Seorang gadis yang bernama Tisha sedang mengingat masa lalunya bersama teman masa kecilnya, ia sangat ingin bertemu dengan teman masa kecilnya tapi sungguh malang takdir memisahkan mereka.
Gendre : #Cintapertama #Senja #pantai
***
Like dan komen dulu dong cerpen ini!!
Baru Authur lanjut!! 🔥🔥
***
Terlihat seorang gadis yang sedang berada di suatu kamar tidurnya, ia tampak tersenyum sendiri ketika ia memikirkan teman masa kecilnya yang selalu menemaninya dalam masa senang maupun susah.
"Kira - kira gw bakalan ketemu sama dia lagi?" tanya tisha pada dirinya sendiri.
Tisha secara tidak sengaja melihat sebuah kotak berwarna putih yang didalam nya berisi sebuah tulisan tangan dan gambar.
"Ternyata tulisan tangan dia dulu bagus juga ya, andai gw bisa ketemu dia lagi," ucap tisya
Tisha pun merasa mengantuk lalu ia tidur sebelum tidur ia sudah menyiapkan alarm sebelum tidur agar ia bisa bangun pagi dan berangkat menuju sekolah nya yang baru.
Pagi pun tiba...
Kini tisya tengah bersiap - siap menuju sekolah barunya, tisya kini berumur 16 thn.
"Mah.. tisya berangkat dulu ya," ucap tisya
"Iya nak, hati - hati lho ya, jangan sampai kamu ngantok pas nyetir motornya," ucap Nia
"Iyaa maah," ucap tisya
Lalu tisyapun pergi meninggalkan ibunya, dan berangkat menuju sekolahnya.
Sesampainya di dalam sekolah, tisya menjadi pusat perhatian banyak murid termasuk Alvin.
Alvin termasuk siswa terpopuler disekolahnya, tapi baru pertama kali ini ia melihat wanita secantik tisya yang berjalan melintassinya.
Tisya yang dilihat oleh banyak murid di sekolah tersebut hanya cuek saja dengan keadaan sekitar.
Sesampainya dikelas ia langsung disambut oleh 3 siswi yang bernama Ginah, Sari, Wiwin, ketiga siswi itu berniat untuk mengajak tisya bergabung dalam geng mereka.
"Haii.. salken gw ginah, kalo lo?" ucap ginah
"Hai juga, salken gw tisya," ucap tisya
"Hayy..welcome my grup, salken gw wiwin," ucap wiwin
"Hai wiwin gw tisya," saut tisya
"Kalau lo?" tanya tisya kepada sari
"Ohh..salken gw sari," saut sari
"Alasan gw ngajak lo dalam geng kita, karena lo cantikk banget, dan juga lo orang pertama kalinya yang dipandang cantik oleh alvin," ucap sari
"Iyaa tau lo itu cantikk bangett, sama kayak gw dong," ucap wiwin
"Najiss lo win, mana mungkin lo cantik kayak tisya, canda cantik," ucap ginah
"Ihhh... jahat lo ya," ucap wiwin
"Udah ya kalau gitu gw cabut dulu," ucap tisya yang ingin pergi meninggalkan mereka, namun dihalang oleh sari.
"Eh.. tunggu tisya, kalau gitu sekalian kita bertiga ikut sama lo, kan lo udah masuk ke geng kita jadi kalau salah satu geng kita kemana - mana kita juga harus ngikut dong, yakan girl?" ucap sari
"Yakin kalian mau ikut?" tanya tisya
"Iyaaa.., " saut mereka bertiga dengan serempak
"Padahal gw cuman mau ke toilet aja lho, masak kalian mau nemenin gw di dalam toilet?" tanya tisya
"E.. e.. klo gitu ga jadi deh," ucap sari
"Iya, hehehe," ucap ginah
"Maksudnya itu, lo mau ga kita temenin diluar toiletnya aja?" tanya wiwin
"Ohh.. bilang dong dari tadi kayak gitu, biar ga salah paham," ucap tisya
"Yaudah gw sendiri aja ya ke toilet, gw kebelet nih," ucap tisya
"Oke sip," ucap wiwin
Disisi lain...
Alvin yang tadinya menatap tisya kini sedang duduk di tempat duduk tepatnya pada lapangan sekolah.
"Haii broo!" sapa Fino
Sapaan fino tidak dijawab oleh alvin, entah apa yang sedang alvin pikirkan saat ini, rasanya seperti memikirkan sesuatu yang spesial baginya.
"Gw panggil lo kok lo nyaut sih?, apa yang lo pikirin?" tanya fino
"E.. e.. maaf gw tadi cuman ngeliat tembok aja," ucap Alvin.
"Owh.. kalau gw liat - liat lo suka banget ngeliat cewek baru yang tadi, jangan - jangan lo suka lagi?" tanya fino
Sayangnya pertanyaan fino tidak dijawab oleh Alvin, Alvin pun meninggalkan fino sendiri.
"Yah.. malah dicuekin dong," ucap fino
***
Namun Tisya tiba - tiba saja secara tidak sengaja menyenggol Alvin.
