Hana terbangun saat ia merasa ada sesuatu yang berat berada di perutnya. Hana menyentuhnya.
Kaki?
Kakiku kan nggak lentur.
Nggak mungkin bisa sampai ke perut.
Hana melihat kaki itu lalu menyusuri pemiliknya.
Hana langsung mendorong pemilik kaki itu dan pria itu terjatuh dari ranjang.
"Ouch ..." Pria itu kesakitan. Ia mencoba berdiri tapi tidak berhasil.
Hana merasa tidak takut lagi saat melihat pria itu cedera. Ia malah merasa kasihan.
"Kau siapa? Kenapa kau bisa di kamarku?"
"Aku lelah. Aku ingin tidur. Karena itu aku tidur di sini."
Hana menuntun pria itu kembali ke ranjang. Ia menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Ini apa?" Pria itu bertanya saat melihat roti yang baru saja Hana panggang dan Hana beri irisan smoked beef.
"Ini smoked beef toast. Makanlah. Untuk sarapan."
Apa gara-gara ia jatuh tadi?
Jadi, otaknya sedikit gila?
Hana mencontohkan cara memakan roti panggang. Pria itu meniru Hana.
"Aku mau lagi."
Hana membuat lagi smoked beef toast untuk pria itu.
"Aku Hana. Namamu siapa?"
"Te Te."
"Kau tinggal di mana?"
"Di planet X."
"Hei! Jangan bercanda. Aku itu bukan anak kecil." Hana mengira pria itu berbohong.
Pria itu lalu menyentuh tombol di pergelangan tangannya. Memperlihatkan ke Hana kehidupan di planet X.
Te Te pasti bohong.
Itu pasti cuma video buatannya.
"Kalau kamu nggak percaya, aku ajak kamu ke sana."
Setelah sembuh pria itu mengajak Hana ke planet X. Hana menyaksikan sendiri kehidupan di sana. Lebih canggih dari planet bumi.
"Aku ingin pulang." Hana merasa homesick.
Te Te menggaruk kepalanya, "Aku tidak bisa mengantarmu pulang. Pesawat satu-satunya yang bisa mengantarmu pulang rusak. Butuh waktu lama untuk memperbaikinya."
Hana shock. Tapi ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia juga tidak bisa memperbaiki pesawat. Akhirnya ia tinggal di planet X dan hidup bersama Te Te.