Akhirnya dia mengakui keberadaan mereka, meski mungkin di negaranya ia tak pernah melihat makhluk astral, tapi bukan berarti di sini dia tak akan berjumpa dengan mereka.
Suara gaduh di ruang produksi membuatku penasaran dan melihat untuk mencari tahu apa yg sedang terjadi, nampak para karyawan berkerumun melihat seorang karyawan wanita sedang di rangkul dia satpam dan abah yang dengan tenang memegang kepala wanita itu sambil komat kamit.
"Apa yang terjadi?" tanyaku.
"Eh, bu meta itu bu ada yang kesurupan" jawab salah seorang karyawan padaku.
"Oh, yang lain ayo kembali bekerja kan abah sudah menanganinya, ayo bubar" perintahku.
Ku lihat tak lama kemudian setelah kerumunan karyawan bubar, wanita itu pun pingsan, dengan cekatan satpam membawanya ke klinik pabrik.Dan aku pun kembali ke kantor.
"Meta... dia orang kenapa gaduh-gaduh?" tanya oni Veronika dengan nada koreanya
"Itu Oni, ada karyawan yang kesurupan"
"Ahhhh.kesurupan kesurupan tidak ada yang namanya kesurupan dia orang malas kerja itu, gak mau kerja makanya dia orang pura-pura, dimana heh dia orang sekarang?" tanyanya marah.
"Dia pingsan oni, sudah di bawa ke klinik sama satpam"
"Kalau sudah sadar dia orang suruh kerja lagi tidak boleh beri ijin pulang sama dia"
Tanpa menunggu jawabanku Oni langsung pergi masuk ke ruangannya.Dan sesuai perintah ku panggil supervisor karyawan yang kesurupan tadi dan menyampaikan pesan Oni.
"Tapi bu, badannya lemas begitu gak sanggup dia kerja lagi bu" protes sang supervisor.
"Terus mau gimana lagi, kalau saya ijinin dia pulang nanti malah saya yang kena omel bisa-bisa saya di pecat gara-gara gak nurut kemauan dia"
"Iya bu ya, saya jadi bingung.Mrs Veronika emang gitu ya galak, gak ngerti dia kalau di Indonesia ada yang namanya kesurupan dan itu bukan kemauan kita, apa di negaranya gak ada hantu emang"
"Mana saya tahu, ya sudah gini aja kalau dia sudah sadar suruh dia istirahat di mushola, Oni kan gak pernah ngecek mushola pasti gak akan ketahuan"
"Oh iya baik bu" jawabnya dan segera pergi.
Memang benar yang di ucapkan supervisor itu, Oni Veronika terlalu galak dia selalu menuntut karyawan untuk terus bekerja keras tidak peduli mau sakit ataw kesurupan, jika sudah di pabrik mereka mau tidak mau harus menurut.
Notabene karyawan pabrik yang wanita tentu lebih rentan kesurupan apalagi sekarang hampir setiap hari lembur, badan yang lelah membuat sering ngantuk ataw ngelamun di jam kerja belum lagi stres yang mereka punya sudah tentu jin mudah merasuki.
Untunglah hari ini lemburnya tak terlalu malam, tepat pukul tujuh malam pekerjaan telah di hentikan dan semua karyawan pulang, ekspresi senang terlihat jelas wajah-wajah lelah itu.
Karna pekerjaanku terlalu banyak, maka mau tidak mau aku jadi yang paling terakhir keluar dari pabrik.
"Masih ada orang gak bu di kantor?" tanya satpam penjaga pintu
"Kalau di kantor sih sudah gak ada, aku yang terakhir keluar tapi tidak tahu kalau ruangan lagi, coba cek aja" jawabku dan pergi.
Aku sudah keluar pabrik dan baru sebentar jalan mau pulang malah harus balik lagi ke pabrik gara-gara ponselku yang ketinggalan di meja kerja.
Untung belum lama, pasti petugas satpam masih mengecek ruangan jadi aku masih sempat mengambil ponselku.
Setelah memarkitkan motor aku segera berlari dan berteriak meminta satpam untuk menunggu karna ku lihat mereka sudah mau mengunci pintu.
"Ada apa bu?" tanyanya
"Saya lupa, ponsel saya ketinggalan"
"Oh begitu ya udah mari saya antar mengambilnya"
"Terimakasih" jawabku
Untunglah aku masih sempat, di temani seorang satpam aku kembali ke kantor menyalakan lampu agar mudah menemukan ponsel ku yang ketinggalan.Dengan cepat aku mengambilnya, memasukannya ke dalam tas ku dan kami pun berjalan kembali keluar pabrik, dalam perjalanan pulang sang satpam bercerita.
"Bu tadi Mrs. Veronika ke sini tahu, pas saya sudah selesai ngcek ruangan"
"Oh ya, mau apa dia?"
"Katanya sih cuma liat-liat tapi pas dia udah balik lagi mau pergi dia bilang sama saya katanya jangan di kunci dulu pintunya ada karyawan yang sedang nangis di ruang produksi, wajahnya pucat, pakaiannya lusuh, di suruh pulang gak mau"
"Terus?" tanyaku penasaran.
"Ya saya bilang, 'Oni saya sudah ngecek semua ruangan dan tidak orang satu pun, lagian udah malam gini karyawan mana yang masih mau tinggal? oni kan tahu begitu mereka denger bel pasti mereka langsung berlarian pulang mana betah mereka tinggal lama-lama di pabrik, terakhir tadi yang keluar itu bu Meta' "
"Terus kata oni apa?"
"Dia gak bilang apa-apa tapi wajahnya langsung pucat bu, saya yakin deh yang di lihatnya itu pasti hantu, pikir logis aja bu mana ada sih karyawan yang betah lama-lama pas bel pulang udah bunyi"
Yang di ucapkan satpam ada benarnya, di semua pabrik pasti ada penunggunya dan bisa jadi yang di lihat Mrs. Veronika pun bukanlah manusia.
Besoknya aku mendengar kabar Mrs. Veronika sakit demam dan seminggu kemudian ada isu yang mengatakan dia seperti orang stres, kadang ngelamun kadang nangis, seperti orang ketakutan.Katanya dia sudah di bawa ke rumah sakit dan dia diagnosa berhalusinasi yang cukup parah akibat demam sehingga akhirnya dia di pulangkan ke Korea untuk menjalani pengobatan di sana.
Oni yang malang, mungkin karena perbuatannya yang terlalu kejam, dan tidak mengakui keberadaan mereka, sehingga mereka menampakan diri sebagai pembuktian.