Hana baru saja selesai lembur. Ia pulang agak larut karena harus buru-buru menyelesaikan proposal yang akan dipakai buat rapat besok pagi.
Hana berlari supaya ia tidak ketinggalan bus. Jika ia ketinggalan bus maka ia harus naik taxi yang artinya pengeluarannya akan bertambah.
Hana datang tepat waktu. Bus terakhir datang. Hana pun naik bus.
Hanya ada dua orang penumpang di dalam bus, Hana dan seorang pria. Hana melihat pria yang duduk di belakangnya itu.
Sepertinya ia orang baik-baik.
Tapi Hana mendengar suara langkah. Pria itu sekarang berada di dekatnya.
Dag ... dig ... dug ...
Hana merasa jantungnya berdetak lebih cepat.
Pria itu tidak akan berbuat macam-macam, kan?
"Hana?" Pria itu menyebut nama Hana.
Hana hanya memandang pria itu. ~ Dari mana ia tahu namaku?
"Salah, ya? Maaf ... saya kira saya mengenal Anda." Pria itu hendak kembali ke tempat duduknya.
"Joshua?" Hana mengenali pria itu. Pria itu teman di kampungnya dulu.
Mereka lalu bercakap-cakap. Hana dan Joshua saling memberitahu nomor kontak mereka.
"Aku turun di sini." Hana memencet bel meminta supir untuk menghentikan bus.
Hana dan Joshua saling melambaikan tangan. Tanda perpisahan di malam itu.