Persahabatan memang sesuatu yang penuh warna dan membuat hidup kita berharga. Itu yang aku rasakan ketika mengenal NICO dan HANS, dua sahabat yang mengisi sebagian kisah perjalanan hidupku.
Aku, NICO dan HANS pertama kali berkenalan saat kami mendaftar masuk ke SMP. Saat itu kami sama-sama mendaftar dan diterima di sekolah negeri yang cukup terkenal. Setelah lulus SMP kami melanjutkan ke sekolah yang sama lagi, Sampai akhirnya enam tahun berjalan kami seolah tak terpisahkan.
Banyak suka duka yang kami alami, banyak rasa yang sudah kami lewati, ada benci, kesal, amarah, rindu, cemburu dan banyak lagi yang tak terungkap. Saat ini kami sudah sama-sama lulus sekolah menengah atas, dan akhirnya kami harus berpisah dan melanjutkan hidup dengan jalan masing-masing.
Namun begitu, persahabatan akan tetap ada, ingatan kenangan akan selalu erat kami dekap dan akan selalu menghiasi jalan yang akan kami lalui… aku tak akan mungkin lupa semua kenangan bersama mereka, seperti kala itu saat pertama kali kami bertemu…
“Hai… aku HANS…”
“Hai…. Aku NICO dan ini sahabatku olvi..”
“Em…. Kalian sahabatan ya, aku kira kalian pacaran….”
“Apa…… enak aja loe…. Aku dan olvi memang sahabatan dari kecil…”
“Oew…”
Kesan pertama aku mengenal Hans memang sangat berbeda dengan anak lain. Hand anak laki-laki yang apa adanya, ia tak pernah menutupi apapun yang ada di benaknya. Sampai-sampai Nico sahabatku sering kali tersinggung dengan apa yang dia katakan…
“Nico…..”
“hmmm…..?”
" Dasar es batu. Tidak pernah menjawab dengan benar..."
“Iya….ada apa???”
“Besok minggu aku ulang tahun dan aku ingin membuat acara kecil-kecilan, jadi aku ingin kamu sama olvi datang….”
“Wah…. Mau banget, kalau masalah kayak gitu mah aku pasti ikut, la mana si olvi nih…”
“Dia lagi di perpus…. Kita tunggu aja….”
“Hei…. Tumben kalian akrab, biasanya kayak anjing dan kucing…”
“Enak aja loe……”
“Sial loe olvi…. Masak cowok ganteng gini disamakan dengan kucing….”
“Eh…. Maksud kamu aku anjing-nya begitu….”
“Haa.a…ha.aha….”
Lucu, dan aneh-aneh aja memang tingkat Nico dan Hans sahabatku itu. Bahkan sampai sekarang aku masih sering tertawa sendiri jika ingat berbagai kejadian lucu antar mereka.
Mereka adalah sahabat terbaikku yang umumnya tidak pernah akur, selalu ada saja yang saling ejek… Pernah suatu kali si Nico benar-benar dibuat jengkel oleh hans, begini ceritanya…
“Nico…. Asyiknya ngobrol berduaan….” Ucap hans menyela Nico dan sinta yang sedang ngobrol
“Iya…..” jawab Nico singkat
“Wuiiih….. sombong dia….. sampek lupa….” Lanjut Hans
“Apaan sih Hans , jail bener, lupa apa…?”, Nico menjawab dengan sedikit penasaran
“Itu tu… itu….. gak etis kalau ku bilang langsung……” jawab Hans
“Apaan….” Nico tambah penasaran
“Reslet…..ing……” jawab Hans sambil berkedik
Sontak Nico langsung bangun dan memegang resleting celana yang sebenarnya telah benar. Karena tahu dia dibohongi akhirnya ia pun marah…
“Awas loe ya……!” teriak Nico
“Ha aha aaa…. Kabur……” teriak Hans sambil berlari.
Bukan hanya kejadian kecil seperti itu, masih banyak kejadian lain yang tak pernah bisa aku lupakan. Memang, paling banyak yang aku ingat adalah kejadian-kejadian antara mereka berdua dan kami sekaligus bertiga, untuk kejadian yang secara khusus terjadi antara aku dan Hans tidak banyak karena memang Hans memperlakukanku berbeda dengan Nico. Entahlah, kadang juga aku heran kenapa demikian.
Saat berdua dengan aku, misalnya saat Nico sedang memesan makanan di kantin dan kami berdua menunggu, Hans selalu bersikap manis layaknya sepasang kekasih, bawel, alai dan tidak usil seperti ketika Hans dengan Nico. Hal itu bahkan kadang membuat Nico merasa iri, pernah ia protes sampai hampir marah…
“ Hans ini kalau sama olvi aja pasti lembut, beda banget sama aku….”
“Ya emang kenapa sih…. Sama aja, perasaan kamu aja tuh….”
“Iya kamu nih Nico, ada – ada aja… kamu aja yang suka berckamu….”
“Enggak olvi, lihat deh, tuh lihat, gaya ngomongnya aja Hans beda…. Pake melotot lagi…”
“Ya enggak lah Nico, biasa aja… Ya iya juga sih dikit, soalnya kamu bau sih… he ehe ehee…..”
“Tu…. kan, benar kan olvi, sahabat kita yang satu ini memang gak adil…… kejam-kejam, sungguh kejam…..!”
Begitulah, beberapa pengalaman menarik yang terjadi dalam kisah persahabatan kami. Kisah persahabatan Antara Aku, Nico dan hans memang sangat indah dan tak akan pernah aku lupakan. Bahkan sampai sekarang, semoga kalian para sahabat terbaik ku selalu sehat dan sukses selalu, doaku menyertai kalian.