Kata-katanya cuma sedikit saja. Biar mempersingkat waktu. Let's start this story!!
Kun from WayV as Kuntara Abdi Dirgantara
You as Fiandra Yudhipura
💠❔
Kisah ini terjadi saat aku masih SMP. Tepatnya kelas 9 & itu sekitar 1 tahun yang lalu.
Saat itu, aku sedang berjalan menuju kelasku setelah menjalankan amanah dari Guru Matematika ku. Beliau menyuruhku untuk mengambil jurnal di kantor guru, & aku selesai menjalankannya. Tinggal kembali ke kelas ku.
Namun...
Ditengah perjalanan, seorang guru menepuk pundak ku & berkata..
"Jangan jalan dulu, tunggulah sampai jam 12 siang. Baru kau bisa melanjutkannya."
Setelah itu, dia pergi begitu saja.
Jujur, sebenarnya aku ingin mengikuti kata-katanya. Namun karena sedang terburu-buru, aku pun harus cepat-cepat pergi ke kelas ku.
Setelah sekian lama aku berjalan..
Ya, sekitar 3 menit lah.
Aku merasa atmosfer di sekitar sini berbeda dari biasanya. Lebih dingin & mencekam. Aku pun melambatkan laju langkah ku, sebagai isyarat waspada. Tiba-tiba...
"KUNTARA ABDI DIRGANTARA!!" Seorang gadis memanggilku dengan suaranya yang khas,. tepat di telinga kananku.
Aku pun kaget & mengusap telinga ku.
Aku menoleh ke arah Fiandra, gadis yang tadi memanggilku. Sambil meringis kesakitan. Karena.. GADIS INI TERIAK DI TELINGA KU!!
"Fia? Apa yang kamu lakukan disini??" Tanya ku.
"Harusnya itu pertanyaan untukmu. Apa yang kau di 'Lorong Kaca Pecah'?" Tanya Fia balik membuat ku bingung.
" 'Lorong Kaca Pecah'?" aku pun menatap sekelilingku & benar saja. Lorong dimana aku & Fia berada terdapat banyak pecahan kaca. Lorong ini disebut dengan nama 'Lorong Kaca Pecah'.
"Iya. Dari tadi aku perhatikan, kau terus berjalan dengan tatapan kosong melewati lorong ini. Jadi aku samperin & manggil-manggil nama mu." Ujar Fia. "Apa yang kau pikirkan?"
Aku pun menceritakan apa yang barusan terjadi padaku tadi.
Namun....
"Pantesan aja." Ujarnya setelah mendengar semua ceritaku & kembali membuat ku bingung.
"Apa?" Tanyaku.
"Pantesan aja kamu begitu. Orang mereka tertarik sama kamu." Jawabnya & akhirnya dia menyuruhku untuk kembali ke tempat dimana aku disamperin guru itu. Dia juga sempat bilang padaku untuk tidak mengosongkan pikiran. & aku melakukannya.
Akhirnya aku sampai di kelasku, & langsung menyerahkan jurnal itu ke guru ku. Lalu aku kembali ke bangku ku & menyimak pembelajaran ini dengan tatapan malas.
Apa yang terjadi dengan lorong itu?
& Kenapa harus sekolah ku yang kena?
💠THE STORY HAS ENDED......❔