Pilihan kata : depresi, tuntutan, tugas
Aku Chilla. Akhir akhir ini aku merasa ada yang tidak beres dengan diriku. Aku selalu merasa lelah dan kurang bersemangat. Aku sedang mengerjakan tugas sekolahku. Tugasnya adalah membuat makalah yang ber-deadline satu jam lagi. Aku ditemani oleh segelas susu hangat dan beberapa lagu.
Fiuh, akhirnya aku menyelesaikan tugas makalahku dalam waktu 30 menit. Aku merebahkan diriku di atas kasurku dan bermain ponsel sebentar sebelum mengerjakan tugas yang lain. Tiba-tiba mamaku masuk ke dalam kamarku.
Ia melihatku sedang bermain ponsel. Lalu memarahiku, "Mengapa kau selalu bermain ponsel? Apa tugas sekolahmu sudah selesai? Taruh ponselmu dan kembali belajar sekarang juga! Mama akan sangat kecewa jika kau tidak bisa mempertahankan peringkatmu."
Mama selalu saja seperti itu. Aku sangat muak ketika disuruh mempertahankan peringkatku. Aku ingin hiburan sedikit saja seperti teman temanku yang lain. Aku juga sudah muak dengan semua tugas sekolah yang guruku berikan.
Guruku selalu memberiku tugas yang banyak tanpa henti. Aku benar benar muak dengan dunia ini. Rasanya aku ingin gantung diri saja.
Aku pun mulai mengucurkan air mataku. Aku menangis dalam diam hingga tertidur pulas di meja belajar. Aku mulai memasuki alam mimpiku.
Aku bertemu dengan seorang pria tampan dan menawan di dalam mimpiku. Ia terlihat sangat gagah seperti putra mahkota kerajaan. Dia berjalan mendekat ke arahku dan membisikkan sesuatu kepadaku.
"Kau lelah ya dengan dunia? Aku tau dari raut wajahmu yang sedikit berantakan. Kau bisa bercerita apapun kepadaku," bisiknya.
"Aku lelah mendapat banyak tugas dan tuntutan. Aku merasa tidak kuat lagi untuk hidup di dunia. Aku selalu iri dengan temanku yang mendapat kebebasan, sedangkan aku hanya dikurung di rumah," tuturku memberi tahu lelaki itu. Lalu lelaki itu memberikanku senyuman yang dapat membuatku tenang dalam sekejap.
"Hidup memang seperti itu. Itu adalah tantangan. Jika kau bisa melewati tantangan itu, kau akan merasa lebih kuat lagi di masa depan. Mulai sekarang, kau tidak usah merasa depresi lagi. Cukup datangi aku saja di alam mimpi dan ceritakan semua keluh kesahmu kepadaku," ucap lelaki itu sambil menyunggingkan senyuman kepadaku.
Entah mengapa aku merasa sedikit tenang. Aku pun membalas senyumannya. Benar katanya, ini hanya tantangan hidup. Aku harus bisa melewatinya.
Aku terbangun dari tidurku dan mulai bersemangat mengerjakan tugas tugas sekolahku agar mendapatkan nilai sempurna yang bisa mempertahankan peringkatku.
by : Ayayeah
cr gambar : pinterest