Siang hari, di Boston, Amerika terdapat lomba antar sekolah di pinggir hutan. Xaviera, seorang anak Sekolah Dasar yang berumur 9 tahun, adalah salah satu orang yang ikut dalam lomba itu.
Xaviera adalah seorang anak yang hanya memiliki Ibu, alias ia tidak tahu siapa ayahnya itu. Ibunya berkata, kalau ayahnya sudah tiada. Namun, Xaviera tidak mempercayai hal itu, karena ibunya bahkan tidak pernah mengajaknya ke makam ayahnya.
Kembali ke cerita »
Xaviera pun menjadi salah satu orang yang memulai lomba itu, ia mengikuti lomba tarik tambang antar kelompok, karena sifat kemimpinannya, Xaviera pun menjadi ketua kelompok yang mewakili sekolahnya itu. Kali ini, kelompoknya melawan kelompok dari sekolah Lotus A, sekolah itu adalah salah satu sekolah elite di Boston. Hanya anak orang kaya yang dapat bersekolah di sana.
Lomba pertama pun dimulai, persaingan sengit antara dua kelompok itu pun dimulai. Dan... kelompok Xaviera pun menang. Tiba tiba, ada ketua kelompok dari sekolah Lotus A yang bernama Celine mendorongnya, karena ia tak terima kalau kelompok mereka kalah.
Bukannya membalasnya, Xaviera justru memandang wajah Celine. Ia merasa kalau wajahnya itu mirip, bahkan sama persis bak pinang dibelah menjadi dua. Namun, karena Celine yang terus mendorongnya dan memukulinya, Xaviera pun tidak terima, dan terjadilah pertengkaran di antara mereka.
Karena pertengkaran itu tidak ada habisnya, panitia lomba itu pun menghukum Xaviera dan Celine. Mereka dihukum untuk didiskualifikasi dari lomba itu dan mereka harus tidur di sebuah gubug tua, namun masih layak pakai. Dengan langkah gontainya, Xaviera dan Celine pun menuju gubug tua itu.
Hari pun semakin larut, banyak perlombaan yang sudah selesai. Sedangkan Celine dan Xaviera hanya bisa berdiam diri di gubug itu. Celine yang merasa kesepian pun mengajak Xaviera untuk mengobrol. "Xaviera, di mana rumahmu?", tanya Celine memulai percakapan. "Rumahku berada di dekat sekolahku, perumahan Collage!", balas Xaviera, yang sama sama merasa kesepian.
"Di mana rumahmu?", Tanya Xaviera kembali. "Rumahku di perumahan Vintage!", Balas Celine. Mereka pun mengobrol sampai membahas topik tentang orang tua mereka. Dan ternyata, nasib Celine pun hampir sama dengan Xaviera, ia hanya memiliki ayah, namun tidak memiliki ibu. Xaviera pun menyadari bahwa ada kemungkinan kalau dia adalah saudara Celine, karena nasib yang sama, dan wajah yang sama persis.
"Celine, apa kamu punya foto ayahmu?", tanya Xaviera penasaran. "Oh, aku punya! Aku selalu membawanya di tasku!", sahut Celine sembari mengeluarkan robekan foto ayahnya yang sedang duduk di kursi. Setelah melihat foto yang diberikan Celine, Xaviera pun semakin yakin kalau ia dan Celine adalah saudara kembar, karena ia memiliki robekan foto yang sama seperti milik Celine, hanya saja, foto miliknya adalah paruhan foto Celine, yaitu foto ibunya di sebuah kursi.
Celine dan Xaviera pun mencoba menggabungkan kedua gambar itu. Dan benar dugaan Xaviera, gambar itu pas. Celine yang menjadi saudara Xaviera pun mengerti maksud Xaviera. "Apa kamu akan menyatukan mereka?", tanya Celine memastikan. "Benar! Aku punya rencana!", jawab Xaviera.
Xaviera pun memberi tahu Celine, kalau rencananya, mereka akan bertukar posisi, Xaviera akan berpura pura menjadi Celine, begitu pula sebaliknya. Mereka pun mulai berdandan agar mereka benar benar seperti bertukar identitas. Karena, meskipun mereka memiliki wajah yang sama, namun tidak dengan rambutnya. Celine memiliki rambut panjang yang berponi. Sedangkan Xaviera, memiliki rambut tanpa poni.
Pagi pun datang...
Orang tua mereka mulai menjemputnya pagi ini, termasuk anak anak lainnya. Kedua kembaran itu pun mulai menjalankan aksinya. Xaviera yang awalnya tinggal bersama ibunya, sekarang karena mereka bertukar posisi, Xaviera akan pindah ke rumah ayahnya, yang sama sekali tidak pernah ia jumpai.
Ayah mereka pun mulai menjemput, dan Xaviera pun mengaku bahwa ia adalah Celine. Xaviera pun mengikuti ayahnya pergi ke rumah Celine di perumahan Vintage. Begitu pula sebaliknya dengan Celine, ia mengaku bahwa ia adalah Xaviera, dan ia pun mengikuti ibunya yang selama ini belum ia kenal.
----
Perumahan Vintage, Xaviera
Xaviera mencoba memahami susunan dan tata letak rumah Celine, agar ia tidak cepat ketahuan oleh ayahnya. Namun, karena Xaviera tidak hafal letak ruangannya, ayahnya pun menjadi curiga dan bertanya padanya, "Apa kamu benar benar Celine?". Xaviera yang mendengar hal itu pun hanya bisa membatu. "Bukan!", Jawab Xaviera. "Aku adalah kembaran Celine, namaku Xaviera!", lanjut Xaviera.
"Xaviera!? Apa ibumu bernama Ellie?", ucap ayah Xaviera dengan wajah yang terkejut. "Benar!", sahut Xaviera. "Anakku! Maaf ayah tidak bertanggung jawab padamu!", Isak ayah anak kembar itu. Xaviera pun menenangkan ayahnya itu dan mengatakan tidak apa. Mereka pun berbincang bincang tentang ibu anak kembar itu, yang bernama Ellie.
Di sisi lain, cerita Celine pun sama dengan Xaviera, ibunya telah mengetahui, bahwa itu adalah anaknya yang tinggal bersama mantan suaminya. Tak lama kemudian, ayah anak kembar itu, yang bernama Chenle mendatangi rumah mantan Istrinya, yang bernama Ellie.
Karena mereka merasa bersalah telah memisahkan anak mereka karena perceraian, mereka pun menikah lagi dan tumbuh kasih sayang di antara mereka berdua. Sepasang kekasih dan kedua anak kembar itu pun hidup harmonis, seperti keluarga pada umumnya.
~Tamat~
Ayah: Chenle
Ibu: Ellie
Anak pertama (tinggal bersama ibunya): Xaviera
Anak kedua (tinggal bersama ayahnya): Celine
By: Lyra
*Ket: tangan capek nulis