Semua terasa baik-baik saja, namun tidak dengan berakhirnya.
---------------------------
Suara lembut itu mulai membangunkan seisi rumah “Ayo bangun kita mau pergi.” Itu suara seorang wanita yang berumur 40 tahun an.
“Emm iya iya ma” kata ku yang sudah bangun dengan serak dan tenggorokan yang tak enak.
“Kenapa tenggorokan mu sakit?” tanya wanita yang merupakan ibuku itu dengan tegas mungkin ia marah karena semalam aku minum 3 gelas es teh.
Aku hanya mengagguk sambil tetap di kasur.
“Makanya kalo udah udah bilangin jangan ngeyel” ucap ibuku.
“Iya iya ma “ kataku yang sudah mulai bangun dari kasur.
“Ya udah mandi dulu sana terus minum obat yang kemarin” perintah ibuku.
Aku memang baru sembuh batuk kemarin dan malah minum 3 gelas es teh saat malam. Jangan lupakan aku biasanya saat batuk sering lemas bahkan hanya karna batuk bisa sering pingsan.
“Iya cantik” kataku sambil berlalu dan menunjukan ibu jari.
Aku dan keluargaku sudah siap untuk pergi ke bandara diantar supir keluargaku.
“Terima kasih pak” ucap ku saat turun dari mobil karena sudah sampai.
“Iya non, sama-sama “ kata pria tadi sambil tertawa kecil.
Setelah semua keluargaku mengucapkan terima kasih dan turun dari mobil aku pergi ketoilet sebentar bersama mama dan adikku. Aku hanya punya 1 adik laki-laki, ia baru berusia 7 tahun.
5 jam kemudian aku sudah sampai di kota tujuan. Disana ada villa, pantai, hotel, pusat perbelanjaan, dan lainnya. Aku dan teman-teman mamaku memilih tinggal di hotel bintang 5. Aku kesini memang untuk menemani mama karena dia mau bertemu teman-temannya.
“Kamu tidur aja dulu” titah mama padaku.
“Ga, ga aku mau jalan-jalan” tolakku.
“Ga usah aneh-aneh, lagi sakit aja kok masih ngeyel” ucap mama ku.
“Aku ga sakit mama cantik” kata ku merayu.
“Ya boleh jalan-jalan kan” lanjutku.
“Jangan sampai ke pantai nya” ingat mama padaku.
“Iya” kata tersenyum lalu keluar kamar. Aku datang ke kamar adik dan papa ku “Heh mau ikut ga” ajakku pada adik.
“Ga dulu” tolak dia.
“Emang tau mau kemana” tanya ku meremehkan.
“Enggak” jawab dia lagi sambil terus melihat tabletnya.
“Jalan-jalan” ucapku antusias.
“Ga dulu capek” tolak dia dengan alasan. Aku hanya berdecak sambil mengacungkan ibu jari. Aku melihat papaku yang keluar dari kamar mandi.
“Mau kemana kak?” tanya nya.
“Ke US” jawabku asal.
“Bye” lanjutku dengan antusias.
“Enggak tadi dia mau jalan-jalan” kata adiku di kamar.
Papa hanya tertawa melihat kelakuan anaknya, itu bukanlah hal yang aneh bagi ku. Aku sudah sering seperti itu.
Aku berjalan-jalan sampai ke pantainya dan di sana ada kolam lompat indah yang kosong. Aku pun berlari pelan di sekitarnya namun tiba-tiba aku terpeleset dan jatuh. Aku panik aku tidak bisa berenang. Aku hanya menendang-nendang kaki agar tetap bisa mengambang, tetap tidak ada orang. Kaki sudah lelah, aku pun berdoa agar dosa ku dihapuskan dan masuk dalam air dengan tenang.
Itulah akhir dari Jumatku. Dimulai dengan indah namun tidak berakhirnya. Aku senang bisa pergi dengan tenang.
-TAMAT-