Ini cerita tentang kisah cinta yang berakhir bahkan sebelum dimulai.Aku bertemu denganmu di tepi pantai yang luas.
"Hei...kau kenapa??" Ucapku pada gadis yang berdiam diri di tepi pantai itu.
"Kau...kau bisa melihatku!!" Jawab gadis itu dengan wajahnya yang terkejut.
Aku terdiam sesaat setelah gadis itu membalikkan wajahnya, ternyata wajahnya sangat cantik dengan rambut hitamnya yang panjang.
"Heiii...apa kau mendengar ku!!" Ucap gadis itu yang melihat ku hanya terdiam melihatnya.
"Hmm...kenapa kau memalingkan wajahmu, apa jangan-jangan kau jatuh cinta pada pandangan pertama dengan ku.
Aku hanya diam tidak bisa berkata apa-apa, memang benar bahwa aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya.
"K...kau benar aku jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu" ucapku dengan ragu-ragu.
"Hahahah...kau sangat lucu!!, Aku kagum dengan kejujuran mu" ucpanya sambil tertawa terbahak-bahak.
"Tapi berapacaran dengan seorang hantu itu tidak bisa kau tau!!, Jadi percuma saja kau jatuh cinta denganku"
Aku terkejut dengan ucapannya itu bahwa dia adalah seorang hantu, tapi itu tidak merubah fakta bahwa aku menyukainya.
"A...aku tidak perduli!!, Walaupun kau seorang hantu aku tetap menyukaimu" ucapku dengan wajah' yang serius.
"Kau lihatkan!!, Kau bahkan tidak bisa menyentuhku" ucap gadis itu sambil tersenyum.
Bahkan jika dia bilang seperti itu, dengan wajah' tersenyumnya.Itu membuat jantungku berdegup kencang.
Apa aku akan berakhir di tolak lagi seperti saat aku menembak teman sekelas ku waktu itu.
"Apa kau ingin berhenti mengejarku?" Tanay gadis itu.
"Tidak.."jawabku dengan tegas.
"Tidak terlalu buruk juga menjadi sendirian dulu....tapi terkadang agak sedikit menyakitkan"
"Melihat mu yang bersikeras ingin menjadikan ku pacarmu itu mengingatkan ku dengan kehidupan ku yang dulu".
"Aku selalu putus asa karena tidak ada yang menyayangi ku, bahkan orang tuaku sendiri membenciku"
"Lihatlah cinta yang terabaikan itu... Menyakitkan bukan!!".
Yah apa yang dikatakannya itu benar bahwa cinta sudah berakhir dari awal. Gadis itu pun perlahan-lahan mulai menghilang.
Aku mendekati nya dan mencium pipinya walau itu hanya sebua angin.
"Betapa bodohnya kau hanya mencium sebuah angin" ucap gadis itu dengan wajah' yang tersipu malu.
Aku sekali lagi berkata pada gadis itu"KUMOHON JADILAH PACARKU!!!".
"Pfttt...dasar pria yang aneh"
"Yah.. meskipun kita baru bertemu tapi senang rasanya bisa berbicara dengan orang sepertimu" ucpanya sambil tersenyum bahagia.
Setelah mengatakan itu dia pun menghilang seperti sebuah angin yang lewat. Tapi wajah tersenyum nya itu masih membekas di hatiku.
==End==