#senja_cintapertama_pantai.
Senja itu adalah kali pertama aku berjumpa dengannya, dia yang sangat mengerti kepribadianku.
saat itu aku tidak memikirkan segala kemungkinan dan akibat yang akan terjadi dikemudian hari. salah satu temannya sangat menyukaiku, dan dengan egoisnya aku memanfaatkannya.
kak Johan namanya. kak Johan sangat senang, karena untuk pertama kalinya, aku menerima ajakannya.
ya... dia mengajakku bertamasya bersama sahabatku, dan 'dia' di akhir pekan ini.
....
hari yang kunantikan tiba, 'dia' menjemputku di rumah, dan saat itu aku sedang dalam keadaan tidak siap.
"permisi... " sapa sebuah suara, saat itu aku sedang tiduran sambil memeluk boneka beruang ku, dengan rambut khas bangun tidur, dan aku hanya mengenakan baju tidurku.
"kak nia... teman kakak datang... " teriak ku tampa membuka mata.
Nia muncul dari arah tempat mencuci, Nia mengernyitkan alisnya melihat lelaki asing dihadapannya, lalu beralih menatapku yang masih tertidur.
"cari siapa ya? " tanya Nia sopan.
"saya mencari Ara... " jawabnya mantap.
seketika itu juga aku membuka mata, lalu menatap lelaki tersebut.
"kampret lo... dia nyariin lo bukan gue P'A... ganggu gue nyuci aja lo... " maki kak nia.
"ya maap... gua kagak ngeliat tadi... " ucap ku menahan malu.
"maap maap... makanya bangun... jangan tidur mulu... " ucap kak Nia berjalan kedalam.
"eh eh... gua nggak tidur lho... cuma tiduran aja... " bela ku.
"sama aja... " teriak kak nia.
"duduk kak... mau minum apa? Ara buatin..." ucapku tidak menghiraukan teriakan kak nia.
"nggak usah, kita brangkat sekarang aja yuk... " ajaknya menatap jam tangannya.
"ntar dulu... ara siap - siap dulu... " ucapku berlari menuju dapur.
setelah mandi secukupnya, aku segera bersiap, aku mengenakan baju kuning dengan celana jeans warna hitamku.
"aku sudah siap, ayo kita pergi... "
Sejenak 'dia' menatapku sambil tersenyum.
hey... dan ada apa dengan senyumannya itu? apa aku terlihat aneh? gumamku ikut tersenyum.
"kau terlihat sempurna dengan warna kuning... " komentarnya berhasil membuat aku salah tingkah.
"kita berangkat sekarang? " tanyaku tersenyum.
aku dibonceng oleh 'dia' hanya bisa diam.
"apakah kau serius dengan Johan? " tanya 'dia' membuka percakapan.
"kayaknya aku belum tertarik untuk mencari cinta pertama... " jawab ku tersenyum miring.
"cinta pertama? apakah kau berharap aku percaya pada kata-katamu? " tanyanya tersenyum.
"itu terserah padamu... kau mau percaya atau tidak bukan urusanku... yang ku yakini adalah... cinta pertama itu... ketika pikiran berhenti berpikir dan hati yang mengendalikan..."
"maksudnya? " tanyanya bingung.
"ketika kamu melihat seseorang, bahkan kamu bisa mendengar suara detak jantungmu, itulah cinta... " ucapku, lalu setelah itu aku tertawa terbahak-bahak.
"hei kau kenapa? " tanyanya.
"merasa lucu saja... aku bahkan belum pernah jatuh cinta... " ucapku masih dengan tawaku.
"kita akan kemana? " tanyaku lagi.
"laut... apa kau suka laut? " tanyanya untuk kesekian kalinya. "ehem... boleh aku bertanya? " tanya nya lagi.
"boleh... " jawab ku.
"apakah kau akan menerima Johan? "
"entahlah... itu tergantung dengan rasa nyaman ku... " jawab ku tersenyum.
"nyaman? " tanyanya menepikan motornya di sebuah gazebo.
"iya... perasaan nyaman itu sangat penting dalam sebuah hubungan, saat kamu merasa nyaman dengan seseorang... kamu tidak harus menjadi orang lain, kamu hanya perlu jadi diri sendiri, dan setelah itu... kamu bisa mengekspresikan rasa sukamu kapanpun kamu mau... " ucap ku tersenyum.
"ARAAAAA..." panggil sebuah suara.
"iya... aku datang... " teriak ku berlari medekat pada temanku.
_
'dia' menatapku dari kejauhan bersama Johan. entah apa yang mereka bicarakan.
Yayan mendekati tepian pantai. "Ra... hadap sini... " teriak kakak laki-laki sahabatku.
aku menoleh sambil tersenyum, dan Yayan menangkap gambar itu.
aku tidak menyangka aku akan terjebak dalam persahabatan yang ku anggap sejati, tapi ternyata dalam persahabatan itu akan sangat banyak jebakan.
_
aku tidak menyangka bahwa aku akan disukai oleh Yayan dan Johan, namun keduanya bersaing secara sehat.
malam itu Johan menghubungi ku.
"Ra... antara aku dan Yayan siapa yang kamu pilih?"
"serius kakak nanya kayak gitu? " tanya ku.
-
untuk membuat semuanya tetap baik-baik saja... pada akhirnya aku harus mengalah dan tetap menjadikan mereka semua sahabatku, padahal kalau boleh jujur, aku sangat mencintai 'dia', 'dia yang selalu bersinar di hatiku, 'dia' yang tidak bisa kugapai, dan 'dia' selalu ingin kumiliki, tapi biarlah perasaan ini menjadi rahasia ku, biarkan cinta pertama ini terkubur didalam hati.
dear si 'dia', u're my best friend always n forever...