Eh?
Aku di mana?
Hana terbangun di tempat yang bukan kamar tidurnya. Hana berusaha melihat ke kiri dan kanannya.
Aneh?
Kenapa mataku jadi kabur begini?
Apa karena aku kebanyakan main gadget?
Hana menyentuh atas nakas di samping ia tidur.
Kacamata?
Sejak kapan aku punya kacamata?
Hana memakainya.
Jelas.
Hana menuju ke kamar mandi. Ia melihat cermin. Ia sangat terkejut. Bukan wajahnya yang ada di cermin itu tapi wajah seorang pria. Wajah teman sekelasnya yang selalu ranking satu.
Ini, kan Alex?
Ponsel berbunyi. Hana mengangkatnya, "Halo ...."
Suaraku?
Kenapa suaraku jadi ngebass gini?
"Hana ..." Hana mendengar suaranya di ujung sana.
"Alex?"
"Hana ... kita harus bertemu. Sekarang juga. Aku ke rumahku. Aku ke sana sekarang."
Alex yang berada dalam tubuh Hana segera menuju ke rumahnya.
"Alex ... Kau nggak pake br*?" Hana melihat Alex.
"Apa jangan-jangan kau sudah lihat?" Hana curiga. Alex itu pria normal. Sudah pasti ia sudah melihat bagian privacy Hana.
"Aku nggak tahu cara pakainya." Muka Alex sudah merah.
"Apa yang terjadi? Kita kok bisa bertukar jiwa?" Hana bingung. Cerita yang hanya ada di drama atau novel terjadi pada dirinya dan Alex.
"Aku juga nggak tahu. Untuk sementara sampai kita kembali ke tubuh kita masing-masing, kita bersikap seperti biasa."
Dan sejak saat itu Hana memberitahu Alex apa-apa yang harus ia perhatikan sebagai wanita. Begitu juga Alex, ia memberitahu Hana apa-apa yang harus ia perhatikan sebagai pria.