ke dekat sekolah, agar banyak anak yang tertarik dan membeli dagangannya itu. Meskipun ia adalah orang yang introvert, tapi bagaimanapun, tanpa jalan itu, dia tidak akan bisa hidup.
Dan, saat ia akan kembali ke rumahnya, ia beristirahat di bawah pohon mangga. Didengarnya seorang guru sedang menjelaskan materi materi tentang komputer dan robotik. Ia pun tertarik. Carla pun mengintip dari jendela yang sedikit terbuka dan melihat apa yang sedang diajarkan guru itu. Carla melihat banyak robot robot yang ada di sana. Ia pun tertarik untuk mengikutinya. Namun apalah daya, ia bahkan tidak memiliki uang.
Tiba tiba, guru yang mengajar robotik itu pun melirik ke arah Carla yang sedang mengintip. Carla yang merasa diperhatikan pun memilih untuk kabur dan kembali ke rumahnya. Ia pun mulai mereka reka tentang apa yang sedang dijelaskan guru tadi. Karena ia tertarik, esoknya pun ia kembali ke tempat yang sama. Guru yang mengajar robotik itu pun melirik ke arah Carla lagi, namun pada saat itu, Carla tidak sadar bahwa dirinya sedang diperhatikan.
Kelas robotik itu pun selesai. Guru yang melihat Carla itu pun menghampiri Carla yang sedang berteduh di bawah pohon mangga sambil mencatat materi yang diajarkan guru itu. Guru yang kerap disapa dengan Pak Ran itu pun memanggil Carla dan menanyakan kenapa ia tidak mengikuti kelas itu, dan malah mempelajari sambil mengintip. Kedatangan Pak Ran pun mengejutkan Carla. Namun, karena Pak Ran terlanjur bertanya padanya, ia pun terpaksa menjawab. Carla pun menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Pak Ran pun menjadi iba dengan apa yang telah dialami Carla. Pak Ran pun bertanya apa Carla ingin menjadi anak angkatnya, dan Carla pun menyetujuinya.
---
Bertahun tahun kemudian, Carla menjadi anak yang pandai tentang robotik. Carla bahkan bisa membuat komputer dengan bakatnya itu. Hingga pada saat sifat introvert-nya memudar, karena ia tahu, hidup pasti membutuhkan orang lain, karena manusia adalah makhluk sosial.
Carla pun selalu menjadi juara di kelasnya. Dan, ia pun mendapat bea siswa untuk kuliah. Hal itu membuat dirinya merasa senang, karena ia tidak perlu lagi menyusahkan arah tirinya itu.
Dengan bakatnya itu yang terus diasah, Carla pun selalu mendapat pujian dari dosennya. Hingga suatu hari, ia lulus dari kuliahnya itu. Namun, ia masih tetap menyayangi Pak Ran, karena ia merasa Pak Ran sudah seperti ayahnya sendiri.
Amanat:
- Manusia selalu membutuhkan orang lain
- Asahlah bakat kalian, agar kalian bisa membanggakan orang tua
#Tantangan Hari 24
#Perjalanan Wisuda