"Eh.. lo kalo jalan hati - hati dong, nanti baju gw kotor gara - gara lo!" ucap Alvin
"Ihh..najiss.. kalo gw liat - liat lo itu orang ga tau malu ya, emangnya ini sekolah punya ortu lo?" tanya tisya
"Enggak kan?, yaudah berarti ga seharusnya lo sok - sok an kayak gini!" ucap tisya yang kemudian pergi meninggalkan Alvin
"Udah salah! ga minta maaf!" Teriak Alvin
"Cewek selalu benar!" ucap tisya
"Arrrggghhh... males banget gw sama cewek itu, ngeselin," ucap Alvin
Kringgg..
Kringgg..
Bel sekolah berbunyi itu pertanda sudah mulai masuk kelas.
"Anak - anak buka buku IPA terus cari halaman 112, kita akan belajar Organ tubuh pada manusia," ucap buk Kimni
Akhirnya seluruh murid disana menuruti perintah yang dikatakan oleh buk kimni.
"Baca buku kalian selama 4 menit, terus kalo yang udah selesai baca nanti ibu kasih pertanyaan," ucap buk kimni
"Baik buk," ucap murid di kelas itu dengan serempak
4 menit kemudian..
"Baik karena waktu udah habis ibu akan memberikan kalian pertanyaan yang bisa jawab kalian dapat 1 poin," ucap buk kimni.
"Sebutkan 2 organ tubuh pada manusia!" tanya buk kimni
"Saya buk," ucap tisya sambil mengangkat tangannya.
"Iya..silahkan, sebelum itu perkenalkan nama kamu dulu ya soalnya ibuk belum kenal kamu," ucap buk kimni
"Baik buk, sebelumnya perkenalkan nama saya Tisya putri maharani, saya berasal dari kota Runjang, saya sekolah disini karena bapak saya kerja disini," ucap tisya
"Ohh.. ternyata cuman perantau, tak kira asli sini, pantesan agak bar - bar orangnya," ucap Alvin.
"Jaga ya mulut lo!!" ucap tisya
"Ehh.. terserah gw dong mau ngomong apa, kan mulut mulutnya gw," ucap Alvin
"E.. e udah cukup bertengkar nya, ini dikelas lho kalian tau sopan santun ga sih? hormati guru kalian," ucap buk kimni
"Bagus, gw suka ini semakin mereka berdua berantem kesempatan gw untuk deketin Alvin," guman Diva
Pada akhirnya tisya hanya pasrah dan mendengarkan perkataan gurunya.
"Baik tisya silahkan dija.., " ucap buk kimni yang terpotong karena sudah bel istirahat.
"Baik anak - anak pelajaran nya kita lanjut minggu depan sesuai mata pelajaran, selamat pagi," ucap buk kimni
"Baikkk bukk," ucap para murid di kelas itu dengan serempak.
"Awas aja ya lo!" ancam tisya
"Udahlah lo udah kalah dari gw, tinggal gw tunggu waktunya untuk lo keluar dari sekolah ini!" ucap Alvin
"Try it if you can," ucap tisya dengan tersenyum miring.
Tisya pun pergi meninggalkan Alvin sendiri di kelas, Alvin hanya sebal dengan sikap tisya, ingin sekali rasanya ia mengalahkan tisya dari persaingan ini.
"Liat aja nanti, gw akan balas 3 kali lipat!" guman Alvin
"Alvin.... sayangggg," ucap Fani
"Issss.. apaan si, ganggu aja," ucap Alvin
"Kamu ada apa sayang? kalo ada masalah cerita aja sama aku," ucap Fani
"Denger baik baik ya, sekali ini aja cukup bilang gue sayang! GUE BUKAN PACAR LO!, NGERTI!," ucap Alvin dengan penuh emosi lalu ia pergi meninggalkan Fani sendiri.
Tampa Fani sadari sedang ada seseorang yang melihat ia dari tadi siapa lagi kalau bukan diva.
"Lama - lama ni orang ngeselin banget, pengen banget rasanya gue nyingkirin itu orang, bisa - bisa dia suka sama Alvin padahal gue udah suka sama alvin," guman Diva
Lalu Diva menghampiri Fani dengan penuh emosi, untungnya ia dihentikan oleh kedua teman akrabnya alias geng nya.
"Cukuppp div!, lo mau ngapain sih kesana?" tanya Salma
"Iya tuhh, bener kata salma," ucap Pinuh
"Emang apa manfaatnya lo bikin rusuh?, malahan yang ada lo yang malu lagi, mendingan lo ga usah deh kayak gini caranya, ntar gw bantu cari cara yang aman buat lo deketin Alvin," ucap Salma
"Kata lo bener juga sih, emang apa rencana lo?" tanya Diva
"yaa.. kita pikirin rencana nya dulu biar sukses lo deketin orang yang lo suka," ucap Salma
"Gw setuju bangett tuh sama pendapat salma," ucap pinuh
"Yaudah ntar aja kita bahas dirumah gw aja, gue laper ni, ke kantin yuk," ajak Diva
"Yukk," ucap mereka berdua
Di sisi lain fani juga merasa kesal dengan sikap Alvin, ia berfikir bahwa Alvin juga mencintainya tapi malah sebaliknya.
"Liat aja Al gw pasti bakallan dapetin lo dengan cara apapun!" ucap fani dengan penuh emosi lalu pergi meninggalkan kelas.
Bersambung...
Penasaran sama kisahnya?
Pantau terus di cerpen yang berjudul "Love but?"!!